Ketidakpastian ekonomi, ancaman kondisi resesi maupun risiko kondisi krisis ekonomi bukan hanya berpengaruh kepada kondisi finansial seseorang. Namun bisa lambat laun akan berdampak pada kesehatan mental seseorang.
Ketidakpastian ekonomi adalah situasi di mana arah ekonomi sulit diprediksi, sedangkan resesi ekonomi adalah kondisi dimana PDB (produk domestik bruto) mengalami negatif pertumbuhan dua kuartal berturut-turut. Lebih jauh krisis ekonomi adalah sistem keuangan terganggu secara sistemik.
Saat ini seluruh negara di dunia masih dihantui dengan kondisi ketidakpastian ekonomi. Namun, tanda-tanda mengarah resesi sudah terlihat, seperti menurunnya kondisi konsumsi masyarakat, kesulitan lapangan pekerjaan dan pemutusan hubungan kerja cukup besar. Produksi dan investasi melambat. Dalam situasi seperti ini, menjaga kesehatan mental menjadi sama pentingnya dengan menjaga kondisi keuangan itu sendiri.
Dampak Psikologis dari Ketidakpastian Ekonomi
Ketidakpastian ekonomi seringkali memicu respons stres kronis. Otak manusia secara alami dirancang untuk mencari kepastian dan rasa aman. Ketika kedua hal ini terganggu, tubuh akan terus-menerus berada dalam kondisi siaga yang berkepanjangan. Hal ini dapat menyebabkan: kecemasan berlebih, gangguan tidur, penurunan motivasi dan produktivitas, mudah marah atau sensitif secara emosional, serta perasaan tidak berdaya. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius seperti depresi.
Lalu, bagaimana caranya untuk menjaga kesehatan mental di tengah ketidakpastian ekonomi?

1. Mengelola pikiran
Salah satu langkah pertama dalam menjaga kesehatan mental adalah mengelola cara berpikir terhadap situasi yang dihadapi. Resesi maupun krisis ekonomi mungkin terjadi pada dunia nyata, tetapi cara kita menafsirkannya sangat menentukan dampaknya terhadap kondisi psikologis.
Alih-alih terus menerus memikirkan kemungkinan terburuk, penting untuk melatih pola pikir yang lebih realistis dan adaptif. Fokus pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan, seperti mencatat pengeluaran harian, keterampilan yang bisa ditingkatkan untuk mendapatkan penghasilan, atau peluang kecil yang bisa dimanfaatkan. Hal tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi rasa cemas.
2. Menjaga rutinitas harian
Dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, rutinitas sering kali terganggu. Namun justru inilah saat yang penting untuk mempertahankan rutinitas harian. Rutinitas memberikan rasa stabilitas dan kontrol yang sangat dibutuhkan oleh pikiran.
Beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan, seperti bangun dan tidur pada jam yang konsisten, menyusun jadwal harian seperti to-do-list sederhana, tetap melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan atau olahraga dan menyisihkan waktu untuk istirahat dan relaksasi.
Rutinitas ini akan membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan rasa aman di tengah situasi yang tidak stabil.
3. Mengelola informasi dan paparan terhadap berita
Di era digital, kita sangat mudah terpapar berita negatif tentang kondisi ekonomi, PHK massal, atau penurunan pasar. Konsumsi informasi yang berlebihan justru dapat memperparah kecemasan.
Penting untuk membatasi paparan berita dengan cara menentukan waktu khusus untuk mengakses informasi (misalnya 1–2 kali sehari), henghindari doom scrolling atau mengakses berita tanpa batas waktu, serta memilih sumber informasi yang kredibel dan tidak sekedar viral dan sensasional.
Dengan demikian, kita tetap mendapatkan informasi yang diperlukan tanpa membebani pikiran secara berlebihan.
4. Mencari dukungan dari orang terdekat
Manusia adalah makhluk sosial, dan dukungan dari orang lain memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan mental. Berbagi cerita kekhawatiran, atau sekadar berbincang ringan dapat membantu mengurangi beban emosional.
Jangan ragu untuk berbicara dengan keluarga atau teman dekat, bergabung dengan komunitas yang suportif, mencari bantuan profesional seperti psikolog dan financial planner jika diperlukan.
5. Fokus pada hal yang bisa kita kontrol
Salah satu sumber utama kecemasan adalah memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali. Dalam konteks ekonomi, kita tidak bisa mengontrol inflasi, kebijakan pemerintah, atau kondisi pasar global. Namun, kita masih memiliki kendali atas tindakan pribadi.
Beberapa langkah praktis keuangan yang bisa dilakukan:
a. Membuat anggaran sederhana untuk mengatur pengeluaran
Gunakan rumus sederhana 40% untuk kebutuhan primer seperti makanan, transportasi, tagihan dan kebutuhan anak. 30% untuk cicilan. 20% untuk tabungan dana darurat dan untuk kebutuhan masa depan. Serta 10% dialokasikan untuk kebutuhan sekunder.
b. Mengurangi atau mengeliminasi pengeluaran yang tidak esensial. Setiap kali akan menggunakan uang coba lihat apakah
- Mendesak dan penting : perlu dikeluarkan
- Penting tapi tidak mendesak: direncanakan dan dialokasikan dari saat ini seperti untuk dana pensiun dan dana pendidikan anak
- Mendesak tapi tidak penting: boleh dikeluarkan bila yang important sudah ditunaikan.
- Tidak penting dan tidak mendesak: boleh dikeluarkan dengan cara merencanakan lebih awal. Contoh untuk liburan dan belanja keinginan.
c. Meningkatkan keterampilan untuk membuka peluang baru
Di tengah ketidakpastian seperti ini, salah satu hal yang diperlukan adalah membuka banyak keran penghasilan. Cari keterampilan yang bisa dijual dan memiliki peluang menambah penghasilan.
d. Menyusun rencana keuangan jangka pendek
Kebutuhan-kebutuhan besar dalam jangka pendek sebaiknya mulai direncanakan agar tidak memberatkan keuangan kita. Buat rekening atau kantong khusus dan dialokasikan dari pos tabungan setiap bulannya.
Krisis ekonomi memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi dampaknya terhadap kesehatan mental dapat dikendalikan. Dengan mengelola pikiran, menjaga rutinitas, membatasi paparan informasi, serta membangun dukungan sosial, kita dapat tetap stabil secara emosional di tengah ketidakpastian.
Dengan kondisi mental yang sehat, kita justru memiliki kapasitas yang lebih baik untuk menghadapi tantangan ekonomi dan mengambil keputusan yang lebih bijak serta memperkuat kondisi kesehatan keuangan kita.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda