Informasi Artikel

Penulis Artikel

Indonesia Sports Medicine Center (ISMC)

Osteoporosis atau kondisi kepadatan tulang yang rendah lebih sering dialami wanita, terutama pada masa menopause. Tapi kondisi ini bisa dicegah sejak dini.

 

Anda mungkin pernah mendengar 7 dari 10 wanita muda di Indonesia memiliki kepadatan tulang yang rendah. Betul. Penelitian membuktikan mayoritas wanita muda di Indonesia memiliki nilai skor kepadatan tulang yang rendah, serta jumlah asupan (intake) kalsium di bawah rekomendasi yang seharusnya.

 

Waspada Risiko Patah Tulang

Osteoporosis merupakan kondisi medis yang ditandai dengan penurunan kepadatan tulang, sehingga risiko terjadinya patah tulang secara spontan ataupun akibat benturan yang ringan pun  meningkat.

 

Pada dasarnya, osteoporosis akan mengenai semua tulang. Akan tetapi, berdasarkan penelitian sebelumnya, kejadian patah tulang paling sering terjadi pada tulang pergelangan tangan, pinggang bagian belakang, dan pangkal paha.

 

Sayangnya, pengeroposan tulang ini dikenal juga sebagai silent disease karena karakteristiknya yang timbul tanpa disertai gejala. Akibatnya, osteoporosis kerap kali baru terdiagnosis atau diketahui ketika kejadian patah tulang sudah terjadi.

 

Langkah Cegah Osteoporosis Bagi wanita

Kaum wanita berisiko mengalami osteoporosis lebih tinggi, karena pada masa menopause akan terjadi defisiensi hormon estrogen, dimana hormon ini memegang peranan penting dalam mempertahankan kepadatan tulang pada wanita. Namun demikian, osteoporosis sebenarnya dapat dicegah.

 

Berikut 5 langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah osteoporosis:

  1. Konsumsi kalsium dalam jumlah yang memadai. Sumber makanan yang kaya akan kalsium antara lain, ikan teri, kacang-kacangan dan produk susu.
  2. Berjemurlah selama setidaknya 10 menit/hari untuk meningkatkan pembentukan vitamin D di kulit.
  3. Hindari kebiasaan merokok, minum kopi dan soda berlebihan.
  4. Lakukan latihan fisik menggunakan beban secara teratur.
  5. Lakukan pemeriksaan osteoporosis secara berkala untuk mendeteksi silent disease ini.

 

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran olahraga di fitur Tanya Ahli Daya.id, sebagai langkah awal deteksi dan modifikasi gaya hidup aktif sehat yang sesuai untuk Anda.

Sumber:

Indonesia Sports Medicine Center (ISMC)

Penilaian :

5.0

6 Penilaian

Artikel Terkait

4.8
Nutrisi & Kesehatan

Turunkan Kolesterol dengan Olahraga Ini

08 Agustus 2021

4.9
Nutrisi & Kesehatan

5 Ide Liburan Menyenangkan di Rumah Bersama Anak

20 Juni 2018

4.9
Nutrisi & Kesehatan

Olahraga dan Aktivitas Fisik untuk Kesehatan Jantung

20 September 2023

4.9
Nutrisi & Kesehatan

Bagi Kalangan Muda, Pentingkah Perhatikan Kesehatan Saat New Normal?

10 Juni 2020

Berikan Pendapat Anda

5 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS