Informasi Artikel

Dirilis

26 September 2026

Penulis Artikel

Muthmainah Mufidah, M.Psi., Psikolog


Tag

Bangun tidur, hal pertama yang dilakukan adalah mengecek ponsel. Membalas pesan, membuka media sosial, membaca berita, berpindah ke aplikasi lain, lalu tanpa sadar sudah menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. 

Di satu sisi, teknologi membuat hidup menjadi jauh lebih mudah. Kita bisa belajar, bekerja, berbelanja, mencari informasi, hingga tetap terhubung dengan orang-orang yang jauh dari kita. Namun di sisi lain, dunia digital yang selalu tersedia juga dapat membuat kita merasa seolah-olah harus selalu online. 

Di sinilah penerapan konsep digital wellness menjadi penting. Digital wellness adalah kondisi ketika seseorang mampu menggunakan teknologi dan media digital secara sehat, seimbang, sadar, dan bertanggung jawab, sehingga penggunaannya mendukung kesejahteraan fisik, mental, emosional, sosial, serta produktivitas.

 

Ketika Terlalu Banyak Informasi Membuat Kita Kewalahan  

Salah satu tantangan terbesar di era digital adalah digital overwhelm. Setiap hari kita menerima begitu banyak informasi dari berbagai sumber: pesan pekerjaan, notifikasi, berita, media sosial, video pendek, email, hingga berbagai opini orang lain. Ketika informasi yang diterima terlalu banyak, kita tidak selalu mampu mengintegrasikannya dengan baik. Akibatnya, kita dapat mengalami kesulitan fokus, mudah terdistraksi, pikiran terasa penuh, lebih mudah cemas, sulit tidur, bahkan semakin sering melakukan scrolling sebagai bentuk pelarian. 

Digital overwhelm juga dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penting untuk sesekali berhenti dan bertanya: “Apakah saya sedang menggunakan teknologi, atau justru sedang dikendalikan oleh kebiasaan saya menggunakannya?”

Bersikap mindful menjadi kunci penting agar terhindar dari digital overwhelm dan menjadikan kita memiliki digital wellness. 

 

Mindful dalam Menjelajahi Dunia DigitalDunia Digital

Salah satu cara menjaga digital wellness adalah membawa prinsip mindfulness ke dalam aktivitas digital. Mindfulness berarti hadir dan sadar terhadap apa yang sedang kita lakukan pada saat ini. Dalam dunia digital, kita dapat memulainya dengan lima hal sederhana, yaitu:

  1. Menyadari kondisi dan emosi sebelum membuka ponsel
  2. Memiliki tujuan yang jelas ketika menggunakan teknologi
  3. Melihat informasi secara objektif
  4. Memberikan jeda sebelum merespons
  5. Menjaga fokus pada aktivitas yang sedang dilakukan tanpa terpecah oleh notifikasi

Mindful juga berarti tidak langsung percaya atau bereaksi terhadap semua informasi yang kita terima. Terapkan prinsip Stop, Think, Check: berhenti sebelum menerima atau menyebarkan informasi, pikirkan siapa yang membuat dan apa tujuannya, kemudian cek sumber serta bukti yang mendukung informasi tersebut.

 

Terapkan 3S: Sadar, Stabil, Seimbang, Stabil, Seimbang

Untuk menjaga digital wellness, kita dapat menggunakan prinsip 3S: Sadar, Stabil, dan Seimbang.

  1. Sadar. Kenali kebiasaan digital kita dan buat batasan yang sehat. Tentukan kapan perlu berhenti menggunakan media sosial, matikan notifikasi yang tidak penting, dan hindari membuka aplikasi tanpa tujuan.
  2. Stabil. Belajar mengenali dan mengelola emosi yang muncul setelah berinteraksi dengan dunia digital. Ketika mulai merasa overwhelmed, kita bisa mengambil jeda, menerapkan teknik pengaturan napas, grounding, journaling, berolahraga, atau bercerita kepada orang yang dipercaya.
  3. Seimbang. Jangan biarkan kehidupan daring mengambil seluruh ruang kehidupan kita. Luangkan waktu untuk interaksi tatap muka, menjalankan hobi, bergerak di luar rumah, menikmati alam, atau sekadar memiliki waktu tanpa gadget. Kita juga dapat menciptakan gadget-free zone dan melakukan pembatasan penggunaan internet secara berkala. 


 

Jaga Agar Tidak Terjebak Membandingkan Kehidupan Kehidupan

Menerapkan mindfulness dalam berkehidupan dalam jaringan juga dapat membantu mengurangi membandingkan diri dengan orang lain, karena ketika kita sudah fokus dengan hidup kita, maka pikiran lebih terpusat pada hal-hal penting untuk diri, daripada orang lain. Hal ini penting, karena ketika melihat pencapaian, hubungan, penampilan, perjalanan, atau gaya hidup orang lain setiap hari tanpa kesadaran dan kebijaksanaan, dapat membuat kita merasa tertinggal atau tidak cukup baik. Padahal, yang kita lihat di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Membandingkan diri sebenarnya adalah hal yang manusiawi dan terkadang sulit untuk dihindari. 

Namun, akan lebih sehat jika kita membandingkan diri dengan diri kita di masa lalu, bukan dengan orang lain. Fokuslah pada proses, bukan hanya hasil. Kita boleh belajar dari keberhasilan orang lain, tetapi tidak perlu menggunakan pencapaian mereka sebagai ukuran nilai diri kita. Dengan lebih sadar, stabil, dan seimbang, kita dapat menjaga diri untuk tidak mudah terjebak membandingkan diri.

 

Menjaga dan Meningkatkan Koneksi dengan Diri Diri

Membangun hubungan yang lebih sehat dengan teknologi pada akhirnya adalah tentang kembali memiliki kendali atas perhatian kita. Kita tidak harus merespons setiap notifikasi, mengikuti setiap tren, mengetahui semua hal yang sedang terjadi, atau selalu tersedia untuk orang lain. Ada kalanya kita perlu memilih untuk tidak membuka, tidak merespons, atau sekadar mengambil jeda, sehingga bisa lebih terkoneksi dengan diri sendiri. Teknologi adalah alat yang dapat membantu kita belajar, bekerja, berkembang, dan terhubung dengan orang lain. Namun, hubungan yang sehat dengan teknologi membutuhkan kesadaran dan batasan. 

Mungkin kita tidak selalu bisa disconnect dari dunia digital, tetapi kita selalu bisa belajar untuk reconnect with ourselves. Karena kehidupan kita bukan hanya apa yang muncul di layar. Ada hubungan yang perlu dirawat, tubuh yang perlu didengarkan, emosi yang perlu dipahami, serta pengalaman yang perlu benar-benar dijalani. Teknologi boleh terus berkembang dan dunia boleh terus terhubung. Namun, jangan sampai kita terlalu sibuk terhubung dengan dunia luar hingga lupa terhubung dengan diri sendiri. Tetap terhubung dengan teknologi tanpa kehilangan koneksi dengan diri sendiri.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait topik ini atau masalah psikologi lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Pig Butchering Scam: Manipulasi Psikologis Berujung Investasi Palsu
Artikel Ahli
Sosial

Pig Butchering Scam: Manipulasi Psikologis Berujung Investasi Palsu

29 Agustus 2026

5.0
Ide Komunitas untuk Usia 50 Tahun: Kembali Produktif Atasi Rasa Sepi
Sosial

Ide Komunitas untuk Usia 50 Tahun: Kembali Produktif Atasi Rasa Sepi

10 Agustus 2026

5.0
Belajar dari Spider-Man: Brand New Day, Saat Hidup Memaksa Kita Mulai Lagi
Sosial

Belajar dari Spider-Man: Brand New Day, Saat Hidup Memaksa Kita Mulai Lagi

04 Agustus 2026

5.0
Peter Pan Syndrome: Ketika Menjadi Dewasa Terasa Menakutkan
Artikel Ahli
Sosial

Peter Pan Syndrome: Ketika Menjadi Dewasa Terasa Menakutkan

27 Juli 2026

Berikan Pendapat Anda