Informasi Artikel

Dirilis

04 September 2026

Penulis Artikel

Lucky Lombu


Tag

Bagi Anda yang tinggal di dekat lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seperti di Kalimantan dan Sumatera, karhutla adalah masalah serius. Bahkan bagi Anda yang tinggal lebih jauh di wilayah perkotaan, karhutla tetaplah masalah serius. Masalah Anda mungkin bukan asap tebal, tapi udara yang terasa lebih pengap dibanding biasanya, bau asap, dan tentu saja kualitas udara yang tidak sehat.

Baca Juga: Polusi Udara Memperpendek Umur, Benarkah?

Pertanyaannya, apa yang bisa Anda lakukan?

Baca Juga: Awas Udara Buruk, Ini Makanan untuk Tetap Jaga Kondisi Tubuh!

Ya.. Anda bisa saja terlibat dalam upaya memadamkan kebakaran hutan. Selain itu, ada juga hal lain yang bisa Anda lakukan untuk meringankan risiko kesehatan terhadap diri Anda dan keluarga, yaitu dengan mengurangi paparan asap, menjaga kualitas udara di rumah, menyesuaikan aktivitas luar ruangan, dan tahu kapan harus lebih waspada.

 

7 Tips Sederhana Meringankan Risiko Kesehatan akibat Kebakaran Hutan

Berikut ini tips sederhana yang bisa Anda coba lakukan untuk meringangkan risiko kesehatan akibat kebakaran hutan di wilayah Anda. Jangan lupa bagikan juga info ini kepada keluarga dan orang terdekat Anda.

 

1.    Cek Kualitas Udara Sebelum Beraktivitas di Luar

Kondisi langit bukan satu-satunya indikator yang bisa Anda perhatikan untuk menilai kualitas udara. Karena asap tidak selalu terlihat pekat.

Salah satu parameter penting adalah PM2.5, yaitu partikel udara yang sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. 

Kategorinya adalah:

  • 0–15,5 µg/m³: baik
  • 15,6–55,4 µg/m³: sedang
  • 55,5–150,4 µg/m³: tidak sehat
  • 150,5–250,4 µg/m³: sangat tidak sehat
  • lebih dari 250,5 µg/m³: berbahaya

Bagaimana cara mengetahui konsetrasi PM2.5 di wilayah Anda? Anda bisa memanfaatkan alat bantu cek PM2.5 di situs BMKG. 

Ingat, konsentrasi PM2.5 bisa berubah-ubah. Maka itu cek sebelum melakukan aktivitas di luar rumah, terutama jika Anda mulai mencium bau asap atau melihat kabut.

 

2.    Kualitas Udara Buruk, Jangan Memaksa Olahraga di Luar

Saat berolahraga, Anda bernapas lebih cepat dan lebih dalam. Jika udara yang dihirup mengandung banyak partikulat, jumlah polutan yang masuk ke saluran pernapasan juga dapat meningkat. Jadi, kurangi aktivitas di luar ruangan saat paparan asap kebakaran tinggi. 

Anda bisa tetap bisa berolahraga dalam ruangan. Misalnya dengan mengganti lari dengan latihan ringan di rumah. Tapi jika Anda benar-benar terpaksa melakukannya di luar, kurangi durasi dan intensitas olahraga.

 

3.    Tetap Harus ke Luar? Kurangi Waktu Terpapar Asap

Bagi sebagian pekerja kantoran, mahasiswa, atau siapa pun yang harus bepergian, saran agar tetap di rumah, bisa jadi tidak selalu realistis. Dalam situasi seperti itu, upayakan untuk mengurangi paparan asap sebanyak mungkin. Caranya?

  • Gunakan masker yang sesuai, serta pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan rapat.
  • Kurangi waktu menunggu di ruang terbuka. Setelah tiba di tempat tujuan, hindari aktivitas luar ruangan.
  • Pilih rute atau alat transportasi yang memungkinkan Anda lebih sedikit terpapar udara luar.

Masker dapat membantu mengurangi paparan partikel, tapi tentu saja lebih baik Anda berada di dalam ruangan yang bebas asap untuk memperkecil risiko.

 

4.    Lindungi Rumah Saat Udara Luar Berasap

Ada di dalam rumah sudah pasti aman dari risiko asap akibat kebakaran hutan? Belum tentu.

Saat asap dan polusi udara di luar sedang tinggi, sebagian polutan dapat masuk melalui pintu, jendela, celah bangunan, atau sistem ventilasi tertentu. Maka itu, jika memungkinkan, tetap berada di dalam ruangan dengan pintu dan jendela tertutup saat asap tinggi, selama tidak ada instruksi evakuasi.

  • Tutup jendela saat kualitas udara luar memburuk, kurangi membuka pintu tanpa keperluan.
  • Jika menggunakan AC, gunakan mode recirculation agar udara dari luar tidak terus-menerus masuk.
  • Jika memiliki air purifier, gunakan sesuai petunjuk dan pastikan filternya masih layak.
  • Hindari aktivitas yang menghasilkan asap tambahan di dalam rumah.

Tapi kondisi rumah juga perlu mempertimbangkan suhu dan ventilasi. Jangan menutup semua ventilasi jika malah membuat ruangan menjadi sangat panas atau tidak aman. Prioritaskan ruangan nyaman dan terlindung dari asap.

 

5.    Jangan Membuat Polusi Dalam Rumah

Saat udara luar sedang buruk, sebisa mungkin jangan membuat udara dalam rumah menjadi lebih buruk. Hal yang sederhana seperti memasak tanpa ventilasi yang memadai, merokok, atau aktivitas lain yang menghasilkan banyak asap dapat menambah partikulat di dalam ruangan.

Ini mungkin terdengar sederhana, tetapi tujuannya penting. Saat udara luar sedang buruk, jangan menambah sumber polusi dari dalam.

 

6.    Ubah Rutinitas Demi Anak dan Keluarga

Tidak semua orang memiliki respons yang sama terhadap asap. Anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit kronis tertentu, termasuk penyakit jantung atau paru, perlu mendapat perhatian lebih saat kualitas udara memburuk. 

  • Tunda bermain di taman atau di luar ruangan
  • Ganti aktivitas luar ruangan dengan aktivitas di rumah
  • Pastikan anggota keluarga yang memiliki penyakit pernapasan mengikuti saran pengobatan dari dokter

Tidak perlu panik setiap kali melihat berita karhutla. Yang lebih penting adalah menyesuaikan rutinitas berdasarkan kondisi udara aktual di tempat Anda berada.

 

7.    Ketahui Kapan Anda Perlu Mencari Bantuan

Paparan asap kebakaran bisa menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan. Pada paparan yang lebih berat, asap dapat memperburuk penyakit paru dan jantung. 

  • Batuk yang terus memburuk
  • Sesak napas
  • Mengi atau napas berbunyi
  • Iritasi mata atau tenggorokan yang berat
  • Nyeri dada
  • atau kondisi kesehatan yang terasa memburuk

Jika gejalanya berat atau mengkhawatirkan, jangan hanya mengandalkan masker atau menunggu asap menghilang. Segera cari pertolongan medis!

 

Kurangi Risiko, Jangan Perburuk Keadaan

Karhutla memang terjadi jauh dari pusat kota, tetapi dampaknya bisa sampai ke tempat Anda. Asap kebakaran bisa membawa partikulat yang memengaruhi kualitas udara, sementara kondisi kering akibat El Nino saat ini membuat kewaspadaan terhadap karhutla semakin penting.

Kurangi risiko dan jangan memperburuk keadaan. Bumi kita cuma satu, begitu juga dengan Anda dan anggota keluarga. Udara yang kita hirup, kesehatan orang-orang di rumah, sama pentingnya dengan lingkungan tempat kita tinggal.

Jika Anda butuh saran lebih lanjut, Anda bisa berkonsultsi di Tanya Ahli. Daftarkan diri Anda untuk akses gratis di Daya.id.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
7 Langkah Sederhana Mengurangi Sampah Plastik di Kantor
Lingkungan

7 Langkah Sederhana Mengurangi Sampah Plastik di Kantor

23 Agustus 2026

5.0
Benarkah Bahan Baku Lokal Lebih Ramah Lingkungan?
Lingkungan

Benarkah Bahan Baku Lokal Lebih Ramah Lingkungan?

08 Mei 2026

5.0
Strategi Antisipasi BBM Langka: Adaptasi Gaya Hidup Rendah Karbon
Lingkungan

Strategi Antisipasi BBM Langka: Adaptasi Gaya Hidup Rendah Karbon

27 Maret 2026

5.0
Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga Setelah Acara Lebaran
Lingkungan

Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga Setelah Acara Lebaran

18 Maret 2026

Berikan Pendapat Anda