Dirilis

10 Agustus 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Kasus kurangnya perlindungan privasi pengguna Facebook memang ramai dibicarakan. Kasus yang sudah muncul sejak tahun 2016 tersebut membuat orang-orang sadar akan tidak adanya keamanan yang bisa melindungi mereka di dunia maya. Tapi sebenarnya, apa hal ini sangat buruk? Apa yang sebaiknya Anda lakukan?

Fitur yang Mampu Mengumpulkan dan Menyimpan Informasi Pribadi Anda

Meski sudah dikatakan telah diturunkan, namun Facebook sempat memiliki sebuah fitur yang mengumpulkan semua informasi pribadi Anda. Termasuk yang tak bisa dilihat oleh orang sekalipun. Mark Zuckerberg selaku pemilik dan pengembang Facebook mengaku sudah menangguhkan fitur tersebut, namun data yang sudah telanjur diambil tidak tahu bagaimana nasibnya. Facebook dikatakan memiliki data hingga 87 juta orang di dunia.

Apakah Seburuk Itu?

Bagi beberapa orang, tentu iya. Hal ini berarti apa pun yang Anda lakukan di internet bisa diketahui oleh Facebook. Termasuk dengan apa saja yang Anda cari dan data apa saja yang dimasukkan. Bila Facebook memiliki niat, tentu mereka bisa menjual data Anda pada pihak ketiga untuk profit atau hal lainnya.

Hal ini memang tak "jahat" karena pemberian data pada pihak ketiga mungkin hanya berdampak pada kenyamanan browsing Anda. Seperti iklan yang terus muncul, di mana hal ini tak berdampak besar bagi kehidupan seseorang. Namun, bagi sebagian orang, informasi ini cukup menakutkan. Apalagi ketika mereka adalah public figure yang membutuhkan privasi dari informasi data yang mereka masukkan saat membuat akun Facebook.

Ketika Anda Sudah Masuk Media Sosial, Privasi Memang Bukan Pilihan

Masuk ke media sosial memang sama dengan membuat Anda terekspos ke publik. Sehingga, privasi total bukan pilihan. Hal ini harus Anda pahami. Meskipun akun digembok (private) sekalipun, tak menjamin kemungkinan Anda tak terlihat. Beberapa hal seperti nama profil dan foto Anda masih terpampang di sana. Sehingga, khalayak umum masih bisa melihat.

Ubah Cara Update Status untuk Privasi yang Lebih

Penggunaan Facebook memang tak dapat dihindari, apalagi ketika Anda bekerja dengan internet dan berhubungan dengan orang lewat platform tersebut. Namun Anda bisa memberikan privasi lebih pada diri sendiri dengan melakukan beberapa hal di bawah ini. Dimulai dari hal-hal kecil yang bisa berdampak pada hal besar.

1. Ubah Siapa Saja yang Bisa Melihat
Facebook memiliki fitur untuk mengubah siapa saja yang bisa melihat status Anda. Publik, teman, teman dengan pengecualian, atau Anda sendiri. Meskipun hal ini tak membuat Facebook berhenti mengambil data Anda, namun hal ini bisa membuat status Anda tidak bisa disebar secara luas. Kecuali memang ada orang yang mengambil gambar status Anda lalu menyebarkannya secara publik.

2. Tidak Menyantumkan Lokasi Ketika Update Status
Dengan menyantumkan lokasi saat update status, Anda akan membuat tak hanya Facebook tapi semua orang di dunia mengetahui di mana Anda berada sekarang. Bahkan ketika mengatur privasi sharing untuk teman saja (bukan publik), teman Anda bisa memberitahukan pada orang lain. Hal ini juga berlaku untuk banyak media sosial lainnya seperti Instagram dan Twitter.

3. Tidak Live Update
Beberapa orang memilih untuk tetap menyantumkan lokasi, namun mereka mengunggah status tersebut setelah bepergian. Jadi tidak langsung (live update) ketika mereka berada di lokasi tersebut. Tetap bisa ter-share dan lebih aman. Berbeda lagi dengan ketika Anda merupakan selebriti yang bekerja dengan melakukan live update.

4. Kurangi Sharing
Tidak ada yang lebih membuat privasi Anda semakin terjaga selain mengurangi sharing di sosial media, apalagi soal urusan pribadi. Bukan hanya teman-teman yang jadi tahu tentang urusan Anda, tetapi juga Facebook. Di mana hal ini mungkin saja bisa digunakan untuk keperluan pribadi dari perusahaan tersebut. Jangan kaget bila mendadak Anda mendapatkan iklan tentang Konsultasi Perbaikan Hubungan Rumah Tangga ketika Anda baru saja update tentang kondisi hubungan tersebut.

Password Itu Penting

Selain keempat hal di atas, ada beberapa hal lainnya yang bisa membuat privasi Anda makin terjaga. Salah satunya adalah dengan menggunakan password yang kuat. Mungkin Anda merasa bahwa hal ini tidak perlu, namun ketika harus memegang akun perusahaan, sebaiknya lakukanlah. Tidak sekali dua kali perusahaan besar kecolongan soal privasi media sosial media mereka, Anda pun harus berhati-hati.

Review Apa Saja yang Anda Lindungi

Coba lihat lagi ke bagian pengaturan Facebook Anda, apakah sudah melindungi apa yang seharusnya dilindungi? Contohnya adalah tentang sharing alamat e-mail dan nomor telepon. Biasanya, Facebook secara otomatis akan membuat orang lain bisa melihat kedua hal tersebut. Anda bisa mengaturnya agar tak bisa dilihat publik di halaman pengaturan.

Hal ini juga berlaku untuk siapa saja yang bisa memberikan komentar pada status, melihat profil, juga siapa yang bisa mengirimi Anda pesan. Anda bisa mengatur semuanya di halaman pengaturan. Dikarena secara default, Facebook akan membiarkan semua orang melihat profil Anda. Mungkin hal ini terasa remeh, namun ketika membiarkan semua setting-an dalam keadaan bisa dilihat oleh publik, Anda tak boleh heran ketika suatu saat ada orang yang menyebarkan komentar spam atau pesan yang tidak diinginkan.

Anulir Akses dari Game, Aplikasi atau Web Tertentu

Pernah diminta oleh game, aplikasi, atau web tertentu untuk mengizinkan mereka melihat isi dari akun Facebook Anda? Sebaiknya Anda mulai lihat kembali apa saja yang diperbolehkan. Beberapa web bahkan bisa meng-update status dengan sendirinya di luar keinginan Anda. Hal ini bisa berakibat kurang baik pada privasi akun Anda. Masuklah ke pengaturan untuk melihat apa saja yang dapat Anda beri akses masuk.

Hal ini juga berlaku untuk media sosial lain utamanya Twitter. Setelah masuk ke pengaturan, Anda bisa melihat pihak ketiga mana saja yang diberi akses ke akun Anda. Setelahnya, anulir akses tersebut dengan menekan tombol yang tersedia. Beberapa game, aplikasi, atau web memang tidak berbahaya, bahkan tak bisa digunakan tanpa akses ke akun Anda. Namun memang sebaiknya periksa ulang, siapa tahu Anda memberikan akses pada akun tak dikenal.

Gunakan Software Ter-update

Mungkin Anda termasuk orang yang sangat malas untuk melakukan update. Padahal dengan melakukan hal tersebut, Anda bisa melakukan perlindungan terhadap apa saja yang Anda browsing lewat internet. Meski masalah privasi mungkin tidak bisa ketat, namun setidaknya Anda bisa melindungi akun media sosial dari hacking dan virus yang bisa membuat akun terserang hal yang tak diinginkan.
Selama berhati-hati dalam memasukkan data-data penting, Anda tidak perlu takut dengan pembobolan privasi ini. Intinya, jangan terlalu mudah memberikan data privasi Anda pada setiap akun. Anda pun sebaiknya mengatur data tersebut agar tak dapat dilihat orang lain agar makin aman.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Rhein Mahatma

Digital Marketing Expert

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS