Dirilis

10 Juni 2021

Penulis

Claudia Von Nasution (Jenius), Lucky Lombu

Persiapan Dana Menjelang Masa Pensiun

Pernahkah Anda membayangkan keadaan Anda setelah pensiun?

Sudah siapkah keuangan Anda…

Anda sudah puas bekerja dan mulai berpikir untuk pensiun dini?

Oh, ya, tentu menyenangkan menikmati masa paruh baya bersama keluarga, mencari ketenangan dan memulihkan kesehatan, melakukan passion yang selama ini tertunda, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, atau menikmati apapun yang Anda inginkan saat pensiun.

Tapi, sama seperti siklus hidup lainnya, pensiun juga memerlukan persiapan yang matang. Kenapa?

Coba bayangkan jika Anda berencana pensiun dini di usia 45 tahun, dan ternyata Anda masih diberi kehidupan hingga umur 55, 70, bahkan 100 tahun. Kira-kira sudah siapkah Anda menghadapi apapun yang akan terjadi di sepanjang masa belasan hingga puluhan tahun itu?

Sudah siapkah Anda secara finansial?


Baca juga: Tips Raih Kebebasan Finansial di Usia Muda

 

7 Checklist untuk Persiapan Pensiun Dini


Nah, untuk membantu Anda memiliki masa pensiun yang lebih tenang dan bahagia, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai persiapan pensiun dini, seperti kami kutip dari jenius.com.

 

 

1. Rencanakan Waktu Pensiun dengan Matang

Tentukan waktu pensiun sesuai keinginan Anda. Sebagai informasi, usia pensiun normal menurut undang-undang adalah 57 tahun.

Kemudian, buat list tentang rencana Anda selama pensiun. Misalnya, mau tinggal di mana, apa kegiatan yang akan Anda lakukan, dan lainnya. 

Coba mulai dengan mengimajinasikan seperti apa kira-kira kehidupan Anda saat pensiun. Imajinasi itu bisa menjadi dasar atas keputusan yang perlu Anda ambil.


 

2. Lunasi Seluruh Utang Sebelum Pensiun

Umumnya, pada usia 40 tahunan Anda harus membuat rencana pelunasan seluruh utang. Tapi karena Anda sedang persiapan pensiun dini, maka yang harus Anda lakukan bukan lagi berencana, melainkan melunasi seluruh utang. Agar utang-utang itu tidak mengganggu masa pensiun Anda.

 

 

3. Hitung Kembali Kebutuhan Dana Bulanan Selama Pensiun

Saat pensiun, gaya hidup Anda tentu akan berubah. Maka, hitung kembali dana yang Anda butuhkan, apakah sudah sesuai dengan dana yang ada? 

Tulis apa saja kebutuhan bulanan saat pensiun, dan sebaliknya, apa saja kebutuhan yang nantinya tidak Anda perlukan lagi? Pertimbangkan untuk menurunkan gaya hidup Anda ya.

Jika sudah berkeluarga dan memiliki anak, perhitungkan masa depan mereka dengan matang, agar anak-anak Anda tidak menjadi sandwich generation. Diskusikan topik ini dengan pasangan.


Lihat juga: Cara Menghitung Kebutuhan Pensiun (Video)

 

4. Pindahkan Dana Pensiun ke Instrumen Rendah Risiko

Jika selama 5-10 tahun sebelum pensiun karakter portofolio dana pensiun Anda cukup agresif, coba sesuaikan menjadi lebih moderat atau bahkan konservatif. Kenapa? Karena semakin besar instrumen berisiko tinggi di portofolio, semakin tinggi kemungkinan fluktuasi nilai yang terjadi. Sehingga timing untuk keluar dan memindahkan dana pensiun tersebut ke instrumen yang lebih rendah risiko menjadi penting.

 

 

5. Cek Saldo Program Dana Pensiun Anda

Jika selama ini Anda bekerja sebagai karyawan, biasanya, perusahaan memberi Anda tunjangan dana pensiun. Ada yang berupa program dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) yang dikelola bank atau perusahaan asuransi, atau dana pensiun yang dikelola perusahaan (DPPK—Dana Pensiun Pemberi Kerja), ada juga JHT (Jaminan Hari Tua) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan.

Nah, cek seluruh saldo, termasuk di perusahaan Anda yang lama—jika ada. Lalu buat rencana pencairan dan penempatan dana.

Untuk penempatan dana pensiun, Anda bisa menggunakan Maxi Saver dari Jenius, sebagai instrumen berisiko rendah yang cocok untuk pensiunan. Nantinya, bunga dari investasi itu bisa Anda gunakan untuk biaya kebutuhan saat pensiun.

Silakan berkonsultasi dengan tim Jenius untuk penjelasan lebih lanjut.



 

 

6. Rencanakan Pengelolaan Dana Pensiun

Hati-hati untuk yang satu ini. Salah-salah, seluruh persiapan pensiun dini Anda menjadi tak ada gunanya. Pernah dengar kan tentang investasi bodong yang membawa kabur dana para pensiunan? Jangan mudah percaya dengan iming-iming return investasi tinggi.

Lakukan riset dengan matang. Jika perlu, Anda bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan di fitur Tanya Ahli daya.id, yang telah mendampingi para calon pensiunan dari instansi pemerintah dan swasta. Konsultasi gratis.

 

 

7. Ajukan Status Non-Efektif (NE) Wajib Pajak

Jika Anda berencana benar-benar lepas dari aktivitas bisnis, silakan ajukan status Non-Efektif (NE) wajib pajak, saat pensiun. Pastikan statusnya sudah ditetapkan, agar setelah pelaporan SPT Tahunan atas penghasilan terakhir, Anda tidak perlu melapor lagi.


 

Segera lakukan 7 checklist di atas jika Anda sudah benar-benar mantab pensiun dini. Karena waktu tidak bisa ditunda, apalagi diundur. Jangan sampai due date Anda terlewati.

Dengan persiapan pensiun dini yang matang, semoga Anda bisa menikmati seluruh hari tua Anda dengan tenang.

Sumber:

Jenius.com

Penilaian :

5.0

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Alviko Ibnugroho

Perencana Keuangan

Ingin belajar lebih lanjut ?
Ikuti pelatihan online

BTPN bekerja sama dengan beberapa Universitas Ternama di Indonesia, telah menyusun modul pelatihan kesehatan.

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS