Informasi Artikel

Dirilis

27 September 2018

Penulis Artikel

Halodoc


Tag

Kata “menular” sering diidentikkan dengan berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Tapi baru-baru ini, ada “penyakit” –yang bukan disebabkan virus– yang masuk dalam daftar penyakit menular yaitu kelebihan berat badan alias obesitas.

Nah, obesitas ini adalah kondisi seseorang yang mengalami kegemukan yang berlebih. Hal ini terjadi karena adanya penumpukan lemak di dalam tubuh dan mengakibatkan berat badan naik secara drastis. Obesitas biasanya akan menyebabkan seseorang memiliki berat badan yang jauh dari angka ideal Indeks Massa Tubuh (IMT). Lalu bagaimana cara “penyakit” ini menular?

Menurut sebuah penelitian kegemukan ternyata bisa menular terutama jika seseorang tinggal di satu lingkungan dengan beberapa orang yang mengalami masalah berat badan. Peneliti menemukan bahwa faktor lingkungan ternyata bisa membuat seseorang lebih mudah untuk menjadi gemuk, bahkan obesitas. Tinggal dengan orang yang gemuk, atau memiliki seorang teman dengan bobot berlebih disebut bisa menjadi media penularan penyakit ini. Karena Anda akan terbiasa melihat gaya hidup, terutama pola makan mereka bahkan secara tidak sadar “mengadopsinya”. Kegemukan biasanya dipicu oleh kebiasaan hidup yang “sembarangan” seperti makan makanan yang tak sehat hingga tidak berolahraga. Jika orang terdekat melakukan hal ini, Anda akan menjadi terbiasa melihatnya dan memaklumi hal tersebut. Tinggal menunggu waktu untuk Anda melakukan hal yang sama.

Sebenarnya selain pola hidup, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan obesitas. Salah satunya adalah faktor genetis atau keturunan. Namun tentu saja, pola hidup yang sembarangan bisa jadi satu pemicu pasti naiknya bobot tubuh.

Bahaya Kegemukan
Cara penularan “penyakit” ini nyatanya tak sekadar dengan mengadopsi kebiasaan orang gemuk. Anda masih memiliki peluang yang besar untuk “tertular” gemuk, sekali pun berusaha tidak menerapkan pola hidup yang demikian. Karena gemuk pun bisa menular lewat pergaulan.

Misalnya, saat sedang berada di sekitar teman yang gemuk, Anda bisa jadi akan mengiyakan ajakannya untuk pergi ke sebuah cafe atau restoran Meski tujuan awalnya hanya hangout saja, tapi mungkin akan ikut tergoda untuk memesan sesuatu, padahal sebelumnya perut mungkin sudah terisi penuh. Atau temanmu mungkin punya kebiasaan makan sambil menonton televisi. Jika iya, jangan pernah berpikir untuk ikut melakukan hal itu. Karena kebiasaan-kebiasaan seperti itu telah terbukti dapat menyebabkan naiknya berat badan.

Mengalami kelebihan berat badan telah terbukti bisa memberi sederet dampak bagi seseorang. Seperti kesulitan dalam beraktifitas sehari-hari, karena kemampuan bergerak dan kondisi tubuh tentu akan dipengaruhi dengan berat badan. Dan biasanya pengidap obesitas akan mengalami kesulitan dalam hal ini. Memiliki berat badan berlebih membuat seseorang lebih cepat lelah dan sulit untuk melakukan aktifitas tingkat tinggi.  

Obesitas pun merupakan salah satu kondisi yang paling cepat mengundang penyakit berbahaya lain. Di antaranya stroke, penyakit jantung, diabetes hingga kanker. Biasanya kelebihan berat badan pun bisa membuat seseorang menjadi minder, alias kurang percaya diri. Bahkan pada beberapa kasus mereka mungkin merasa dikucilkan, dan bisa berujung stres atau depresi. Jika hal ini terjadi, maka telah terbukti bahwa obesitas adalah satu kondisi yang cukup berbahaya.
 

Sumber:

Tim Riset Halodoc

Penilaian :

5.0

4 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Pig Butchering Scam: Manipulasi Psikologis Berujung Investasi Palsu
Artikel Ahli
Sosial

Pig Butchering Scam: Manipulasi Psikologis Berujung Investasi Palsu

29 Agustus 2026

5.0
Ide Komunitas untuk Usia 50 Tahun: Kembali Produktif Atasi Rasa Sepi
Sosial

Ide Komunitas untuk Usia 50 Tahun: Kembali Produktif Atasi Rasa Sepi

10 Agustus 2026

5.0
Belajar dari Spider-Man: Brand New Day, Saat Hidup Memaksa Kita Mulai Lagi
Sosial

Belajar dari Spider-Man: Brand New Day, Saat Hidup Memaksa Kita Mulai Lagi

04 Agustus 2026

5.0
Peter Pan Syndrome: Ketika Menjadi Dewasa Terasa Menakutkan
Artikel Ahli
Sosial

Peter Pan Syndrome: Ketika Menjadi Dewasa Terasa Menakutkan

27 Juli 2026

Berikan Pendapat Anda

Jujun Junaedi

11 December 2025

Informatif sekali

Balas

. 0