Dirilis

14 November 2020

Penulis

Dian Wisnuwardhani, M.Psi, Psikolog

Sejak awal pandemi, hal yang perlu dilakukan untuk menjaga diri dari virus corona atau penyakit COVID-19 adalah physical distancing. Menjaga jarak secara fisik bukan berarti menjaga jarak secara sosial. Hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda perlu tetap terjalin dengan baik. Setiap individu membutuhkan dukungan moral dalam menghadapi situasi sulit seperti yang Anda alami saat ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memastikan interaksi sosial Anda terhubung dengan baik ialah dengan menciptakan pola komunikasi yang efektif.

Apa itu komunikasi efektif? Menurut Buku The Process of Communication (Berlo, 1960) Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, dan perasaan yang berdampak pada perubahan perilaku sehingga terdapat relasi yang baik antara pemberi dan penerima pesan. Tujuan dari komunikasi itu sendiri adalah informasi yang diberikan dapat diterima dengan benar oleh penerima pesan. Bagaimana caranya agar dapat menjalin komunikasi efektif dengan orang-orang disekitar Anda? Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda terapkan untuk memulainya.

 

  1. Belajar untuk Mendengarkan Orang Lain

Komunikasi yang efektif memerlukan lebih banyak mendengar dibandingkan berbicara. Mendengarkan lawan bicara dengan baik tidak hanya berarti Anda menerima informasi yang mereka berikan, namun juga berusaha memahami emosi lawan bicara yang berusaha untuk disampaikan. Dengan demikian, lawan bicara akan merasa dipahami dan hubungan Anda akan terjalin lebih baik. Di masa pandemi, menciptakan pola komunikasi seperti ini akan membantu Anda merasa lebih baik dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah. Kesejahteraan emosional dan fisik Anda pun akan turut terjaga dengan baik.


 

  1. Pahami Komunikasi Non-Verbal




Komunikasi non-verbal atau body language mencakup ekspresi wajah, gestur tubuh, kontak mata, postur, intonasi suara, serta teknik pernapasan. Memiliki kemampuan untuk memahami dan menggunakan komunikasi non-verbal ketika berinteraksi akan membantu Anda terhubung lebih baik dengan lawan bicara Anda, menyampaikan pesan dengan lebih efektif, dan menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan mereka, baik di rumah maupun di kantor. Komunikasi efektif juga memerlukan perhatian terhadap komunikasi non verbal. Di masa pandemi COVID-19, saat fisik tidak dapat berjumpa langsung, komunikasi non verbal sering kali diabaikan.

Menurut penelitian yang dilakukan dalam bidang psikologi, isi pesan yang sesungguhnya dominan berada pada pesan non verbal dibandingkan dengan pesan verbal itu sendiri. Contohnya adalah ketika Anda mendengar cerita teman Anda yang sedang sedih (secara langsung), ada pesan non verbal yang teman Anda sampaikan berupa raut wajah, intonasi suara, gestur, dan gerakan tubuh yang menunjang penggambaran rasa sedih tersebut. Bandingkan jika Anda hanya menerima pesan singkat melalui media sosial, tentu berbeda bukan? Bahkan dengan memperhatikan non verbal yang ditunjukkan oleh lawan bicara, sekilas Anda dapat mengetahui apa yang rekan Anda rasakan sebelum ia mulai bercerita. Tetaplah terhubung dengan orang-orang di sekitar Anda di masa sulit seperti masa pandemi COVID-19 ini tentunya akan membantu menjaga kesehatan mental Anda.

 

  1. Menyadari Emosi Diri dan Lawan Bicara




Masa pandemi COVID-19 semakin meningkatkan rasa cemas, takut, hingga stres yang dirasakan oleh banyak orang. Akan tetapi, berbagai emosi negatif tersebut dapat memengaruhi interaksi Anda dengan lawan bicara secara negatif pula. Oleh karena itu, untuk menciptakan komunikasi yang efektif, Anda perlu mengenali emosi yang Anda rasakan ketika berinteraksi dan emosi dari lawan bicara Anda. Anda dapat memulainya dengan memberi waktu bagi diri Anda untuk memproses pernyataan yang diberikan oleh lawan bicara sebelum Anda memberikan respon. Dengan begitu, Anda dapat belajar menentukan respon yang tepat untuk diberikan : meminta klarifikasi, memberi respon non-verbal, atau menyampaikan pesan. Menciptakan situasi yang tenang ketika berinteraksi dengan lawan bicara Anda akan membantu mereka untuk turut merasa tenang pula. Tentunya hal ini akan bermanfaat bagi Anda dan lawan bicara Anda di masa sulit seperti pandemi ini.

 

  1. Menjadi Asertif

Normal bagi Anda untuk mengalami kesulitan dalam berinteraksi akibat dari mengalami kelelahan emosional selama masa pandemi COVID-19. Demi menjaga hubungan yang baik dengan lawan bicara, Anda dapat mengatasinya dengan bersikap asertif. Sikap asertif berarti mengekspresikan perasaan, pikiran, serta kebutuhan Anda secara terbuka, jujur, namun tetap secara sopan kepada lawan bicara. Contohnya apabila Anda merasa tidak stabil secara emosional ketika teman dekat Anda ingin bercerita, Anda dapat menolaknya secara sopan dengan berkata “Saat ini saya sedang kelelahan, bolehkah jika saya beristirahat sebentar?”. (Baca juga: Cara Mudah Ubah 'Bad Mood' Jadi 'Good Mood' )

 

Pembatasan sosial secara fisik kiranya tidak membatasi interaksi sosial Anda dengan sahabat dan keluarga Anda. Media sosial dengan ekcanggihan teknologi menawarkan kemudahan dalam menggunakan voice dan video calling sehingga Anda tetap dapat saling bertatap muka meski hanya sebatas layar. Setidaknya dengan berjumpa lewat layar, Anda bisa tetap menangkan komunikasi non verbal dan menjalin komunikasi efektif di masa pandemi COVID-19. Selain itu, bisa menjadi pelepas rindu, bukan?

Jika Anda masih memerlukan informasi terkait komunikasi efektif maupun hal seputar psikologi lainnya, Anda dapat menanyakan langsung pada ahlinya di Tanya Ahli. Selamat mencoba!

 

 

Sumber:

Dian Wisnuwardhani, M.Psi, Psikolog

Penilaian :

5.0

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Dian Wisnuwardhani, M.Psi.

Psikolog

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS