Profil Ahli

dr. Zeth Boroh, Sp.KO

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga

45 Pertanyaan Telah Terjawab

Berdarah Toraja, dr Zeth menyelesaikan S1 nya di Jurusan Kedokteran Umum, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan pada tahun 2002. Sebelum melanjutkan S2 nya di Jurusan Spesialis Kedokteran Olahraga, Universitas Indonesia pada tahun 2009, beliau sempat mengabdikan diri sebagai Dokter Umum di Papua selama 2003 - 2006. Dan di akhir 2006 beliau hijrah ke Jakarta dan sempat berpraktek di beberapa rumah sakit dan klinik diantaranya; Rumah Sakit Yayasan Panti Raharja (2006 – 2007), Sari Group Clinic (2007 – 2015) dan ERPOUR Clinic (2012 – 2016).

Terhitung sejak 2017 hingga saat ini, beliau mendikasikan dirinya sebagai Dokter Spesialis Olahraga di PPOP (Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar) Ragunan, Rumah Sakit Jakarta, dan Indonesia Sports Medicine Centre (ISMC) Jakarta.

Di sela-sela kesibukannya, ia pun menyempatkan diri untuk membagi ilmunya dengan menjadi dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) BINAWAN, Jakarta sejak 2016. Ia juga aktif berorganisasi di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sejak 2006 dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) sejak 2016.

Untuk mengupgrade ilmunya, dr Zeth kerap mengikuti kursus dan seminar diantaranya Sports Medicine Course bersama International Olympic Committee, Orthopaedics Course bersama Perhimpunan Osteoporosis Indonesia, dan Match Doctor License (Lisensi Dokter Pertandingan) bersama Badan Olahraga Nasional Indonesia. Beliau juga membekali diri dengan sertifikasi internasional diantaranya; 2016 FIFA Medicine Conference dari London, Inggris, 2017 FIFA Medicine Conference dari Barcelona, Spanyol, 2018 Podiatry dari Paris, Prancis, dan 2018 Kinesio Tapping Association International dari Singapura.

Silahkan Bertanya

Ahli kami siap menerima pertanyaan seputar kesehatan Anda dan memberikan solusi yang tepat. Pertanyaan yang diajukan bersifat privasi sehingga hanya Anda dan ahli kami yang mengetahui.

Pertanyaan Anda

Pertanyaan Populer

Usahakan untuk meluangkan waktu sekitar 10 menit berhenti sejenak dari aktifitas bekerja. Waktu tersebut digunakan untuk meregangkan otot serta lakukan latihan kardio dan kekuatan di tempat kerja yang sederhana. Apabila waktu tidak memadai, sempatkan untuk melakukan peregangan di tempat duduk terhadap otot-otot tubuh anda.

Latihan peregangan otot ini tidak membutuhkan alat khusus. Cukup gunakan meja dan kursi yang ada di sekitar Anda. Alternatif lain, lakukan naik turun tangga sebagai cara bergerak di sela- sela kesibukan. Supaya Anda lebih bersemangat dan konsisten, ajaklah rekan kerja Anda untuk berolahraga bersama. Selamat mencoba

Menurut rekomendasi American College Of Sports Medicine, latihan fisik dilakukan sebanyak 3-5 kali dalam satu minggu. Olahraga dapat dimulai dengan intensitas rendah yang dapat ditingkatkan berkala sesuai dengan kemampuan tubuh selama minimal 30 menit setiap sesi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam satu minggu, Anda dapat menghabiskan waktu 90 - 150 menit untuk berolahraga. Tidak lama bukan? Bukan alasan lagi untuk berkata tidak terhadap olahraga

Menurut penelitian, latihan daya tahan jantung dan paru/ kardio selama 30 menit per hari akan efektif untuk menurunkan berat badan. Contoh latihan ini adalah berlari, berjalan cepat, berenang, lompat tali, zumba, kickboxing, dan bersepeda. Dikombinasikan dengan latihan beban dan pola makan gizi seimbang, serta dilakukan secara rutin akan memberikan hasil yang lebih baik.