Informasi Berita

Penulis Artikel

Daya

SMBC Indonesia bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Literasi Keuangan di dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kudus, Jawa Tengah: SMK NU Ma'arif pada 9 September 2026 dan SMK Wisudha Karya Kudus pada 10 September 2026. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan Literasi Keuangan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia muda sekaligus memberikan edukasi tentang berbagai bentuk keuangan ilegal yang marak terjadi di masyarakat. Sekitar 200 siswa mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias.


Kegiatan Literasi Keuangan di masing-masing sekolah berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Setelah pembukaan, perwakilan OJK Jawa Tengah menyampaikan materi mengenai OJK, kewaspadaan terhadap judi online dan pinjaman online ilegal, serta fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dan YOLO (You Only Live Once) yang dapat memengaruhi perilaku keuangan generasi muda. Siswa juga diajak memahami pentingnya pengelolaan keuangan untuk mendukung pencapaian tujuan dan cita-cita di masa depan.

Materi dilanjutkan dengan edukasi mengenai ciri-ciri investasi bodong, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan keuangan yang kerap menyasar masyarakat, termasuk pelajar. Sesi berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab.

Pemateri turut memperkenalkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK yang sebelumnya dikenal sebagai BI Checking, termasuk fungsinya untuk mengetahui riwayat kredit dan catatan pembiayaan. Peserta juga memperoleh informasi mengenai kanal perlindungan konsumen untuk mendapatkan informasi, menyampaikan pengaduan, dan melaporkan permasalahan keuangan.

Melalui kegiatan ini, SMBC Indonesia dan OJK Jawa Tengah berharap kesadaran siswa terhadap literasi keuangan semakin meningkat. Kolaborasi tersebut akan terus diperkuat dan pada tahun mendatang direncanakan diuji coba di beberapa wilayah Jawa Tengah sebagai langkah awal mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam kurikulum sekolah formal.