Dirilis

27 Juli 2021

Penulis

Indra Budi Kurniawan

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki banyak pasokan sumber protein dari makanan laut, atau lebih dikenal sebagai seafood.
Dikutip dari Journal of Allergy & Clinical Immunology, seafood didefinisikan sebagai:

a.    Ikan bersirip (tuna, cod, salmon)

b.    Kerang (udang, kepiting, lobster, kerang, kerang, cumi-cumi).

Namun, walaupun seafood diketahui sebagai sumber protein yang baik bagi tubuh, sebagian orang tidak bisa mengonsumsinya karena memiliki alergi seafood, yang timbul akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terkandung di dalam hewan laut tertentu.

Apakah Anda termasuk penderitanya?

Penyebab Alergi Seafood




Foodallergy.org menyatakan bahwa alergi seafood atau alergi terhadap makanan laut adalah alergi makanan paling umum pada orang dewasa, dan di antara alergi makanan paling umum pada anak-anak.

Sekitar 2% dari populasi di setiap negara melaporkan alergi terhadap seafood, yang biasanya berlangsung seumur hidup.

Bagaimana alergi seafood bisa terjadi?

Ketika seseorang yang alergi memakan seafood tertentu, protein dalam seafood tersebut akan mengikat antibodi IgE yang dibuat oleh sistem kekebalan orang tersebut. Ini kemudian akan memicu pertahanan dari sistem kekebalan seseorang, yang menyebabkan gejala reaksi yang ringan atau sangat parah.

Gejala Alergi Seafood

Apabila Anda memiliki alergi seafood, maka berikut ini adalah beberapa gejala alergi yang umumnya akan Anda lihat dan rasakan dalam hitungan menit atau jam, setelah mengonsumsi seafood:

•    Kulit gatal, kering, ruam, dan bentol

•    Sakit perut, diare, mual, dan muntah

•    Hidung tersumbat, dan sesak napas

•    Bengkak pada bibir, wajah, lidah, dan tenggoroka

•    Kepala terasa pusing hingga pingsan

Penderita alergi seafood akan bereaksi terhadap protein tertentu yang terdapat dalam makanan laut yang dikonsumsinya.

Selain itu alergi ini dapat menyebabkan anafilaksis (sensitivitas yang tinggi terhadap senyawa yang masuk ke dalam tubuh), yang dapat mengancam jiwa, reaksi mendadak, parah, dan berpotensi fatal, yang mengakibatkan tekanan darah rendah dan kesulitan bernapas.

Alergi makanan laut juga dapat menyebabkan memicu serangan asma.

Menghindari dan Mencegah Alergi Seafood




Jika Anda merasa memiliki alergi seafood, maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke ahli alergi untuk pengujian dan diagnosa lebih lanjut. Jika hasil pengujiannya mengkonfirmasi bahwa Anda memiliki alergi, maka satu-satunya pengobatan adalah menghindari untuk mengonsumsi seafood.

Dokter juga mungkin akan memberikan resep injektor otomatis epinefrin kepada Anda apabila memiliki alergi seafood yang serius, agar bisa dibawa kemanapun Anda pergi. Karena jika Anda terpapar atau mendapatkan reaksi serius akibat alergi seafood, setiap detik menjadi penting, dan pemberian epinefrin pada tahap awal reaksi dapat membantu mencegahnya menjadi lebih buruk.

Untuk mencegah reaksi dari alergi, sangat penting untuk menghindari semua produk berbahan seafood. Berikut ini beberapa cara agar Anda terhindar dari reaksi yang timbul akibat alergi seafood:

1. Baca label kemasan

Semua produk makanan, suplemen, atau obat, bisa saja mengandung bahan dari seafood. Chitosan adalah salah satu produk suplemen yang memiliki bahan dasar dari makanan laut. Oleh karena itu, usahakan agar Anda selalu membaca dan memahami label kemasan untuk mengetahui apakah produk yang akan dikonsumsi tersebut mengandung seafood atau tidak.

2. Cari tahu kandungan bahan makanan

Agar Anda terhindar dari alergi seafood, usahakan untuk selalu menanyakan bahan makanan dari menu yang akan dipesan saat makan di luar rumah. Cari tahu juga apakah peralatan masak yang digunakan untuk memasak seafood berbeda dengan hidangan lainnya.

3. Hindari tempat penjualan atau pengolahan seafood

Menghindar dari tempat penjualan atau pengolahan seafood akan dapat membantu Anda mencegah dan terhidar dari alergi seafood. Hal ini dikarenakan beberapa orang dengan alergi seafood dapat dengan mudahnya mengalami alergi saat berada dekat dengan seafood, seperti bersentuhan atau bahkan hanya karena menghirup uap masakan berbahan seafood.
Baca juga: Kenali Penyebab Bibir Bengkak yang Paling Sering Terjadi

4. Hindari bahan non-pangan yang mengandung seafood

Jika mengalami alergi seafood yang parah, Anda juga perlu mewaspadai bahan-bahan non-pangan yang mengandung seafood, misalnya makanan untuk hewan peliharaan. Seperti yang telah dijelaskan di atas, alergi seafood bisa saja dialami hanya dengan menyentuh bahan-bahan yang mengandung seafood.

Baca juga: Tips Mengatur Asupan Nutrisi yang Dibutuhkan Setiap Hari

Itulah beberapa tips mengenai alergi seafood, jika Anda mengalami reaksi alergi seperti yang telah disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan alergi yang diderita dan mendapatkan penanganan yang tepat. Anda juga dapat berkonsultasi secara online melalui fitur Tanya Ahli kepada dokter dari daya.id seputar makanan apa saja yang harus dihindari untuk mencegah munculnya reaksi alergi seafood di kemudian hari.

Apabila Anda memiliki pendapat atau pengalaman lain mengenai alergi, bagikan pendapat Anda di kolom komentar dibawah ini, atau sampaikan kepada kami melalui Facebook. Apabila menurut Anda tips ini bermanfaat untuk meningkatkan gaya hidup sehat, jangan lupa untuk membagikan tautan artikel ini kepada keluarga Anda.

Jika Anda tertarik untuk membaca informasi terkait kesehatan lainnya, Anda bisa mendapatkannya secara gratis di daya.id. Dengan mendaftar di daya.id semua informasi gaya hidup sehat, pengelolaan finansial, serta kewirausahaan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, kunjungi daya.id sekarang juga!

 

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

4 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Sanny Yanisyah Cutfriana

Dokter Umum

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS