Dirilis

10 Agustus 2022

Penulis

Thomas Aquino Herly Marwanto

Bila kita perhatikan pasar modal Indonesia, ada tren positif di kalangan masyarakat terkait minat masyarakat untuk investasi saham. Pemicunya adalah adanya pandangan positif terhadap Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri, dari isu meningkatnya harga komoditas sampai dengan keberhasilan distribusi vaksin COVID-19 di seluruh Indonesia.

Ironisnya, sebagian anggota masyarakat sampai rela melakukan apa pun demi memperoleh keuntungan besar di investasi saham, termasuk dengan berutang. Dasar berpikirnya, dengan berutang, akan dapat menambah jumlah nilai investasi dan keuntungan atau return yang akan didapat akan besar pula. Jadi utang adalah cara investasi saham terbaik menurut mereka.

Faktanya, tidak hanya dengan berutang kepada teman atau keluarga, ada juga yang memanfaatkan aplikasi pinjaman online, nilep uang arisan, sampai gadai harta. Yang tak kalah seru, fenomena keberadaan influencer saham melalui public figure yang memamerkan atau mempromosikan hasil investasi saham terbaik vesi mereka. Membuat beberapa anggota masyarakat jadi semakin terbuai untuk sesuatu hal yang belum pasti. 

Modalnya cuma ikut-ikutan. Kena jebakan betmen dari artis atau public figure yang pamer cuan saham. Mereka berinvestasi dengan bermodal nafsu. Nafsu serakah, mau mendapat penghasilan besar dalam waktu sesingkat-singkatnya, tanpa melalui pemahaman, perhitungan, dan  analisis mendalam terhadap investasi saham yang ditawarkan.

Sempat viral kan, di media sosial beberapa investor yang mengalami kerugian besar dalam investasi saham,  gegara saham jagoannya ambles. Lebih parahnya lagi, modal investasi tersebut hasil dari utang dan gadai aset. Di saat nasi sudah menjadi bubur, yang terjadi adalah  penyesalan. Bukan pusing memikirkan uang yang hilang karena saham, tetapi pusing setiap saat mencari cara untuk membayar utang dan bunganya.

 

Boleh Tidak, Investasi Saham Lewat Utang?

Buat yang bertanya, sebenarnya investasi saham pakai utang boleh tidak sih? Kalau dari daya.id sih tidak menganjurkan ya, akan tetapi bagi Anda yang masih merasa percaya diri menggunakan utang, perhatikan 3 hal di bawah ini terlebih dahulu.

 

1.    Hindari FOMO

FOMO  atau Fear of Missing Out, istilah yang sedang naik daun. Sebuah perasaan yang membuat seseorang takut tertinggal dalam segala hal. Misalnya takut ketinggalam promo saham-saham para celebrities terkenal, yaitu ada promo konten di media sosial Kaesang Pangarep, Raffi Ahmad, dan Ari Lasso sedang dapat cuan gede dari saham-sahamnya.  Karena promo itu Anda merasa juga harus membeli saham yang sama agar ikut untung berlipat juga. 

Sayangnya, ya, banyak orang kehilangan kesadaran bahwa  kita bukan “sultan” seperti mereka. Uang yang kita miliki pas-pasan, tetapi FOMO yang dimiliki ketinggian. Bela-belain utang demi investasi saham terbaik versi para celebrities.

Begitu pakai duit hasil utang, harga sahamnya malah pas jatuh. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Bukannya jadi tambah kaya, justru tambah melarat.

 

2.    Biasakan analisis potensi kerugiannya

Apapun jenis investasinya, baik itu  deposito,  emas,  saham, reksadana, peer to peer lending hingga properti. Bedah secara mendalam, kaji baik-baik, jangan emosi dan buru-buru.

Jangan melulu fokus keuntungan saja namun analisis juga dong potensi kerugiannya. Kenapa ? karena sekecil apapun, investasi memiliki potensi rugi. Anda tidak mau melakukan analisis, sama saja seperti penjudi yang hanya mengandalkan hoki saja,

 

3. Pastikan keuntungan lebih besar dari bayar utang

Bila Anda benar-benar yakin mau investasi saham dengan utang, pastikan keuntungannya harus lebih tinggi daripada cicilan dan bunga utang. Sehingga keuntungan itu bisa buat bayar utang. Jadi jangan malah lebih rendah, itu artinya Anda nombok dong. 

Trading saham dengan utang boleh saja,  asalkan seseorang bisa mendapatkan hasil minimal dua kali lipat dari hasil modal pinjaman yang ada. Ingat juga ya, investor harus memahami valuasi harga saham (kewajaran) terlebih dahulu sebelum membeli instrumen investasi tersebut. Bila Anda memilih utang jangka pendek, perhatikan bunganya, tentu bakal lebih besar dibanding utang dengan tenor panjang. Balik lagi, disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Baca Juga:  Cara Bermain Saham untuk Pemula agar Terhindar dari Kerugian

Nah, apabila Anda merasa bisa memenuhi 3 (tiga) syarat di atas lanjutkan. Bila tidak, Kembali pikirkan hal ini baik-baik:
 

  • Investasi saham adalah investasi jangka panjang serta penuh ketidakpastian. Harga saham mudah naik dan turun dalam waktu singkat. Menggunakan utang memiliki risiko tinggi sekali, karena investasi kita belum sempat naik, tapi harus membayar bunga. Jadi investasi menggunakan utang cenderung merugi. 
  • Apabila hasil penjualan atau pencairan investasi Anda belum menutup utang, ya mau tidak mau, Anda  harus fokus mencari penghasilan lain demi membayar utang. Apakah itu cari kerja sampingan, gadai atau jual aset atau menjual portofolio investasi Anda untuk menghindari kerugian lebih besar.
  • Warren Buffett, investor paling ternama di dunia asal Amerika Serikat, menyarankan agar jangan pernah berinvestasi saham dengan berutang. Sebab tidak ada pihak yang mampu dengan pasti meramal pergerakan harga saham jangka pendek. 
  • Terlebih menyaksikan terjadinya penurunan nilai aset saham dan mengalami kerugian,  akan berpengaruh buruk bagi kesehatan mental, sebab menimbulkan efek kecemasan, stress, dan depresi. Keputusan investasi yang baik tidaklah berlandaskan emosi (nafsu, tidak mau kalah, ingin cepat-cepat kaya). Menurut Warren apabila kita tidak mampu mengendalikan emosi, maka kita akan tidak dapat mengelola uang kita dengan baik.
  • Berinvestasi saham lebih baik menggunakan uang menganggur. Uang yang berasal dari sisa setelah Anda memenuhi kebutuhan pokok dan kewajiban jangka pendek.


Baca Juga: Tahapan Lengkap Panduan dan Cara Investasi Saham

Kesimpulannya, banyak investor pemula, yang kini justru terjebak utang setelah membeli saham. Mereka kurang berpikir dengan cermat bahwa harga saham itu sangat fluktuatif di tengah kondisi yang tak pasti. Tatkala harga saham tiba-tiba sedang turun, maka rugilah yang dialami. Mereka kini juga harus memenuhi kewajiban ditambah bunga atas pinjaman mereka.

Jadi investasi saham terbaik bukan lewat utang. Ya, lebih baik hindari berutang dengan tujuan investasi saham. Dengan begitu Anda dapat terhindar dari risiko-risiko negatif. Investasi sebaiknya menggunakan dana nganggur.

Nah, apabila Anda masih bingung atau mau mencari informasi lebih jauh soal investasi, utang dan sebagainya, Anda dapat bertanya langsung dengan para ahlinya di fitur Tanya Ahli. Silakan daftarkan diri Anda terlebih dulu.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

6 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Serise Yan Royaperdana

30 November 2023

👍

Balas

. 0

Hery Hariyadi

04 Januari 2023

👍

Balas

. 0

M Ridwan Faza

16 Desember 2022

Good👍

Balas

. 0

Rudi haryono

22 Agustus 2022

mantap

Balas

. 1

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Dian Savitri

Perencana Keuangan Pribadi

1 dari 10 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS