Tidak ada pekerjaan yang sempurna. Tidak ada tempat kerja yang juga sempurna. Setiap pekerjaan memiliki karakteristik dan tantangan masing-masing. Setiap tempat kerja memiliki kelebihan dan pasti ada kekurangannya. Sama halnya dengan manusia yang juga tidak sempurna.
Apabila memilih karakteristik pekerjaan yang kurang sesuai dengan profil diri, akibatnya dapat memicu ketidaknyamanan, stres berkepanjangan, hingga akhirnya merasa tidak cocok di pekerjaan dan butuh mencari pekerjaan atau tempat kerja baru.
Sebelum hal itu terjadi, kita dapat mencegahnya dengan mengidentifikasi dan merefleksikan faktor-faktor penting dari dalam diri kita untuk dapat memilih pekerjaan yang sesuai.

Pertimbangan Memilih Pekerjaan
Beberapa faktor yang penting untuk kita pertimbangkan dalam memilih pekerjaan antara lain:
- Kesesuaian minat bakat, latar belakang pendidikan, dan pengalaman kerja kita sebelumnya.
- Kesesuaian karakteristik kepribadian dengan karakteristik pekerjaan.
- Ketahui nilai-nilai pribadi yang kita anggap penting untuk dapat tersalurkan, terwadahi, dan sejalan dengan nilai-nilai di tempat kerja.
Faktor-faktor ini dapat Anda ketahui antara lain dengan mengamati CV dan portofolio karier, mengikuti tes kepribadian baik di lembaga penyedia tes psikologi resmi maupun mencoba tes yang dapat diakses di internet, serta mencoba skrining potensi karier.
Apabila sudah terlanjur memilih dan menjalani suatu pekerjaan, kemudian di tengah prosesnya mengalami banyak hambatan hingga memberikan tekanan untuk diri sendiri, bukan berarti otomatis artinya pekerjaan tersebut tidak cocok untuk kita. Karena sudah pasti setiap pekerjaan memiliki beban pekerjaan dan tingkat kesulitan masing-masing.
Sebuah kewajaran jika dalam periode satu kuartal, satu semester, dan satu tahun kita bekerja ada masa-masa sulit, kritis, menantang, yang dirasa paling menekan dalam kehidupan karier kita.
Di manapun tempat kerja kita, waktu-waktu sulit tersebut akan dipastikan tetap ada. Sehingga, kita perlu menilai lebih objektif terhadap dinamika pekerjaan, kapan waktunya harus berhenti lalu pindah kerja dan di situasi seperti apa yang sebenarnya masih bisa bertahan bahkan bisa jadi positif untuk pengembangan diri kita.
Evaluasi Pekerjaan Sebelum Resign, atau Bertahan
Faktor-faktor yang perlu dievaluasi terhadap pekerjaan kita dalam menyikapi dinamika kerja yang mulai membuat gelisah antara lain aspek-aspek sebagai berikut:
- Benefit yang didapatkan baik secara materiil, maupun non-materiil. Apakah kompensasi yang didapatkan selama ini cukup baik bagi kita dan apakah kita sudah punya alternatif sumber penghasilan jika kita resign sebelum mendapatkan tempat kerja baru.
- Workload, yaitu beban kerja sejauh ini apakah sudah cukup optimal (tidak kurang atau berlebihan), sehingga tidak mengambil waktu libur atau jam pulang kerja kita untuk menyelesaikan pekerjaan. Jika cukup sering lembur maka hal itu dapat jadi pertimbangan.
- Otoritas atau kontrol terhadap pekerjaan. Seberapa sejauh ini kita diberikan kewenangan untuk menentukan sendiri bagaimana cara dan strategi kerja dalam memenuhi target. Ataukah atasan kita termasuk tipe micromanage sehingga kita sulit untuk membuat keputusan sendiri hingga hal-hal teknis di pekerjaan.
- Relasi atau hubungan dengan rekan kerja. Ada yang bersifat vertikal dengan atasan dan ada yang bersifat horizontal atau dengan sesama tim kerja. Boleh direfleksikan seberapa baik kualitas hubungan profesional yang dimiliki, apakah ada konflik yang mengganggu? Seberapa besar dan seberapa sering hal itu terjadi dari skala 1-10 untuk membantu Anda menilai.
- Value atau nilai adalah seberapa sejalan nilai-nilai yang dimiliki secara pribadi dengan yang dijalani oleh perusahaan. Apakah sejalan atau ada hal-hal yang bertentangan. Perbedaan nilai biasanya lama-kelamaan juga dapat menimbulkan kegelisahan dan ketidaknyamanan dalam bekerja jangka panjang. Contoh nilai yang bisa direfleksikan misalnya nilai kedisiplinan, integritas, keagamaan dan kebebasan untuk beribadah, ramah lingkungan, kekeluargaan, dan sebagainya.
- Fairness, yaitu seberapa Anda diperlakukan secara adil oleh kebijakan kantor dan oleh manajemen yang melaksanakan kebijakan tersebut. Ataukah ada perbedaan-perbedaan sikap dan perlakuan antar satu karyawan dengan karyawan lainnya yang membuat Anda merasa diperlakukan tidak adil.
- Development berkaitan dengan pengembangan karier. Apakah Anda merasa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri dan promosi sesuai dengan aturan yang berlaku di perusahaan? Jika tidak, maka hal ini juga dapat menjadi pertimbangan.
Ketujuh faktor di atas bisa dibuat skala kepuasannya untuk melihat masih adakah hal-hal yang dapat menjadi alasan untuk bertahan, dan apakah faktor-faktor yang kurang memuaskan merupakan hal yang masih dapat ditoleransi atau tidak.
Lalu pertimbangkan juga pro dan kontra jika ingin resign dari tempat saat ini atau memilih bertahan.
Apakah faktor pemantiknya masih dapat diselesaikan dan justru dapat meningkatkan keterampilan kita untuk bertahan di bawah tekanan, manajemen konflik, komunikasi asertif, dan yang lainnya?
Pastikan kita memutuskan dengan bijak saat kondisi diri sedang netral dan dapat berpikir jernih.
Jika Anda masih memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait topik ini atau masalah psikologi lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda