Dirilis

05 Desember 2018

Penulis

Tim Penulis Daya Sehat Sejahtera

Pergeseran metode kepemimpinan dan interaksi sosial dalam lingkungan kerja masa kini membuka kesempatan para pekerja untuk memiliki jejaring lebih luas. Birokrasi menjadi lebih mudah dan hubungan rekan kerja seringkali menjadi lebih dalam, bukan sekadar mitra berkarya belaka. Akan tetapi, kedekatan hubungan kerja yang semakin erat berpotensi mendatangkan konflik. Apalagi jika Anda menghadapi situasi “beracun” atau situasi sulit dan tidak nyaman dalam pertemanan di tempat kerja.

Kompetisi  yang tidak sehat membuat para karyawan saling menjegal untuk mendapatkan posisi atau prestasi tertentu, beredarnya rumor dan gosip, tidak lancarnya koordinasi dalam kerja tim, kesimpangsiuran informasi, bahkan pengorbanan kepentingan perusahaan dan tim demi kepentingan pribadi. Hubungan “beracun” dengan rekan di kantor seperti ini malah akan menurunkan produktivitas dan mengganggu pikiran Anda sendiri.

Jika merasa tidak nyaman di kantor karena hubungan “beracun” ini dan mengusik Anda, jangan terburu- buru untuk mengajukan surat pengunduran diri. Terapkan cara-cara berikut untuk melepaskan diri Anda secara perlahan dari jerat pertemanan ini di tempat kerja.

1. Interaksi seperlunya dan berdasarkan fakta
Mengenali dan mulai mengobservasi situasi tempat kerja dengan cara tidak berinteraksi terlalu dalam dengan para rekan kerja “beracun”. Berbasa-basilah seperlunya dan tetap menjunjung etika sosial. Sampaikan informasi berdasarkan fakta dan bukti jelas, sehingga Anda terhindar dari kemungkinan dipersalahkan atau menjadi kambing hitam.

2. Memberikan respons jujur secara elegan
Saat mendapatkan tudingan atau berada dalam situasi tidak menyenangkan, jangan ragu untuk menyatakan perasaan Anda. Ketimbang berbicara di belakang, Anda dapat berekspresi dengan cara yang tetap elegan dan profesional. Utarakan opini dan perasaan Anda dengan nada bicara tenang, sambil mengedepankan fakta dan berfokus pada penyelesaian masalah, bukan menyalahkan pihak “beracun”.

3. Tetapkan standar dan batasan
Bagaimanapun kejamnya rekan kerja, ingatlah bahwa Anda bekerja untuk mewujudkan tujuan bagi karier dan kemajuan perusahaan. Tariklah garis untuk menentukan syarat performa profesional Anda dan batasan-batasan yang sebaiknya tidak dilanggar demi memastikan keberhasilan tersebut. Mungkin ini terlihat kaku, namun menghadapi orang-orang yang mudah meliuk dan mengubah situasi demi kepentingan pribadi maka diperlukan ketegasan dan aturan yang jelas akan lebih bermanfaat untuk mempertahankan posisi Anda.

4. Carilah sekutu dan pendukung
Selalu ada pihak yang dapat dipercaya untuk menjadi benteng Anda. Mulailah dari atasan Anda dan divisi/departemen Sumber Daya Manusia (HRD), sebagai yang berwenang mengatur para karyawan. Akan tetapi, jika pihak-pihak yang diharapkan ternyata tidak dapat diandalkan, Anda dapat melibatkan pihak ketiga di luar perusahaan, misalnya konselor karier atau psikolog untuk membantu Anda mencari titik terang.

5. Tunjukkan keteguhan hati
Kunci untuk terhindar dari intimidasi adalah menunjukkan diri Anda tidak mudah terintimidasi dan tidak terpengaruh oleh intimidasi yang sudah berjalan. Seperti halnya perundungan di masa sekolah, “penindasan” dan tindakan semena-mena di tempat kerja biasanya juga berawal dari sosok inferior yang mudah menjadi sasaran. Perlawanan Anda tidak selalu harus berupa tindakan frontal dan emosional. Dengan melontarkan pernyataan dan sikap tegas, ada kemungkinan para rekan kerja “beracun” ini menjadi segan dan berpikir dua kali untuk berurusan dengan Anda.

Hubungan “beracun” di tempat kerja tidak selalu bisa diakhiri dengan keluar dari tempat kerja tersebut. Namun, kesehatan jiwa dan raga Anda jauh lebih penting. Meredakan stres akibat hubungan buruk ini mampu Anda lakukan, dengan lebih menempatkan diri sebagai prioritas, alih-alih berusaha terlalu keras memenuhi ekspektasi orang lain (yang belum tentu baik dan cocok untuk Anda). Selamat merancang strategi hubungan sosial di kantor yang lebih solid! Sukses

Baca juga: 5 Cara Menciptakan Hubungan Sehat dengan Rekan Kerja
 

Sumber:

Tim Riset Daya Sehat Sejahtera

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Aliah Abdullah

01 April 2021

Bagus niy artikelnya,thanks ya daya.id

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Dian Wisnuwardhani, M.Psi.

Psikolog

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS