04 Juni 2018
Dirilis
Penulis
Indonesia Sports Medicine Centre
Jika hendak berolahraga atau berlatih selama bulan puasa Ramadan, 1 jam sebelum atau 3 jam sesudah iftar (berbuka puasa) merupakan waktu yang dapat Anda pilih. Karena beberapa penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan kelincahan dan kekuatan otot pada seseorang yang berlatih di waktu tersebut. Tapi sesuaikan dengan kondisi masing-masing yah.
Tubuh Bisa Beradaptasi Terhadap Latihan Fisik
Lalu, apakah intensitasnya harus diturunkan? Penelitian justru menunjukkan penurunan intensitas latihan selama bulan puasa menjadi faktor penyebab penurunan kebugaran fisik dan latihan di akhir bulan puasa terasa semakin berat. Tubuh seseorang yang sedang berpuasa pada dasarnya mampu beradaptasi terhadap latihan fisik. Dengan intensitas yang sama seperti sebelum bulan puasa, Anda justru dapat meningkatkan kebugaran selama bulan puasa.
Namun demikian, kemampuan tubuh beradaptasi sangat dipengaruhi oleh tingkat kebugaran fisik. Semakin bugar, semakin besar juga kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi selama bulan puasa.
Tubuh Memiliki Cadangan Gula untuk Mendukung Kerja Otot dan Otak
Selain itu, tubuh memiliki glikogen atau cadangan gula yang disimpan di dalam otot dan hati. Selama berlatih di masa puasa, tubuh menggunakan cadangan gula ini untuk mendukung kerja otot dan otak. Penelitian menunjukkan, walaupun saat mulai berlatih seseorang memiliki kadar gula darah yang lebih rendah dibandingkan saat tidak puasa, di akhir latihan, kadar gula darah dapat meningkat menjadi lebih tinggi dibandingkan sebelum latihan.
Jadi, dapat disimpulkan, selain soal perubahan waktu latihan, sebenarnya Anda dapat tetap berlatih seperti biasa selama berpuasa. Namun, agar dapat tetap melakukan olahraga dengan baik, Anda harus mempertahankan asupan kalori dan gizi, serta kualitas dan durasi tidur yang cukup yah.
Selamat berlatih!
Tubuh Bisa Beradaptasi Terhadap Latihan Fisik
Lalu, apakah intensitasnya harus diturunkan? Penelitian justru menunjukkan penurunan intensitas latihan selama bulan puasa menjadi faktor penyebab penurunan kebugaran fisik dan latihan di akhir bulan puasa terasa semakin berat. Tubuh seseorang yang sedang berpuasa pada dasarnya mampu beradaptasi terhadap latihan fisik. Dengan intensitas yang sama seperti sebelum bulan puasa, Anda justru dapat meningkatkan kebugaran selama bulan puasa.
Namun demikian, kemampuan tubuh beradaptasi sangat dipengaruhi oleh tingkat kebugaran fisik. Semakin bugar, semakin besar juga kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi selama bulan puasa.
Tubuh Memiliki Cadangan Gula untuk Mendukung Kerja Otot dan Otak
Selain itu, tubuh memiliki glikogen atau cadangan gula yang disimpan di dalam otot dan hati. Selama berlatih di masa puasa, tubuh menggunakan cadangan gula ini untuk mendukung kerja otot dan otak. Penelitian menunjukkan, walaupun saat mulai berlatih seseorang memiliki kadar gula darah yang lebih rendah dibandingkan saat tidak puasa, di akhir latihan, kadar gula darah dapat meningkat menjadi lebih tinggi dibandingkan sebelum latihan.
Jadi, dapat disimpulkan, selain soal perubahan waktu latihan, sebenarnya Anda dapat tetap berlatih seperti biasa selama berpuasa. Namun, agar dapat tetap melakukan olahraga dengan baik, Anda harus mempertahankan asupan kalori dan gizi, serta kualitas dan durasi tidur yang cukup yah.
Selamat berlatih!
Sumber:
Indonesia Sports Medicine Centre
2 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS
2 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS
Harap masukkan komentar Anda.
Silakan Login terlebih dahulu
Silakan masuk menggunakan akun Anda untuk mengakses konten yang diinginkan

test
Berikan Komentar