Dirilis

08 Desember 2017

Penulis

Tim Penulis Daya Sehat Sejahtera

Diare adalah penyakit yang sangat umum dijumpai. Penyakit ini dapat menyerang baik anak-anak maupun dewasa. Angka kejadian tertinggi ditemukan pada anak usia di bawah 2 tahun, di mana pada kelompok usia tersebut virus adalah penyebab tersering diare.

Kapan Anda bisa disebut terkena diare? Menurut WHO, diare adalah buang air besar dengan konsistensi cair (mencret) sebanyak 3 kali atau lebih dalam satu hari (24 jam). Ingat, dua kriteria penting harus ada yaitu buang air besar (BAB) cair dan sering, jadi misalnya BAB sehari tiga kali tapi tidak cair, maka tidak bisa disebut diare. Begitu juga apabila BAB dengan tinja cair tapi tidak sampai tiga kali dalam sehari, maka itu bukan penyakit diare.

Gejala Diare
Selain BAB yang lebih sering dan lebih encer, gejala diare juga dapat berupa:

  • Peningkatan jumlah tinja per buang air besar

  • Rasa melilit di perut

  • Kembung, sering buang gas dan bersendawa

  • Mual, muntah

  • Pada bayi dapat dijumpai kemerahan pada kulit sekitar bokong

  • Bila penyebabnya adalah infeksi dapat disertai demam


Gejala yang ringan biasanya berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. Maka, apabila mencret berlangsung selama lebih dari beberapa hari dianggap sebagai diare kronis dan mungkin merupakan tanda dari penyakit yang mendasarinya, seperti penyakit radang usus atau infeksi yang berat. Jika berkepanjangan (kronis), diare dapat menyebabkan dehidrasi dan dapat mengancam nyawa sehingga membutuhkan perawatan dokter. 

Sementara itu, terdapat beberapa istilah pada penyakit diare, yakni:

  • Diare akut bila berlangsung kurang dari 1 minggu

  • Diare persisten adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari dan disebabkan oleh infeksi

  • Diare kronik adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari dan bukan disebabkan oleh virus, misal akibat gangguan fungsi usus dalam mencerna makanan, adanya suatu zat makanan yang tidak dapat diserap tubuh, dan sebagainya

  • Disentri adalah diare yang disertai lendir dan darah. Disentri disebabkan oleh bakteri Shigella atau parasit Entamoeba Histolotica

  • Kolera adalah diare cair yang hampir tidak dapat ditemukan ampas tinja sama sekali (watery diarrhea). Kolera sering kali menimbulkan wabah dan sangat cepat menimbulkan dehidrasi sehingga menyebabkan penderitanya meninggal. Kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio Cholerae


Penyebab Diare
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2007, diare menduduki peringkat ke tiga belas sebagai penyebab kematian semua umur dengan proporsi sebesar 3,5 persen. Sedangkan berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki urutan ketiga penyebab kematian setelah Pneumonia dan TBC. Dari data tersebut, golongan usia yang paling banyak mengalami diare adalah balita dengan prevalensi sebesar 16,7 persen.

Nah, maka itu Agar ada baiknya Anda mengetahui apa penyebab masalah ini. Secara ringkas, ada 3 macam penyebab diare yang umum dijumpai, yaitu:

1. Infeksi.
Dapat disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit. Sumber penyebaran yang paling sering adalah melalui air yang terkontaminasi oleh tinja atau kotoran. Diare akibat infeksi ini lebih sering terjadi pada lingkungan dengan sanitasi air bersih yang kurang memadai, baik untuk minum, memasak dan mencuci (terutama peralatan makan). Rotavirus dan bakteri Escherichia Coli merupakan dua agen penyebab diare yang paling sering di negara berkembang. 

2. Malnutrisi.
Anak-anak yang kekurangan gizi akan berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini, dan diare itu sendiri akan menyebabkan gejala yang lebih buruk bagi mereka. Karena setiap terkena mencret, maka sudah pasti akan membuat mereka kekurangan gizi yang lebih buruk. Maka tak heran bahwa gizi buruk pada anak balita paling sering disebabkan oleh diare kronis. 

3. Penyebab Diare lainnya.
Diare juga dapat menular dari orang ke orang, diperburuk oleh kebersihan pribadi yang buruk. Makanan merupakan penyebab utama diare ketika disiapkan atau disimpan dalam kondisi yang tidak higienis. Air dapat mengkontaminasi makanan selama pencucian. Ikan dan seafood dari air yang tercemar juga dapat menyebabkan diare.

Sumber:

Tim Riset Daya Sehat Sejahtera. (Gambar: https://www.pexels.com/photo/white-toilet-paper-191845/)

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Mohammad Rizky Yudho

19 Desember 2017

Terbaik !!!

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Sanny Yanisyah Cutfriana

Dokter Umum

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS