Informasi Artikel

Dirilis

28 Mei 2026

Penulis Artikel

Dian Savitri


Tag

Menabung untuk sekolah anak terasa sederhana di atas kertas dari mulai masuk SD, SMP, SMA, kuliah lalu selesai. Tapi kenyataannya, dana pendidikan adalah salah satu pos keuangan yang paling memusingkan orang tua, karena begitu banyak biaya yang tidak pernah masuk dalam daftar perencanaan awal.

Dana Pendidikan harus direncanakan secara matang karena jangka waktunya yang panjang dan mengikat seiring umur anak. Dananya dipersiapkan untuk menempuh pendidikan selama 18-20 tahun, belum termasuk jika melanjutkan ke jenjang S2 atau spesialisasi.

Idealnya, persiapan dimulai sejak anak lahir atau bahkan sejak merencanakan kehamilan. Menurut data OJK di 2024 Inflasi biaya pendidikan di Indonesia mencapai 10–15% per tahun, jauh melampaui inflasi umum sebesar 2,12% berdasarkan data BPS 2024. Sementara gaji orang tua hanya naik 2,6% per tahun. Sehingga semakin awal memulai, semakin ringan kontribusi bulanan yang dibutuhkan karena manfaat compounding investasi bekerja lebih panjang.

 

Dana Pendidikan Anak: Biaya Terlihat Vs. Biaya Tersembunyi 

Nyatanya sebagian orang tua hanya menghitung biaya yang terlihat uang pangkal dan SPP sekolah, padahal ada "biaya tersembunyi" lainnya yang bisa menyumbang 30–50% dari total pengeluaran aktual. Biaya yang terlihat seperti: 

*Estimasi ilustratif berdasarkan data OJK & BPJS Ketenagakerjaan. Angka aktual bervariasi per wilayah dan jenis sekolah.

Biaya yang tak terlihat dan tidak dihitung dalam budget pengeluaran seperti : 


Jika biaya les anak menghabiskan Rp600.000 – Rp4.000.000 per bulan, sementara SPP Rp1,5 juta per bulan artinya pengeluaran les bisa setara atau bahkan melebihi SPP itu sendiri. Belum termasuk kado teman, wisuda, dan penampilan. Tanpa anggaran tersendiri, pos ini jadi sering mengambil dana darurat atau tabungan lain yang tidak seharusnya disentuh.

 

Cara Menyiasati Hidden Costs Pendidikan


 

a.    Buat dua lapis anggaran pendidikan

Pisahkan anggaran biaya tetap (SPP, transportasi) dan biaya fleksibel (les, kado, event). Anggaran biaya fleksibel biasanya 30–50% dari biaya tetap dan masukkan ini ke budget pengeluaran keluarga. Sehingga tidak ada lagi kejutan.

 

b.    Buat dana darurat pendidikan

Sisihkan Rp100.000 – Rp500.000 per bulan ke pos terpisah untuk menutup pengeluaran mendadak, seperti undangan ultah, perpisahan, wisuda dan pentas seni.

 

c.    Beli seragam dan buku lebih awal atau pergunakan yang sebelumnya

Harga seragam dan buku sekolah cenderung naik 4–5% mendekati tahun ajaran baru. Beli 1–2 bulan sebelum jadwal meringankan pengeluaran. Manfaatkan juga opsi buku warisan kakak kelas, untuk buku text pelajaran dan seragam yang masih layak atau adopsi dari kakak kelas. 

 

d.    Mengumpulkan dana pendidikan dengan berinvestasi bukan sekedar menabung 

Dengan inflasi pendidikan 10–15%/tahun, tabungan biasa tidak akan cukup. Instrumen seperti reksa dana campuran atau saham blue chip memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi dari inflasi pendidikan.

 

e.    Review anggaran pendidikan setiap tahun ajaran baru

Kebutuhan anak berubah setiap jenjang. Lakukan evaluasi menyeluruh setiap kenaikan kelas bukan hanya mengecek saldo, tapi memperbaharui seluruh pos biaya aktual.

Pendidikan adalah investasi terbaik, namun tanpa perencanaan yang detail terhadap keseluruhan biaya, ia bisa menjadi beban finansial yang berat. Akui keberadaan hidden costs sejak awal, alokasikan dananya, dan investasikan dana pendidikan di instrumen yang mampu mengalahkan inflasi pendidikan 10–15% per tahun. Kuncinya adalah antisipasi dan konsistensi dalam menyisihkan dana, semakin cepat mulai akan semakin ringan perjalanannya.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Kenaikan Tarif Listrik 2026? Tips Jitu Mengatasi Tingginya Tagihan
Tabungan

Kenaikan Tarif Listrik 2026? Tips Jitu Mengatasi Tingginya Tagihan

04 Agustus 2026

5.0
Sering Checkout Belanja Tengah Malam? Hati-hati Terjebak Doom Spending!
Artikel Ahli
Tabungan

Sering Checkout Belanja Tengah Malam? Hati-hati Terjebak Doom Spending!

01 Agustus 2026

5.0
Tips Mengatur Budget Makan di Luar
Tabungan

Tips Mengatur Budget Makan di Luar

29 Juli 2026

5.0
Strategi Diversifikasi Tabungan dan Investasi dalam Mata Uang Asing
Artikel Ahli
Tabungan

Strategi Diversifikasi Tabungan dan Investasi dalam Mata Uang Asing

25 Juli 2026

Berikan Pendapat Anda