Informasi Artikel

Dirilis

07 Oktober 2026

Penulis Artikel

Muthmainah Mufidah, M.Psi.


Tag

Setiap 10 Oktober diperingati sebagai World Mental Health Day, momentum untuk mengingatkan kita untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental. Momen ini mengingatkan kita bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan dan perlu mendapatkan perhatian, sama seperti kesehatan fisik. Namun, berbicara tentang kesehatan mental tidak hanya berarti membahas gangguan mental atau kondisi ketika seseorang sudah mengalami masalah yang berat. Kesehatan mental juga tentang bagaimana kita mengenali kondisi diri, memahami perubahan yang terjadi, serta mengetahui kapan kita membutuhkan dukungan atau pun bantuan. Oleh karena itu, kita tidak harus menunggu sampai benar-benar kewalahan untuk mulai memperhatikan kondisi psikologis kita. Penting untuk sesekali melakukan pengecekan kondisi kesehatan mental pada profesional, sebagai bentuk pencegahan dan juga mengenal kondisi diri lebih baik lagi. 

 

Kapan Kita Perlu Melakukan Mental Health Check-Up? 

Kita dapat melakukan mental health check-up ketika ingin lebih memahami diri, ketika sedang menghadapi banyak perubahan atau tekanan, maupun ketika mulai menyadari adanya perubahan dalam kondisi emosional dan perilaku. Beberapa pertanyaan sederhana yang bisa digunakan untuk melakukan mental health self-check, antara lain:

  • Apakah saya akhir-akhir ini lebih mudah merasa cemas, sedih, marah, atau kewalahan?
  • Apakah ada perubahan dalam pola tidur, makan, atau energi saya?
  • Apakah saya masih menikmati hal-hal yang biasanya saya sukai?
  • Apakah tekanan yang saya alami mulai memengaruhi pekerjaan, studi, hubungan, atau aktivitas sehari-hari?
  • Apakah saya merasa mampu menghadapi masalah yang sedang saya alami?
  • Apakah saya semakin sering menarik diri atau menghindari orang lain?

Jawaban “iya” pada salah satu pertanyaan tersebut tidak otomatis berarti kita mengalami gangguan mental. Namun, semakin banyak jawaban “iya” bisa menjadi alasan untuk berhenti sejenak dan memberikan perhatian lebih pada kondisi diri. Seseorang mungkin masih dapat bekerja, bersosialisasi, tersenyum, dan menjalankan tanggung jawabnya, tetapi di saat yang sama sedang merasa sangat lelah secara emosional sehingga tetap membutuhkan dukungan atau diskusi dengan profesional untuk membantu memetakan dan mengelola diri lebih baik.

 

Kapan Kita Wajib Berkonsultasi dengan Psikolog?

Selain dengan pertanyaan-pertanyaan self-check di atas, tentu terdapat kondisi-kondisi yang sudah cukup mendesak dan sebaiknya segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental. Terutama jika beberapa kondisi berikut berlangsung selama dua minggu atau lebih secara berturut-turut, atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari:

 

1. Pikiran negatif yang intens dan mengganggu

Pikiran negatif dan irasional baik tentang diri maupun sekitar muncul terus-menerus hingga mengganggu keseharian atau membuat kita kesulitan menjalani aktivitas. Pikiran negatif juga dapat berupa pikiran untuk mengakhiri hidup atau pun 

 

2. Terjadi perubahan pola makan dan tidur

Sulit tidur, tidur terlalu banyak, kehilangan nafsu makan, atau makan jauh lebih banyak dari biasanya.

 

3. Sulit berkonsentrasi atau fokus

Kesulitan untuk fokus pada hal yang sedang dikerjakan, sulit mengelola diri dari distraksi, atau sulit memusatkan perhatian pada hal penting sehingga mengganggu aktivitas, pekerjaan, atau studi.

 

4. Muncul keinginan menyakiti diri sendiri atau orang lain

Memiliki keinginan kuat untuk menyakiti diri sendiri maupun orang lain, baik dalam bentuk pemikiran,  harapan, atau pun sudah membuat rencana dan percobaan untuk melakukannya.  

 

5. Kehilangan semangat dan harapan

Merasa kehilangan semangat, harapan, dan pesimis terhadap diri maupun kehidupan, hingga  muncul pikiran bahwa hidup akan lebih baik jika kita tidak ada. Pikiran untuk mengakhiri hidup atau sudah membuat rencana atau mencoba untuk menyudahi hidup. 

 

6. Muncul gejala fisik yang mengganggu

Masalah psikologis juga dapat muncul dalam bentuk gejala fisik, seperti sesak napas, sakit kepala, jantung berdebar, masalah pencernaan, atau keluhan fisik lainnya yang sulit ditemukan sumber, penyebab, atau bahkan sudah di cek ke dokter ternyata tidak ada masalah tetapi tetap dirasakan mengganggu. 

 

7. Menarik diri dari lingkungan dan kesulitan menjalani fungsi sehari-hari

Mulai menjauh dari lingkungan sosial, keluarga, pekerjaan, atau perkuliahan secara signifikan dan kondisi tersebut mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Membutuhkan waktu sendiri sesekali adalah hal yang manusiawi, tetapi jika dorongan untuk menarik diri ini sudah cukup dominan hingga membuat kita jadi tidak menjalankan tanggung jawab atau aktivitas yang biasanya dapat dilakukan, hal ini menandakan adanya masalah kesehatan mental yang sudah perlu diperhatikan. 

 

Jangan Ragu Mencari Bantuan Profesional

Meski saat ini kesadaran akan pentingnya kesehatan mental sudah semakin membaik, masih terdapat cukup banyak stigma yang membuat sebagian orang ragu untuk mencari bantuan psikologis. Ada yang takut dianggap lemah, merasa bahwa pergi ke psikolog artinya kurang beriman, atau menganggap konseling hanya sekadar tempat untuk bercerita. Padahal, mencari bantuan ketika kita sedang mengalami kesulitan bukanlah tanda kelemahan. Justru, dibutuhkan keberanian untuk mengakui bahwa kita sedang membutuhkan bantuan dan mengambil langkah untuk mendapatkannya. Memiliki isu kesehatan mental juga  bukan berarti kurang beriman dan pergi ke psikolog bukan berarti kita tidak percaya dengan kekuatan Tuhan, tetapi mencari bantuan profesional dapat menjadi salah satu usaha dalam menjaga pemberian Tuhan dan tetap dapat dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan keagamaan lainnya. 

Pergi berkonsultasi ke psikolog juga cukup berbeda dengan curhat pada teman atau keluarga, karena konsultasi psikologis memiliki tujuan dan proses yang lebih terarah. Psikolog menggunakan pengetahuan dan keterampilan profesional untuk membantu memahami kondisi, mengajukan pertanyaan yang relevan, merefleksikan pola yang mungkin tidak kita sadari, serta membantu mencari langkah yang sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi, jangan ragu ya untuk berkonsultasi dengan profesional, jangan menunggu sampai kondisi memburuk ya, segera cari bantuan profesional atau layanan darurat yang tersedia. Kamu layak mendapatkan bantuan dan dukungan. 

Selamat mencoba! Jika Anda masih memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait topik ini atau masalah psikologi lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Pig Butchering Scam: Manipulasi Psikologis Berujung Investasi Palsu
Artikel Ahli
Sosial

Pig Butchering Scam: Manipulasi Psikologis Berujung Investasi Palsu

29 Agustus 2026

5.0
Ide Komunitas untuk Usia 50 Tahun: Kembali Produktif Atasi Rasa Sepi
Sosial

Ide Komunitas untuk Usia 50 Tahun: Kembali Produktif Atasi Rasa Sepi

10 Agustus 2026

5.0
Belajar dari Spider-Man: Brand New Day, Saat Hidup Memaksa Kita Mulai Lagi
Sosial

Belajar dari Spider-Man: Brand New Day, Saat Hidup Memaksa Kita Mulai Lagi

04 Agustus 2026

5.0
Peter Pan Syndrome: Ketika Menjadi Dewasa Terasa Menakutkan
Artikel Ahli
Sosial

Peter Pan Syndrome: Ketika Menjadi Dewasa Terasa Menakutkan

27 Juli 2026

Berikan Pendapat Anda