Dirilis

22 April 2019

Penulis

Daya Digital

Jika ingin menemukan rekan yang tepat untuk berkolaborasi, mulailah dengan datang ke pertemuan komunitas dan berbincang bersama orang-orang yang punya tujuan sama seperti Anda. Misalnya Anda memiliki ide untuk mengembangkan bisnis secara digital, maka sering-sering datang ke acara bertema digital marketing. Jangan lupa, berbaurlah.
 
Berbaur artinya Anda menggunakan kesempatan berbincang secara personal bersama pembicara atau peserta yang datang ke pertemuan. Biasanya sebelum acara, di waktu rehat, atau setelah acara.

“Dengan datang ke pertemuan yang sesuai objective Anda, berarti Anda sudah ada di satu ekosistem yang tepat,” kata Riki Sonjaya, Direktur Operasional Young On Top (YOT). “Tinggal bagaimana membangun networking di sana. Kesempatan untuk berbaur, harus dipergunakan sebaik-baiknya.”

Baca juga: Membangun networking tapi takut datang ke acara komunitas sendirian?

Pastikan Anda meninggalkan jejak di pertemuan itu, agar peluang kolaborasi terjaga. Maksudnya, Anda perlu saling memberikan kartu nama, nomor telepon, alamat e-mail, akun media sosial, atau referensi kontak lainnya kepada rekan diskusi. Jadi, saat butuh sesuatu, masing-masing tahu harus menghubungi ke mana.
 
Riki memberi contoh. Satu kali dia mengikuti sebuah acara dan berkenalan dengan seorang pendiri startup layanan kesehatan. Mereka saling meninggalkan jejak. Siapa sangka, dari perbincangan singkat di acara itu, mereka akhirnya bisa berkolaborasi membangun sebuah startup aplikasi baru. “Startup-nya sampai sekarang masih ada,” kata dia.

 
Mungkin Anda Perlu Menjadi Pihak yang Memulai Inisiatif
Bicara soal hubung-menghubungi, cara lain yang bisa dilakukan untuk menjalin kolaborasi adalah dengan mencari kontak orang atau komunitas yang mungkin bisa membantu mengembangkan bisnis Anda, lalu menghubunginya.
 
Misalnya, satu kali Anda melihat katalog berisi kerajinan tenun hasil program pemberdayaan tim Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON). Lalu Anda tertarik untuk berkolaborasi dengan salah seorang anggotanya. Kenapa Anda tidak mencari data kontak orang tersebut lalu menghubungi dia? Boleh dong? “Boleh,” kata Sylvie Arizkiany Salim, S.Sn., M.Ds., Ketua Koperasi Karya IKKON Bersama (KOPIKKON).

Lihat juga: Produk terpilih hasil karya nasabah BTPN

IKKON sendiri sebenarnya adalah program kolaborasi yang dikembangkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia. Anggotanya adalah pelaku kreatif profesional, berasal dari 13 latar belakang berbeda (desainer, antropolog, business developer, dan lainnya), dan dipilih melalui proses seleksi. Para anggotanya akan berkolaborasi mengerjakan proyek kreatif selama 4,5 bulan di daerah tertentu. Di akhir proyek, mereka akan mengadakan pameran hasil kolaborasi.
 
Dalam pengerjaannya, tim IKKON akan bekerjasama lagi dengan masyarakat dan pelaku usaha di daerah tujuan. Biasanya inisiatif kerjasama datang dari tim ini. Tapi seperti kata Sylvie tadi, Anda boleh kok menghubungi mereka. Atau bahkan menghubungi salah satu dari anggotanya, untuk berkolaborasi secara personal. Karena sebenarnya para profesional itu adalah pekerja independen.
 
Nah, saran untuk Anda, jika ingin berkolaborasi, tidak ada salahnya menjadi pihak yang memulai inisiatif.


Bangun Kolaborasi dengan Niat Saling Berbagi, Saling Belajar
Cara tim IKKON menjalin kolaborasi dengan masyarakat lokal mungkin bisa juga Anda jadikan inspirasi. Begini. Setelah mereka mendapat referensi daerah untuk menjalankan proyek, tim akan menggali latar belakang, tradisi, budaya, dan informasi lain terkait kearifan lokal. Mereka mewawancarai masyarakat, pelaku usaha, dan maestro budaya setempat.
 
Pertanyaannya, untuk apa mewawancarai orang-orang itu, bahkan ada yang bukan pelaku usaha? Untuk menemukan ide baru. Karena orang-orang itu bisa jadi mengetahui sesuatu yang tidak Anda ketahui. “Kolaborasi dibangun dengan niat untuk berbagi, saling belajar. Desainer tidak bisa bilang paling pintar. Pengrajin juga punya pengetahuan turun-temurun dan pengalaman yang tidak dipelajari di bangku sekolah,” kata Sylvie.
 
Seperti saat tim IKKON mengerjakan proyek batik di Brebes. Dari proses kolaborasi itu, tim berhasil mengembangkan sebuah desain baru yang kini populer disebut batik Salem.

Jadi, jika Anda butuh ide baru, coba berbincang dengan masyarakat dan maestro di bidangnya.


Baca juga: 4 Cara Sukses Menghadapi Perkembangan Zaman


Langkah selanjutnya yang dilakukan tim IKKON dalam proses kolaborasi adalah menuangkan desain menjadi produk dagang. “Implementasinya bisa macam-macam,” kata Sylvie. Untuk proyek batik Brebes, IKKON menjalin kolaborasi dengan 30 pelaku usaha. “Kami datang ke pengrajin batik lokal, mengenalkan desain dan konsep, mengajarkan cara membuat motif, dan mengenalkan produk yang bisa dihasilkan.” Alhasil, dari yang biasanya hanya menghasilkan produk jarik, para pelaku usaha itu lalu mampu menghasilkan 34 variasi produk yang bisa dimanfaatkan untuk dunia pariwisata, termasuk untuk hotel.
 
Makanya, jika Anda sudah punya ide, cobalah berkolaborasi bersama mereka yang bisa mengerjakannya menjadi sebuah produk bernilai jual.


Percayalah, Mimpi Besar Tidak Bisa Dikerjakan Sendiri
Setelah membaca cerita di atas, menjalin kolaborasi sepertinya menjadi hal yang mudah, ya. Tapi sebenarnya tidak juga. Riki dan Sylvie sama-sama pernah menghadapi tantangan, dalam hal menemukan rekan yang tepat dan mengajak rekan itu untuk terus bergerak.
 
Saran Riki, jangan menghabiskan waktu untuk orang yang tidak mau diajak bergerak. “Anda hanya bisa mengajak orang yang mau saja. Jangan fokus kepada orang yang tidak mau. Orang yang di tengah jalan menyesal, atau menolak duluan. Ya sudah. Saya tidak akan mendukung orang yang tidak mau bergerak,” tegasnya.
 
Yang penting, tetap datang ke pertemuan yang sesuai dengan tujuan Anda, berbaur, dan tinggalkan jejak. Cari kontak dan hubungi orang atau komunitas yang mau Anda ajak berkolaborasi. Karena kolaborasi telah menjadi sesuatu yang penting di dunia bisnis saat ini. Kolaborasi bisa membuka peluang bagi bisnis Anda untuk menjadi lebih besar. Seperti kata Andrie Darusman, Daya & Corporate Communication Head Bank BTPN, “Kita harus sadar, untuk menciptakan sesuatu yang besar, kita tidak bisa bekerja sendirian.”
 
Ayo berkolaborasi!

Sumber:

Daya & Corporate Communication Head Bank BTPN Andrie Darusman, Ketua Koperasi Karya IKKON Bersama Sylvie Arizkiany Salim, S.Sn., M.Ds., Direktur Operasional Young On Top Riki Sonjaya

Penilaian :

4.8

5 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS