Dirilis

26 Pebruari 2018

Penulis

Tim Penulis Daya Sehat Sejahtera

Komentar di media sosial bisa mempengaruhi masa depan usaha, karier, bahkan kehidupan pribadi Anda. Faktanya, ada orang yang berubah depresi karena komentar di media sosial.


 

Pernah dengar ada selebritas dunia yang mengakhiri hidup karena tidak sanggup menerima komentar buruk di media sosialnya? Anda bisa mencari informasinya di internet. Tapi jika Anda yang menerima komentar buruk di media sosial dan mulai merasa terganggu, sebaiknya Anda segera bertindak. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  1. Salin Barang Bukti

Simpan komentar buruk di media sosial tersebut dalam bentuk gambar (screenshot atau foto) sebagai barang bukti, dan laporkan kepada seseorang atau pihak yang berwajib.

  1. Laporkan ke Pihak Media Sosial.

Gunakan fasilitas laporan yang tersedia di platform media sosial agar segera ditindak lanjuti. Biasanya pihak media sosial akan menghapus atau memblokir komentar buruk tersebut jika dinilai perlu. Pastikan Anda telah membaca petunjuk penggunaan media sosial dengan cermat.

  1. Jangan Terlibat

Jika Anda bukan korban utama dan tidak terlibat dalam kejadian, Anda masih memiliki hak untuk melaporkan komentar buruk di media sosial tersebut dengan bukti-bukti yang kuat.

  1. Jangan terpancing.

Ingatlah bahwa Anda tidak seburuk apa yang telah mereka ucapkan. Tidak perlu terpancing emosi untuk menanggapi komentar buruk itu. Tetap tenang dan lakukan hal-hal di atas.


 

Media Sosial untuk Berbagi Kebaikan

Di sisi lain, Anda sebagai pengguna juga bisa mengambil peran agar media sosial kembali menjadi tempat yang damai dan menyenangkan bagi sebagian besar orang.

  1. Sebarkan Kebaikan

Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, seperti berbagi kabar dengan kerabat yang tinggal berjauhan, maupun berbagi informasi menarik kepada pengguna lainnya. Jauhi hoax atau informasi yang belum pasti kebenarannya.

  1. Saat Repost, Hargai Sumber Utama

Ada kalanya Anda ingin memuat ulang apa yang pernah diunggah orang lain. Sebaiknya hargai sumber utama dengan menulis nama atau apapun yang menjadi sumber Anda. Jangan mencuri. Dan sebaiknya jangan mengubah materi agar tidak terjadi salah persepsi.

  1. Jangan Terpancing Emosi

Anda memang berhak beropini, tapi hati-hati terhadap setiap kalimat yang Anda tulis, terlebih jika Anda sedang emosi. Tentu Anda tidak ingin dinilai buruk oleh orang lain, bukan?


 

Perhatikan Keluarga Anda

Perlu diingat, kekerasan di dunia maya juga terjadi di lingkungan remaja. Tapi itu bukan hanya kesalahan mereka, melainkan juga orang tua atau kerabat yang memberi fasilitas. Maka itu, sebaiknya Anda ikut memperhatikan aktivitas online keluarga Anda.

Misalnya dengan menerapkan disiplin di rumah, internet hanya boleh digunakan selama waktu tertentu, tapi di luar jam belajar. Anda juga bisa mengawasi dengan menjadi teman di media sosial yang sama, tapi jangan berlaku seperti pemantau yang membatasi gerak-gerik mereka. Selain itu, jangan biarkan internet justru menjauhkan Anda dan keluarga. Luangkan waktu lebih banyak untuk berkomunikasi.

Anda juga perlu memberi tahu bagaimana cara mengontrol emosi dengan baik. Ajarkan anak-anak untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan dan berterima kasih ketika mendapat pertolongan. Dua hal ini terbilang sepele, namun cukup sulit dilakukan.

 


Mari bersama kembalikan media sosial menjadi tempat berbagi kebaikan.

Sumber:

Tim Riset Daya Sehat Sejahtera

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Risky Dwi Rahayu

15 Maret 2018

Like it! Cyber bullying sedang marak dan artikel ini perlu banget dishare. Thank you

Balas

. 0

05 Maret 2018

waini..! thx untuk info kekiniannya..

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Dian Wisnuwardhani, M.Psi.

Psikolog

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS