Dirilis

11 Pebruari 2021

Penulis

Tim Penulis Daya

Salah satu kondisi yang harus diwaspadai adalah ketika seseorang mengalami batuk namun menimbulkan darah. Ada beberapa penyebab batuk darah yang harus dipahami agar bisa mengatasi masalah batuk berdarah ini dengan baik. Istilah batuk berdarah dalam dunia medis disebut dengan Hemoptisis, yaitu batuk berdahak lalu muncul darah baik dari hidung, tenggorokan, batang tenggorok, maupun paru-paru.

Penyebab Batuk Berdarah

Mengapa seseorang bisa mengalami batuk darah? Kondisi ini merupakan pertanda adanya kerusakan pembuluh darah yang berada di sekitar saluran pernapasan atau menjadi gejala akan adanya beberapa penyakit serius dan membutuhkan penanganan. Seperti yang dilansir dari sebuah studi berjudul The Diagnosis and Treatment of Hemoptysis tahun 2017, terdapat beberapa penyakit yang menjadi penyebab batuk darah, diantaranya:
1.    Aspergillosis
2.    Bronkitis
3.    Infeksi paru atau pneumonia
4.    TBC
5.    Bronkiektasis
6.    Masuknya benda asing ke saluran pernapasan
7.    Pecah pembuluh darah di saluran pernapasan (varises bronkial)
8.    Edema paru
9.    Emboli paru
10.    Cedera pada daerah dada
11.    Kanker paru
Namun, perlu Anda ketahui bahwa yang menjadi penyebab batuk darah paling utama adalah penyakit Tuberkulosis (TBC), dan kondisi tersebut cukup banyak terjadi di Indonesia. Namun, untuk kondisi yang lebih pasti, baiknya Anda memeriksakan diri langsung ke dokter, karena selain gejala dari adanya penyakit serius, batuk darah juga dapat diakibatkan dari beberapa kondisi, seperti:
1.    Efek samping obat-obatan pengencer darah.
2.    Efek samping penggunaan narkoba.
3.    Batuk kronis.
4.    Gagal jantung.
5.    Penyakit autoimun
Selain itu, seseorang bisa lebih berisiko mengalami batuk berdarah jika:
1.    Merupakan Perokok Akut
2.    Mengkonsumsi obat imunosupresan.
3.    Menderita HIV/AIDS.
4.    Pernah menjalani operasi atau rawat inap di rumah sakit.
5.    Memiliki keluarga dengan riwayat kelainan pembekuan darah.

Penanganan Batuk Berdarah

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, jika mengalami batuk yang menimbulkan darah, sebaiknya langsung saja memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat, karena dokter akan melakukan serangkaian diagnosis yang dimulai dengan pertanyaan seputar gejala, kondisi fisik penderita, juga bisa dilanjutkan pada serangkaian pemeriksaan lainnya, seperti:
a.    Pemeriksaan Dahak, guna melihat bakteri yang bisa jadi penyebab batuk berdarah.
b.    Foto Rontgen atau CT scan, guna melihat kondisi paru-paru.
c.    Teropong saluran pernapasan (bronkoskopi), guna melakukan pengecekkan kondisi saluran pernapasan dari bagian dalam.
d.    Tes darah, guna pemeriksaan terhadap adanya kelainan pembekuan darah atau tidak.

Obat dan Tindakan Untuk Batuk Berdarah

Untuk obatnya sendiri, akan disesuaikan dengan kondisi atau penyakit yang diderita. Inilah beberapa tindakan dan obat untuk batuk berdarah:
a.    Jika penyebab batuk darah adalah penyakit TBC, maka TBC, penderita akan menjalani pengobatan dengan kombinasi obat anti tuberkulosis (OAT). Pengobatan tersebut akan dilakukan dalam beberapa bulan atau kurun waktu tertentu sesuai anjuran dokter untuk mencegah resistensi bakteri TBC.
b.    Jika kondisi batuk darah disebabkan oleh kanker paru, maka pasien dapat menjalani pengangkatan jaringan kanker melalui operasi. Selain itu, penderita tersebut juga dapat menjalani kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi dari keduanya untuk membunuh jaringan kanker yang tersisa, serta mencegah kanker muncul kembali.
c.    Seseorang yang mengalami batuk darah dalam jumlah banyak dan syok hipovolemik atau  merupakan kondisi darurat, pasien tersebut harus segera ditangani oleh dokter. Karena  kondisi tersebut dapat membahayakan nyawa penderita batuk darah. Dokter akan memberikan cairan infus dalam jumlah yang banyak untuk mempertahankan aliran darah ke seluruh tubuh.

Pencegahan Batuk Berdarah

Untuk mencegah terjadinya kondisi yang berbahaya ini, sebaiknya kita:
1.    Menerapkan pola hidup sehat, yaitu makan dengan asupan yang bergizi juga sempatkan berolahraga.
2.    Menjaga kondisi ventilasi udara di rumah tetap baik.
3.    Rajin mencuci tangan.
4.    Menutup mulut ketika bersin atau batuk.
5.    Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai saat bekerja.

Itulah beberapa penyebab batuk darah. Namun, penyebab utama dari kondisi ini adalah TBC. Maka dari itu, apabila Anda memiliki keluhan seputar batuk yang tidak kunjung sembuh meski telah diobati dan kemudian muncul darah, akan sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke dokter, agar bisa mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan lebih lanjut. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter umum dari Daya.id seputar masalah kesehatan lainnya.

Informasi lain terkait pola hidup sehat dan kesehatan lainnya, bisa Anda peroleh dengan mudah di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi kesehatan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda di Daya.id sekarang juga!

Sumber:

Dikutip dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Sanny Yanisyah Cutfriana

Dokter Umum

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS