Dirilis

16 Oktober 2021

Penulis

Wulan

Agar bisa tetap bertahan di tengah kondisi sulit sekarang diperlukan tips-tips usaha yang jitu. Termasuk untuk usaha cetak undangan yang cukup merasakan imbas pandemi Covid-19. Bagaimana tidak, sejak pandemi melanda maka acara-acara seperti pernikahan, sunatan dan sebagainya sangat dibatasi dan membuat percetakan undangan juga mengalami penurunan omzet yang sangat tajam.

Namun bagaimanapun undangan tetap dibutuhkan dan Anda harus memiliki keyakinan bahwa pandemi ini tidak berlangsung selamanya. Ketika pandemi usai maka usaha percetakan undangan akan bangkit kembali seiring dengan diperbolehkannya penyelenggaraan acara-acara tersebut. Yang diperlukan sekarang adalah jurus jitu untuk bisa menyesuaikan diri dengan kondisi sulit saat ini.

6 Tips Sukses Membuka Usaha Percetakan Undangan

Kondisi pandemi sebaiknya tidak menyurutkan niat untuk membuka sebuah usaha apalagi makin banyak saja PHK yang dilakukan perusahaan. Bagaimanapun membuka usaha sendiri merupakan tindakan antisipatif jika sudah tidak bekerja lagi di perusahaan tertentu dan menerima gaji setiap bulan. Inilah beberapa tips usaha cetak undangan yang bisa Anda ikuti:

1. Cari Tahu Besaran dan Siapkan Modalnya

menyiapkan modal usaha cetak undangan


Memulai sebuah usaha artinya Anda harus siap keluar modal. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu berapa kisaran modal untuk membuka usaha percetakan undangan tersebut. Modal dalam hal ini bukan hanya uang saja melainkan juga peralatan dan sumber daya manusia terutama kalau Anda memang awam di bidang tersebut.

Gambaran rincian besarnya modal usaha percetakan yaitu :

▪    Mesin cetak               : Rp. 10.000.000
▪    Komputer                  : Rp.   5.000.000
▪    Pemotong kertas        : Rp.   5.000.000
▪    Tinta cetak                : Rp.   1.500.000
▪    Mesin laminating        : Rp.  2.000.000
▪    Kertas                       : Rp.  2.000.000
▪    CD aplikasi corel dll     : Rp.     500.000
▪    CD program desain     : Rp.     500.000
▪    Etalase                      : Rp.     500.000 +
▪    Total                         : Rp. 27.000.000

Perhitungan modal tersebut bisa lebih rendah jika beberapa barang Anda tidak membeli baru atau sudah memilikinya. Bisa juga lebih tinggi tergantung pada kebutuhan Anda.

2. Jadikan Pesaing sebagai Mitra

Di masa pandemi ini agar bisa mendapatkan banyak konsumen Anda harus mempunyai nilai lebih. Salah satu caranya adalah dengan menggandeng pesaing sebagai mitra. Pelajari semua hal yang bisa didapatkan dari mereka seperti pengetahuan tentang jenis-jenis kertas yang digunakan, supplier yang murah dan sebagainya.

3. Pelajari Proses Pencetakan

Sebagai pemilik usaha sebaiknya Anda mengetahui bagaimana proses yang dijalankan dalam bisnis tersebut. Jadi kalau Anda membuka usaha percetakan undangan pelajari dan ketahui juga bagaimana prosesnya dari awal sampai akhir. Tujuannya adalah agar Anda mengetahui keahlian seperti apa saja yang dibutuhkan agar usaha tersebut bisa sukses.

4. Buat Bisnis Plan

buat bisnis plan usaha cetak undangan


Mengingat modal yang harus tersedia untuk membuka usaha percetakan mungkin Anda membutuhkan investor. Nah, kalau begitu Anda harus membuat bisnis plan untuk menarik dan menggandeng investor. Tidak perlu bisnis plan yang kompleks, Anda bisa membuat yang sederhana saja yang penting bisnis plan tersebut memuat beberapa poin penting seperti berikut:

a.    Visi dan Misi usaha

b.    Deskripsi usaha dan produk

c.    Keunikan usaha yang ditawarkan  

d.    Analisa pasar

e.    Rencana pemasaran dan promosi

f.    Analisa SWOT (strength, weakness, opportunity, and threats)

g.    Rencana pemasukan dan pengeluaran termasuk juga modal

5. Tentukan Lokasi Usaha

Meski di tengah pandemi dan pembatasan untuk keluar rumah masih berlaku, namun lokasi untuk usaha cetak undangan tetap penting untuk disiapkan. Sebab, lokasi dan tempat usaha akan berfungsi sebagai kantor dan pusat kegiatan untuk usaha cetak undangan yang Anda lakukan. Usaha percetakan undangan bisa Anda dirikan di lokasi yang dekat dengan perumahan ataupun perkantoran misalnya.

Usahakan untuk mencari lokasi yang mudah ditemukan oleh konsumen. Tidak lupa juga untuk menerapkan protokol kesehatan pada kantor dan lokasi usaha cetak undangan. Contohnya seperti himbauan untuk memakai masker dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasuki tempat cetak undangan, dan mewajibkan menjaga jarak untuk para konsumen. Dengan begitu, usaha bisa dijalankan dengan baik meski di tengah pandemi.

6. Lakukan Promosi

Buatlah orang lain mengetahui tentang usaha Anda tersebut dengan melakukan promosi. Beberapa cara promosi bisa Anda lakukan misalnya dengan membagikan brosur, memasang iklan di media sosial dan sebagainya. Promosi melalui media sosial seperti instagram dan facebook juga bisa menjadi pilihan efektif untuk semakin memperluas jangkauan pasar dari usaha cetak undangan yang Anda miliki.

Meskipun belum seramai sebelum masa pandemi namun usaha cetak undangan sebenarnya tidak pernah mati. Meskipun jumlahnya banyak berkurang tapi masih selalu ada orang yang membutuhkan undangan untuk acara-acara tertentu. Anda juga bisa berkonsultasi dengan praktisi & trainer usaha dari Daya.id seputar cara merintis usaha cetak undangan selengkapnya.

Untuk informasi lain terkait tips usaha maupun produk keuangan lainnya. Anda bisa membacanya di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

4.9

10 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Jemmi panggabean

09 November 2021

👍

Balas

. 0

Jemmi panggabean

09 November 2021

👍

Balas

. 0

Agung subangkit

09 November 2021

Mantab

Balas

. 0

Muhamad Trimanto

08 November 2021

Bagus

Balas

. 0

Agung subangkit

06 November 2021

Informasinya detail

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS