Informasi Artikel

Dirilis

09 Agustus 2026

Penulis Artikel

Oky Setiarso


Tag

Gula merupakan salah satu sumber energi bagi tubuh. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan, gula dapat mendukung aktivitas sehari-hari. 
Namun, konsumsi gula yang berlebihan telah menjadi salah satu faktor risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti obesitas, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, hingga kerusakan gigi. 

Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa sebagian besar gula yang dikonsumsi setiap hari berasal dari makanan dan minuman olahan, bukan hanya dari gula pasir yang ditambahkan ke dalam teh atau kopi.

Di tengah gaya hidup yang serba praktis, minuman manis, camilan kemasan, dan makanan siap saji semakin mudah dijumpai. Tanpa disadari, kebiasaan mengonsumsi produk tersebut dapat membuat asupan gula harian melebihi anjuran. Oleh karena itu, mengurangi konsumsi gula merupakan salah satu langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga kesehatan tubuh.

Baca juga: Alternatif Makanan Manis untuk Anak

 

Cara Mengurangi Konsumsi Gula Sehari-hari

Berikut ini langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi konsumsi gula sehari-hari.

  1. Mengurangi gula bukan berarti menghilangkan semua makanan manis dari menu harian. Yang lebih penting adalah mengendalikan jumlah konsumsi dan memilih sumber makanan yang lebih sehat. Perubahan kecil yang dilakukan secara bertahap akan lebih mudah dipertahankan dibandingkan perubahan yang drastis.
  2. Salah satu cara paling efektif adalah mulai mengenali sumber gula tersembunyi. Banyak produk yang tampak sehat ternyata mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi, seperti yoghurt berperisa, sereal sarapan, saus tomat, saus sambal, roti, minuman kemasan, hingga minuman kopi kekinian. 
  3. Biasakan membaca label informasi nilai gizi sebelum membeli produk. Perhatikan kandungan gula per sajian dan pilih produk dengan kadar gula yang lebih rendah.
  4. Menjadikan air putih sebagai minuman utama. Minuman berpemanis merupakan penyumbang gula terbesar dalam pola makan masyarakat modern. Mengganti satu gelas minuman manis dengan air putih setiap hari dapat membantu mengurangi asupan gula secara signifikan. Jika ingin variasi rasa, tambahkan irisan lemon, jeruk, stroberi, mentimun, atau daun mint ke dalam air putih tanpa menambahkan gula.
  5. Bagi pecinta teh atau kopi, kurangi gula secara bertahap. Misalnya, jika biasanya menggunakan dua sendok teh gula, kurangi menjadi satu setengah sendok selama satu minggu, kemudian satu sendok pada minggu berikutnya hingga akhirnya terbiasa menikmati rasa asli minuman tersebut. Lidah manusia dapat beradaptasi terhadap rasa manis yang lebih rendah jika dilakukan secara perlahan.
  6. Konsumsi buah utuh juga menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan minuman sari buah yang diberi tambahan gula. Buah mengandung gula alami yang disertai serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Kandungan serat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama. Sebaliknya, jus buah yang ditambah gula sering kali mengandung kalori lebih tinggi dan serat yang lebih sedikit.
  7. Memasak makanan sendiri di rumah juga merupakan strategi yang efektif untuk mengontrol konsumsi gula. Saat memasak, kita dapat mengatur jumlah gula sesuai kebutuhan bahkan menggantinya dengan bahan yang memberikan rasa manis alami, seperti buah pisang, kurma, kayu manis, atau vanila. Selain lebih sehat, memasak di rumah juga membantu mengurangi konsumsi makanan olahan yang umumnya tinggi gula, garam, dan lemak.
  8. Selain memperhatikan makanan utama, pemilihan camilan juga perlu diperhatikan. Daripada memilih biskuit manis, permen, atau kue setiap hari, pilihlah camilan bergizi seperti buah segar, kacang tanpa tambahan gula dan garam, yoghurt tanpa pemanis, atau potongan sayuran dengan hummus. Camilan yang kaya protein dan serat dapat membantu menjaga rasa kenyang sehingga mengurangi keinginan mengonsumsi makanan manis.
  9. Faktor lain yang sering diabaikan adalah kualitas tidur. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon yang merangsang rasa lapar sehingga seseorang lebih mudah menginginkan makanan tinggi gula dan tinggi lemak. Oleh karena itu, usahakan tidur selama 7–9 jam setiap malam agar metabolisme dan pengaturan nafsu makan tetap optimal.
  10. Stres juga dapat memicu kebiasaan “emotional eating”, yaitu mengonsumsi makanan manis sebagai pelampiasan emosi. Untuk mengatasinya, cobalah mencari cara lain yang lebih sehat, seperti berjalan kaki, berolahraga ringan, mendengarkan musik, membaca buku, atau melakukan latihan pernapasan. Aktivitas tersebut dapat membantu mengurangi stres tanpa harus mengandalkan makanan manis.

Baca juga: Pola Makan Sehat Gizi Seimbang untuk Orang Dewasa 


 

Tips Gizi Mengurangi Konsumsi Gula

Berikut beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan setiap hari:

  1. Jadikan air putih sebagai minuman utama dan batasi minuman berpemanis.
  2. Biasakan membaca label pangan, terutama kandungan gula per sajian.
  3. Pilih buah segar sebagai pencuci mulut dibandingkan kue atau permen.
  4. Kurangi gula dalam teh, kopi, atau minuman buatan rumah secara bertahap.
  5. Batasi konsumsi minuman kekinian yang umumnya tinggi gula.
  6. Sediakan camilan sehat seperti buah, kacang tanpa garam, atau yoghurt tanpa gula.
  7. Masak lebih sering di rumah agar penggunaan gula dapat dikontrol.
  8. Hindari menambahkan gula pada makanan yang sebenarnya sudah memiliki rasa manis alami.
  9. Tidur cukup dan lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.
  10. Terapkan prinsip “nikmati secukupnya”, bukan “pantang selamanya”, agar pola makan sehat lebih mudah dipertahankan.

Perlu diingat bahwa kebutuhan setiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Oleh karena itu, pola makan seimbang tetap menjadi kunci utama. Mengurangi gula sebaiknya disertai dengan peningkatan konsumsi sayur, buah, protein berkualitas, dan biji-bijian utuh agar kebutuhan zat gizi tetap terpenuhi.

Mengurangi konsumsi gula bukan hanya membantu menurunkan risiko penyakit kronis, tetapi juga memberikan manfaat lain seperti menjaga berat badan ideal, meningkatkan energi, memperbaiki kesehatan gigi, serta membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan perubahan besar yang hanya berlangsung sesaat.

 

Kesimpulan 

Pada akhirnya, hidup sehat dimulai dari pilihan sederhana yang dilakukan setiap hari. Dengan membatasi konsumsi gula secara bijak dan memilih makanan bergizi seimbang, kita tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga memberikan contoh yang baik bagi keluarga. Ingatlah bahwa setiap sendok gula yang berhasil dikurangi hari ini merupakan investasi untuk kesehatan yang lebih baik di masa depan.

Jika masih memiliki pertanyaan tekait informasi keuangan, jangan ragu berkonsultasi dengan ahlinya melalui fitur Tanya Ahli dan untuk mendapatkan saran yang tepat. Dengan mendaftar di daya.id, seluruh informasi terkait kesehatan dapat diakses dengan gratis dan mudah. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda di daya.id sekarang juga!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Sayuran Berisiko untuk Lansia: Perhatikan Jumlah dan Cara Pengolahan
Makanan Sehat

Sayuran Berisiko untuk Lansia: Perhatikan Jumlah dan Cara Pengolahan

16 Juli 2026

5.0
10 Cara Mengatur Pola Makan Sehat Saat Liburan
Makanan Sehat

10 Cara Mengatur Pola Makan Sehat Saat Liburan

04 Mei 2026

5.0
Betulkah Minuman Gula Aren Berbahaya?
Makanan Sehat

Betulkah Minuman Gula Aren Berbahaya?

19 April 2026

5.0
Tips Aman Angkat Bebas Saat Puasa
Makanan Sehat

Tips Aman Angkat Bebas Saat Puasa

09 Maret 2026

Berikan Pendapat Anda