Dirilis

29 Desember 2017

Penulis

Indonesia Sports Medicine Centre

Ada banyak alasan kenapa Anda sebaiknya mengajak si buah hati melakukan latihan fisik. Selain dia menjadi sehat dan bugar, kemampuan akademisnya juga bisa meningkat. Banyak  penelitian yang mendukung pernyataan tersebut.

Sebuah studi metaanalisis terhadap 44 penelitian tentang pengaruh latihan aerobik terhadap kemampuan kognitif anak menyimpulkan, mereka yang aktif secara fisik mempunyai kemampuan kognitif dan prestasi akademik yang lebih baik.

Anak Sehat Adalah Anak Cerdas
Anak yang melakukan aktivitas fisik selama minimal 60 menit setiap hari, selain mempunyai tingkat kebugaran yang lebih baik juga mempunyai kemampuan belajar yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan aktivitas fisik.

Penelitian lain menunjukkan, melakukan olahraga secara teratur tidak hanya menjauhkan anak dari risiko obesitas (kegemukan), tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir, bahkan kemampuan hitung dan matematika. Anak yang aktif cenderung memiliki tingkat intelegensi dan daya ingat yang lebih baik daripada mereka yang kurang aktif.

Para peneliti juga menemukan bahwa hippocampus anak yang aktif bergerak, 12% lebih besar daripada otak anak yang kurang fit. Hippocampus sendiri merupakan bagian otak yang bertanggung jawab untuk daya ingat dan belajar. Beberapa penelitian dapat menyimpulkan manfaat latihan fisik pada anak-anak adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan kemampuan memperhatikan.
2. Meningkatkan nilai akademis.
3. Meningkatkan harga diri, percaya diri, dan citra diri positif.
4. Menurunkan kebiasaan buruk di sekolah.
5. Mempercepat proses pembelajaran di sekolah.

Bagaimana Latihan Fisik Bisa Meningkatkan Kecerdasan?
Penelitian menerangkan beberapa mekanisme antara lain, latihan fisik dapat menurunkan inflamasi di otak, meningkatkan aliran darah ke otak, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak, dan memperbanyak koneksi antar sel-sel otak.

Olahraga bisa memicu pertumbuhan sel-sel otak di bagian hippocampus, yaitu bagian otak yang paling berkaitan dengan memori yang akan mengalami penurunan setelah usia 30 tahun pada manusia.

Sebuah studi dengan menggunakan alat spektroskop menerangkan bahwa bersepeda dengan intensitas sedang mengaktifkan bagian otak kiri yang berfungsi untuk mengendalikan aktivitas fisik yang melibatkan kontraksi otot. Dimana bagian otak ini berfungsi juga untuk mengkontrol kemampuan kognitif seseorang, sehingga saat melakukan aktivitas fisik yang melibatkan kontraksi otot dapat meningkatkan kemampuan kognitif seseorang.

Penelitian jangka panjang yang melibatkan orang dewasa muda didapatkan, seseorang yang melakukan latihan fisik dengan teratur, secara signifikan dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit alzheimer. Bahkan terhadap seseorang yang sudah menderita alzheimer, aktivitas fisik secara teratur ternyata dapat menurunkan gejala-gejala dari penyakit alzheimer.

Jadi, ayo ajak anak Anda melakukan latihan fisik.

Sumber:

Indonesia Sports Medicine Centre

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Zeth Boroh, Sp.KO

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS