Dalam hal olahraga, para pecandu menyakiti diri mereka sendiri secara fisik dan juga psikologis. Seperti apa sih dampak psikologis dari kecanduan olahraga ini? Yuk, simak!
Para pecandu olahraga biasanya sulit menahan diri untuk berhenti olahraga, meski dalam situasi yang tidak mendukung sekalipun. Dikutip dari Halodoc.com, Seorang profesor dari Universitas Hawaii yang juga seorang psikiatris, Alayna Yates, M.D., mengatakan, “Saya tahu beberapa orang yang tetap berlari di tengah badai. Bahkan, ada satu pasienku yang tetap berolahraga saat istrinya melahirkan.”
Dokter Yates juga mengungkapkan bahwa dia telah melihat sekitar 100 orang yang menurutnya kecanduan olahraga lari. Mereka biasanya selalu memberikan performa yang luar biasa. Mereka mendorong diri mereka sampai bisa memberikan yang terbaik dalam hal olahraga. Makanan yang mereka konsumsi juga biasanya terbatas. Hanya satu menu yang sama untuk dimakan di setiap jam makan dengan jenis makanan tertentu yang tidak melebihi jumlah batasan kalori. Fokus yang mereka berikan terhadap olahraga ini terlalu serius dan akhirnya mengganggu kehidupan mereka.
Bagi mereka yang menghabiskan hampir seluruh waktu untuk olahraga, mengakibatkan waktu untuk bersosialisasi jadi berkurang. Ini karena mereka terlalu fokus untuk mencapai tujuan mereka dalam berolahraga sehingga mengabaikan hal-hal di lingkungannya. Dokter Yates bahkan juga menambahkan bahwa perceraian sering terjadi karena kecanduan olahraga ini. Sama halnya dengan pekerja kantoran maupun pengusaha, jangan sampai kecanduan berolahraga menghambat pekerjaan ataupun usaha Anda, seperti pekerjaan kantor menumpuk, telat hadir meeting dengan rekan bisnis, tidak ada waktu kumpul bersama keluarga dan lain sebagainya. Nah, Anda tidak mau olahraga mengganggu keseharian Anda, bukan? Pastikan Anda berolahraga secukupnya dan berikan waktu untuk tubuh beristirahat. Di waktu istirahat ini, Anda bisa hangout dengan sahabat atau keluarga, lho.
Sumber:
Diolah dari berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda