Dirilis

16 Januari 2021

Penulis

Tim Penulis Daya

Seperti yang kita tahu, ada banyak jenis tanaman hias yang bisa menjadi ladang bisnis yang menguntungkan. Berbisnis tanaman hias bisa dimulai dari rasa suka Anda pada menanam serta merawat tanaman hias, kemudian hasilnya dijual kembali. Jenis usaha atau bisnis ini memang harus ditekuni dengan sabar dan telaten.
Dalam menjalankan sebuah bisnis dibutuhkan sikap yang konsisten sehingga kendala apapun yang dihadapi nantinya tidak akan membuat usaha Anda selesai. Sama halnya dengan berbisnis di bidang tanaman hias ini. Anda harus menekuninya dengan baik dan menjalankan bisnis ini dengan strategi khusus.
 

Cara Berbisnis Tanaman Hias dengan Hasil Menguntungkan untuk Pemula

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam memulai bisnis tanaman hias supaya hasilnya lebih optimal dan menguntungkan:

 

1. Perbanyak Pengetahuan Tentang Tanaman Hias

Pengetahuan tentang usaha yang Anda jalankan adalah kunci dari keberhasilan usaha Anda. Sebaiknya Anda mengetahui dengan jelas tentang tanaman hias. Misalnya bagaimana cara menanam atau merawatnya supaya tanaman bisa tumbuh dengan subur. Setidaknya Anda memiliki pengetahuan dasar dari tanaman hias tersebut. Mencari info sebanyak-banyaknya tentang tanaman hias. Bisa dengan bertanya pada orang yang ahli atau bisa juga mencari sumber melalui internet.

 
 

2. Menentukan Jenis Tanaman Hias yang Akan Dibudidayakan




Lakukan survey terlebih dahulu untuk memilih jenis tanaman hias yang nantinya akan Anda budidayakan. Contohnya jenis tanaman hias apa yang sedang trend saat ini atau tanaman hias yang cocok ditanam di lingkungan sekitar tempat Anda tinggal. Apabila Anda tinggal di tempat atau lokasi yang panas sebaiknya jangan memilih jenis tanaman yang hanya cocok hidup di tempat yang dingin. Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan matang untuk memilih jenis tanaman hias apa saja yang akan dijual.

 
 

3. Tentukan Tempat atau Lokasi Usaha

Pilih lokasi yang akan Anda jadikan tempat untuk berbisnis tanaman hias tersebut. Pilih juga daerah yang ramai, di pinggir jalan raya atau dekat dengan tempat-tempat umum. Jika Anda belum memiliki modal untuk menyewa atau membeli tempat untuk berjualan, Anda bisa memanfaatkan halaman rumah Anda.

 
 

4. Utamakan Faktor Keamanan

Tanaman hias sering dijadikan objek benda yang dicuri oleh tangan-tangan jahil. Apalagi jika nilai jual dari tanaman itu cukup tinggi. Maka pastikan kembali Anda memantau keamanan pada lokasi bisnis tersebut. Jangan sampai tanaman hias di tempat Anda berjualan dicuri oleh maling.

 

5. Gunakan Sarana Prasarana Penunjang




Sarana dan prasarana yang dibutuhkan di tempat Anda menjual tanaman misalnya meliputi ruangan untuk menyimpan tanaman-tanaman bibit, ruangan untuk parkir, ruangan untuk display tanaman hias, ruangan untuk menyimpan tanaman hias dan sebagainya.

 
 

6. Proses Pemasaran

Faktor pemasaran juga penting sekali. Pastikan Anda mempromosikan tanaman hias yang Anda jual baik secara online maupun offline. Berikan informasi yang tepat mengenai jenis-jenis tanaman hias apa saja yang Anda jual, harga promo, harga penawaran dan lain sebagainya.
Itulah beberapa langkah awal dalam berbisnis tanaman hias ini. Pada intinya, mulailah bisnis ini dengan menguasai pengetahuan tentang tanaman hias terlebih dahulu, kemudian tentukan jenis tanaman, pilih lokasi yang strategis, siapkan peralatan penunjang, dan yang terakhir lakukan pemasaran secara optimal. Anda juga bisa langsung berkonsultasi dengan praktisi dan trainer agribisnis sebelum menjalankan usaha ini agar perencanaan usaha yang Anda miliki bisa lebih matang.

Untuk informasi lain terkait tips usaha maupun produk keuangan lainnya. Anda bisa membacanya di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Aliah Abdullah

02 Maret 2021

Wah pas banget infonya dengan kondisi saat ini...thanks ya daya.id

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS