Dirilis

17 Mei 2018

Penulis

Tim Penulis Daya Sehat Sejahtera

Indonesia menduduki peringkat kedua dari 192 negara yang menyumbangkan sampah seberat 0,48-1,29 juta metrik ton per tahun ke laut. Seperti dilansir waste4change.com, Jakarta menghasilkan sampah sebanyak 7.200 ton dalam sehari, atau setara dengan isi 25 pesawat Boeing 747.

Sampah merupakan salah satu faktor penyebaran penyakit dan pencemaran lingkungan. Lalu apa yang bisa Anda lakukan? Coba lakukan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yakni membatasi sampah, menggunakan ulang sampah, dan mendaur ulang sampah.

Nah, mengenai membatasi jumlah sampah, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan:

1. Memilah sampah berdasarkan jenisnya
Sampah dapat dipilah menjadi 3 kategori, yakni sampah organik (seperti sisa makanan, sayur, dan buah), sampah anorganik (seperti kertas, botol bekas, kardus), dan sampah B3 atau bahan berbahaya beracun (seperti lampu bekas, baterai, obat-obatan bekas). Bila sampah dipilah dengan baik, maka sampah organik dapat dibuat kompos, sampah anorganik dapat di daur ulang menjadi barang bernilai ekonomi, dan sampah B3 dikelola sesuai prosedur sehingga tidak berdampak buruk bagi masyarakat.

2. Beli barang sesuai kebutuhan
Ingat, belilah barang sesuai kebutuhan bukan keinginan. Hal ini tidak saja untuk menghemat uang tetapi juga untuk mengurangi sampah. Bayangkan bila 1 rumah hanya butuh ½ kg sayur, tetapi membeli 1 kg sayur, berapa kg kemungkinan sayur yang terbuang? Bagaimana bila hal tersebut dilakukan oleh hampir seluruh rumah? Tentunya hal ini akan meningkatkan volume sampah.

3. Rencanakan menu makan Anda
Lebih dari 50% sampah saat ini adalah sampah organik, yakni sampah yang mudah membusuk dan terurai seperti sisa makanan. Untuk mengurangi sampah sisa makanan, cobalah untuk mengatur menu makan Anda, agar tidak terbuang sia-sia. Ambillah makanan yang hanya ingin Anda makan. Dengan begitu, Anda turut mengurangi sampah. 

4. Selalu bawa tas belanja saat berbelanja
Imbauan untuk mengurangi tas plastik bukan hal yang baru didengar, bukan? Tahukah Anda, bahwa kantong plastik membutuhkan waktu 10-12 tahun agar terurai. Bila kantong plastik ini terbawa ke laut, ekosistem laut terancam karena hewan laut memakan plastik atau rusaknya terumbu karang karena sampah plastik.

5. Bawa botol minum dan tempat makan sendiri
Sampah plastik menduduki peringkat kedua sampah terbanyak setelah sampah organik. Botol plastik dan sterofoam memakan waktu lama untuk terurai. Botol plastik membutuhkan waktu 20 tahun untuk hancur dan sterofoam memakan waktu 25 kali lipat, yakni 500 tahun agar dapat hancur. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengurangi sampah botol plastik dan sterofoam adalah dengan membawa botol minum dan tempat makan sendiri.

Beberapa cara tersebut dapat Anda lakukan dengan mudah guna mengurangi sampah. Mulai dari sekarang, mari lebih bijak dalam memilih produk dan mengelola sampah. Dari diri sendiri kita ciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Sumber:

Tim Riset Daya Sehat Sejahtera

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Sanny Yanisyah Cutfriana

Dokter Umum

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS