Dirilis

31 Januari 2022

Penulis

Tasya Aprilia Djuandita

Semakin berkembangnya teknologi, perkembangan internet juga semakin pesat. Semua orang mulai bertransisi dari konvensional ke digital, khususnya dalam berbelanja. Berbelanja di zaman dulu Anda harus berkunjung ke toko offline untuk bertransaksi, sedangkan zaman sekarang makin banyak cara belanja yang variatif menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Namun, hal tersebut ditanggapi berbeda oleh beberapa kelompok umur. Ada di antara mereka yang cepat beradaptasi, ada pula yang lambat akan beradaptasi. Meskipun teknologi sudah maju, hal tersebut tetap berpengaruh pada bagaimana cara masing-masing generasi mencari informasi sebelum melakukan pembelian hingga ke tahap transaksi. Apa saja perbedaan cara berbelanja dari setiap generasi? Dan bagaimana pebisnis menyikapinya? Simak penjelasannya di bawah ini!

 

Perbedaan Generasi X, Y, dan Z dalam Berbelanja


Setiap generasi tentunya mempunyai perspektif yang berbeda-beda, mulai dari perbedaan dalam budaya, daya tarik, dan lain-lain. Terdapat juga hal lain yang memiliki perbedaan perspektif dari setiap generasi, yaitu bagaimana cara mereka berbelanja online. Perbedaan perspektif ini tentunya mempengaruhi efektivitas marketing karena preferensi setiap generasi sangat beragam. Jika brand Anda ingin menargetkan generasi tertentu, maka Anda perlu mengetahui perilaku dari masing-masing generasi. 

Berikut penjelasan perilaku berbelanja dari setiap generasi.

 

1.    Generasi X (1965 – 1980) 

Generasi yang satu ini terkadang sering dilupakan karena posisinya berada di tengah-tengah Baby Boomers dan Millenials.  Generasi X dinilai sebagai generasi yang paling berwawasan luas dan kritis ketika berbelanja. Mereka selalu melakukan riset terkait produk yang akan mereka beli. 

Biasanya mereka melakukan pencarian informasi terkait produk yang mereka ingin beli di mesin pencarian seperti Google. Mereka juga memanfaatkan ulasan-ulasan yang bersebaran di situs internet ataupun di media sosial, untuk mendapatkan informasi lengkap terkait produk yang akan dibeli. Jika mereka menemukan ulasan negatif dari produk yang ingin mereka beli, kemungkinan besar mereka akan mengurungkan niatnya untuk melakukan transaksi.

Meskipun generasi ini mendekati generasi Baby Boomers yang dikenal sebagai generasi tua dan tidak melek teknologi, Generasi X sangat suka berbelanja online. Berdasarkan hasil riset KPMG International, mereka menemukan bahwa generasi X suka berbelanja online sering dibandingkan dengan generasi lainnya. 

Jika Anda ingin menargetkan generasi X pada target pasar brand Anda, berikan informasi terkait produk secara lengkap dan transparan. Seperti memberikan informasi terkait kualitas, deskripsi produk, cara penggunaan, dan bagaimana merawatnya (jika produk Anda barang).

 

2.    Generasi Y atau Millenilas (1981 – 1997)


Jika ada iklan yang terlalu menonjolkan produknya, generasi ini akan memandangnya sebelah mata. Cara terbaik untuk menggaet Millenials adalah dengan melakukan pendekatan human touch dalam segala bentuk promosi brand Anda. Generasi ini lebih menyukai dan mempercayai word-of-mouth marketing yang datang dari ucapan rekan atau keluarga mereka.

Berbeda dengan generasi X, Millenials justru lebih menyukai berbelanja offline karena memberikan mereka kebebasan dalam memilih produk. Namun, Millenials tetap suka melakukan riset secara online terkait produk yang mereka akan beli. Mereka suka melihat ulasan-ulasan yang tersebar di internet, khususnya di media sosial.

Jika Anda ingin menargetkan generasi ini dalam target pasar brand Anda, maksimalkankah strategi marketing yang lebih authentic seperti kembangkan User-Generated Content dan Influencer Marketing.

 

3.    Generasi Z (1998 – 2010)

Serupa dengan Millenials, generasi Z suka berbelanja secara offline sebagai bentuk kegiatan sosial bersama rekan-rekannya. Namun, generasi ini merupakan salah satu generasi yang paling sering memanfaatkan gadget untuk melakukan riset terhadap produk yang ingin mereka beli. Generasi Z yang dikenal sebagai generasi melek teknologi ini biasanya mencari produk secara online namun membelinya di toko offline dengan tujuan, hangout bersama rekan-rekannya.

Cara menggaet Generasi Z jika Anda ingin menjadikan mereka sebagai target pasar brand Anda yaitu Anda perlu meningkatkan interaktivitas brand Anda terhadap pelanggan di platform online yang brand Anda miliki, salah satunya seperti media sosial. Generasi ini juga menyukai kemudahan dalam berbelanja, salah satu contohnya dengan memberikan layanan pendukung seperti Cash on Delivery (COD).

Itu dia perilaku dari masing-masing generasi dalam berbelanja. Jika Anda masih mencari generasi mana yang cocok sebagai target market Anda, semoga penjelasan di atas bisa membantu Anda! Memahami perilaku berbelanja setiap generasi juga dapat mengembangkan brand Anda dengan melakukan pendekatan dengan generasi yang Anda targetkan sehingga mereka tertarik dengan produk yang Anda tawarkan.

Baca juga: Cara Memahami Perilaku Konsumen yang Benar dan Mudah

Untuk informasi lain terkait tips usaha maupun produk keuangan lainnya. Anda bisa bertanya kepada praktisi UMKM di Tanya Ahli. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS