Dirilis

10 Pebruari 2020

Penulis

Majalah Franchise Indonesia

Bisnis franchise atau waralaba memang menggiurkan sebagian orang. Karena waralaba acap kali dianggap menjadi jalan pintas yang menguntungkan bagi wirausahawan newbie, atau bagi mereka yang ingin sekedar memperlebar suatu usaha.

Walau kita sering mendengar kelebihan dan respon-respon positif akan konsep usaha franchise, namun ada saja yang merasa tertipu dan akhirnya kapok berwirausaha. Hmm, kenapa ya?

Oke, sebelum lebih lanjut kita pasti tidak asing dengan istilah lebih cepat, lebih baik. Istilah ini mungkin sah-sah saja diterapkan pada bidang tertentu, tapi kurang tepat jika kita  berlakukan pada kegiatan wirausaha, khususnya waralaba.

Karena ingin cepat-cepat memperoleh profit, banyak dari franchisee yang tergopoh-gopoh dan terlena akan tawaran-tawaran para franchisor, sehingga salah pilih atau merasa di PHP-in oleh oknum franchisor. Kalau sudah seperti ini, apa yang Anda dapatkan? Bukan untung yang didapat, melainkan kerugian.

Nah, ada satu langkah wajib yang harus Anda lakukan agar tidak menjadi korban selanjutnya, yaitu melakukan investigasi pada merek franchisor yang ingin dibeli.



Memeriksa ‘Franchise’ yang Cocok
Ibarat kompetisi olahraga, pada tahap investigasi ini, Anda akan melakukan proses penyisihan sampai menemukan franchise yang cocok. Tidak menutup kemungkinan Anda bisa saja bertemu franchise yang tepat pada kesempatan pertama, namun itu  jarang terjadi.

Jadi bisa dibilang, menemukan kecocokan dengan franchisor itu susah-susah gampang serta membutuhkan banyak waktu dan upaya. Dalam melakukan investigasi ini, setidaknya ada 5 hal yang perlu Anda perhatikan. Yuk kita lihat apa saja itu:

1. Pahamilah Informasi Umum
Franchisor akan mulai dengan menyediakan berbagai informasi perusahaan kepada Anda, melalui brosur maupun lainnya. Mereka kemudian akan menanyakan kepada Anda tentang informasi yang mereka sediakan. Dan meminta Anda mengisi atau menjawab beberapa pertanyaan untuk mengetahui karakteristik umum yang Anda cari. Tujuannya, melakukan pertukaran informasi ke masing-masing pihak. Apabila masih saling tertarik, yang akan diproses ke langkah selanjutnya.

2. Periksalah Dokumen Franchise
Pastikan Anda paham dengan baik perusahaan yang Anda bidik, dengan mencari sebanyak mungkin informasi penting, antara lain:
  • Sejarah perusahaan tersebut dan pendiri serta para direksinya
  • Deskripsi bisnis yang lengkap kenapa di-franchise-kan
  • Semua cost dan fee yang akan dibebankan kepada Anda di bawah perjanjian
  • Semua kewajiban dan hak masing-masing pihak selama masa perjanjian berlaku
  • Semua yang berhubungan dengan perkara perusahaan atau para pelakunya
  • Semua kegagalan bisnis, perpindahan kepemilikan, term-term perjanjian franchise, atau informasi terkait kesuksesan dari unit-unit existing di dalam system
  • Audit laporan financial perusahaan setidaknya tiga tahun terakhir
  • Daftar existing franchisee beserta kondisi terkininya
  • Salinan dokumen  perjanjian  secara lengkap.


3. Galilah Informasi Lewat Franchisee
Kebanyakan sumber informasi yang paling akurat adalah dari existing franchisee. Apapun yang Anda temukan yang berlaku pada existing franchisee, secara pasti akan berlaku juga kepada Anda jika jadi investor. Kunjungi mereka untuk meyakinkan Anda. Lebih dulu, Anda  harus  menemukan apakah kebanyakan franchisee merasa happy dan supportive. Kadang-kadang sebagian tidak begitu. Dengarkan sejumlah komplain, tetapi juga tentukan apa yang membuat franchisee ini berbeda dengan yang lainnya. Jika Anda bisa mengidentifikasi secara positif dan objektif, selanjutnya Anda akan baik-baik saja. Jika Anda menemukan diri Anda merasa seperti kebanyakan franchisee yang tidak happy, bisa dipastikan usaha franchise tersebut tidak tepat buat Anda.
Berikut daftar hal-hal penting terkait bisnis franchise yang perlu Anda telusuri selama proses pencarian:
  • Program pelatihan. Seberapa baik program training pendahuluan dan dukungan persiapan kepada franchisee untuk membuka dan menjalani bisnisnya?
  • Support pembukaan. Seberapa mudah franchisor mendapatkan unit pertama dibuka dan dioperasikan?
  • Ongoing Support. Seberapa efektif support yang berkelanjutan dari franchisor dalam membantu franchisee dalam menangani problem setiap hari di dalam menjalankan bisnisnya?
  • Program pemasaran. Kebanyakan franchisor mengumpulkan dana untuk kegiatan marketing dari setiap franchisee. Apakah para franchisee merasakan adanya support dari kegiatan pemasaran tersebut?
  • Hubungan franchisor-franchisee. Apakah franchisor cukup supportive, fokus meraih sukses, responsif, efektif, organized dan dapat dipercaya?
  • Investasi. Apakah nilai investasi yang dibebankan sangat masuk akal?
  • Penghasilan. Hal ini sangat kritis dan perlu sense yang kuat untuk melihat profit yang bisa dihasilkan. Berapa banyak yang bisa diberikan? Seberapa cepat produk yang dimiliki bisa mendulang uang setelah pembukaan. Berapa lama periode BEP (break event point) bisa dicapai secara umum?

4. Temuilah Franchisor
Ketika proses pencarian, Anda pasti ingin bertemu secara personal dengan orang kunci di perusahaan franchise. Boleh jadi Anda akan ketemu banyak orang yang menjadi staf kunci. Oleh karenanya yakinlah bahwa untuk dapat berbisnis dengan mereka, Anda harus lebih terbuka dengan rencana Anda membuka bisnis. Hal yang wajar bila Anda mengharapkan bertemu presiden dari perusahaan itu, namun dia tidak akan menjawab telepon ketika Anda menghadapi persoalan. Temui secara langsung siapa yang menyediakan operation support dan pelatihan kepada Anda, dan dapatkan opini dari mereka yang kompeten.  Ingatlah dan catat beberapa pertanyaan atau isu yang mungkin Anda temukan atau khawatirkan, agar bisa ditanyakan langsung.

5. Buatlah Keputusan
Barangkali waktu yang Anda butuhkan selama proses investigasi memakan waktu empat minggu. Selanjutnya, waktunya untuk memutuskan jika perusahaan itu tepat untuk Anda atau tidak. Pada kasus lain, inilah waktunya membuat keputusan dan segera bergerak. Jika perusahaan tersebut memiliki semua yang Anda inginkan, maka lanjutkanlah. namun jika tidak, tinggalkan dan cari lagi sampai Anda menemukan  perusahaan franchise yang tepat.

Nah, itu tadi 5 hal yang perlu Anda perhatikan dalam  memilih franchise melalui investigasi.  Anda tidak mau kan, rugi sebelum memulai? Jadilah pengusaha yang cermat dalam melihat peluang. Jika Anda masih galau atau bingung seputar franchise alias waralaba, Anda bisa memanfaatkan fitur Tanya Ahli di daya.id untuk menemukan solusi.

“Risiko datang dari ketidaktahuan Anda ketika melakukan sesuatu”
(Warren Buffett)

Sumber:

Majalah Franchise Indonesia

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Rofian Akbar

Pakar Waralaba

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS