Informasi Artikel

Dirilis

11 September 2026

Penulis Artikel

Anastasia Ekachandra


Tag

Coba bayangkan diri Anda 5 tahun dari sekarang. Apakah Anda ingin bekerja dan mengandalkan gaji bulanan yang bisa habis begitu saja, atau Anda ingin uang Anda juga bekerja untuk Anda?

Pertanyaan ini mungkin terdengar klise. Tapi pertanyaan ini juga yang bisa menjadi titik awal untuk Anda sebagai anak muda mulai serius memikirkan investasi, bukan sekadar menabung di rekening biasa.

Sayangnya, niat baik ini sering kandas di tengah jalan karena satu alasan klasik: bingung harus mulai dari mana. Belum lagi anggapan bahwa investasi hanya untuk orang dengan penghasilan besar, sesuatu yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi di era sekarang. Justru sebaliknya, semakin cepat Anda memulai, semakin besar peluang yang bisa dinikmati nanti. 

Penasaran bagaimana caranya? 

Baca juga: Gen Z dan Cryptocurrency, Perpaduan Teknologi dan Keuangan Masa Depan

 

Kenapa Harus Dimulai Sekarang, Bukan Nanti?

Ada satu hal yang sering terlewat dari obrolan soal investasi: waktu adalah aset yang tidak bisa dibeli kembali. 

Uang yang diinvestasikan hari ini punya lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh dibanding uang yang baru mulai diinvestasikan sepuluh tahun mendatang, meski nominalnya sama persis. Inilah kenapa memulai lebih awal, meski dengan modal kecil, sering kali jauh lebih menguntungkan dibanding menunggu "waktu yang pas".

Selain soal keuntungan, ada nilai lain yang tidak kalah penting, yaitu kesempatan belajar. Kesalahan kecil yang terjadi di usia muda jauh lebih mudah diperbaiki dibanding kesalahan besar yang baru disadari menjelang usia pensiun. 

Jadi, daripada terus menunda, kenapa tidak mencoba mulai dari langkah paling sederhana dulu? 

 

7 Tips Memulai Investasi bagi Anak Muda

Berikut ini 7 tips memulai investasi yang bisa Anda pertimbangkan.

 

1. Amankan dulu kebutuhan pokok dan dana darurat

Sebelum tergoda membuka aplikasi investasi, tanyakan dulu pada diri sendiri, apakah kebutuhan sehari-hari sudah aman dan sudah ada dana cadangan untuk situasi mendesak? Sekecil apa pun jumlahnya, dana darurat wajib ada lebih dulu, agar Anda tidak terpaksa menarik investasi di saat yang tidak tepat hanya karena kebutuhan mendadak muncul.

 

2. Kenali alasan Anda berinvestasi

Setiap keputusan besar butuh alasan yang jelas, begitu pula investasi. Apakah untuk melanjutkan pendidikan, membangun usaha sendiri, atau sekadar ingin merasa lebih tenang secara finansial di masa depan? Menjawab pertanyaan ini akan membantu menentukan jangka waktu dan jenis instrumen yang paling pas untuk Anda.

 

3. Pahami seberapa berani Anda mengambil risiko

Tidak semua orang nyaman melihat nilai investasinya naik turun setiap hari, dan itu sepenuhnya wajar. Sebelum memilih produk investasi, kenali dulu batas kenyamanan Anda terhadap risiko, karena hal ini akan menentukan apakah instrumen berisiko rendah, menengah, atau tinggi yang paling sesuai dengan karakter Anda.

 

4. Coba mulai dari yang paling ramah untuk pemula

Beberapa instrumen berikut sering menjadi pintu masuk yang nyaman bagi mereka yang baru memulai:

  • Reksa dana pasar uang, cocok untuk yang ingin merasakan investasi dengan risiko rendah, karena dananya dikelola langsung oleh manajer investasi profesional dan sudah bisa dimulai hanya dengan seratus ribu rupiah saja.
  • Emas digital, memungkinkan Anda menabung emas mulai dari nominal yang sangat terjangkau, tanpa perlu memikirkan tempat penyimpanan fisik, sekaligus menjaga nilai uang agar tidak tergerus inflasi.
  • Saham, meski risikonya lebih tinggi, bisa menjadi ruang belajar yang seru untuk memahami dunia pasar modal, asal diawali dengan riset yang cukup dan modal yang tidak membebani keuangan sehari-hari.


 

5. Manfaatkan fitur autodebet agar tidak bolong-bolong

Kalau Anda merasa sulit disiplin mengalokasikan dana investasi secara manual setiap bulan, coba manfaatkan fitur autodebet yang kini banyak tersedia di aplikasi keuangan. Dana akan otomatis terpotong dan dialokasikan ke instrumen pilihan pada tanggal tertentu, sehingga konsistensi tidak lagi bergantung pada mood atau ingatan Anda semata.

 

6. Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang

Ungkapan lama ini masih sangat relevan dalam dunia investasi. Membagi dana ke beberapa instrumen sekaligus, alih-alih menumpuknya di satu tempat saja, membantu menyebar risiko sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih seimbang dalam jangka panjang.

 

7. Jangan berhenti belajar setelah mulai berinvestasi

Dunia investasi terus bergerak dan berubah, dengan berbagai produk baru bermunculan dari waktu ke waktu. Jadikan kebiasaan membaca informasi dari sumber terpercaya, mengikuti diskusi seputar keuangan, atau bergabung dengan komunitas literasi finansial sebagai bagian dari perjalanan investasi Anda, bukan sekadar ikut tren yang sedang viral.

Baca juga: Masalah Keuangan, Faktor Utama Penyebab Stres pada Gen Z

 

Sesuaikan dengan Kondisi Keuangan

Investasi bukan lagi dunia eksklusif yang hanya bisa dijangkau oleh mereka yang berpenghasilan besar. Dengan mengamankan kebutuhan pokok, mengenali tujuan dan batas risiko diri sendiri, serta memulai dari instrumen yang mudah dipahami, siapa pun bisa mengambil langkah pertama menuju kebiasaan finansial yang lebih matang, termasuk Anda.

Ingat, tidak ada instrumen investasi yang bebas risiko sepenuhnya, dan setiap keputusan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan serta tujuan pribadi masing-masing.

Jika masih memiliki pertanyaan tekait informasi keuangan, jangan ragu berkonsultasi dengan ahlinya melalui fitur Tanya Ahli dan untuk mendapatkan saran yang tepat. Dengan mendaftar di daya.id, seluruh informasi terkait keuangan dapat diakses dengan gratis dan mudah. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda di daya.id sekarang juga!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Kebiasaan Kecil yang Membuat Uang Cepat Habis Tapi Sering Tidak Disadari
Investasi

Kebiasaan Kecil yang Membuat Uang Cepat Habis Tapi Sering Tidak Disadari

24 Agustus 2026

5.0
Saat Nilai Investasi Tidak Stabil, Apa yang Perlu Anda Lakukan?
Investasi

Saat Nilai Investasi Tidak Stabil, Apa yang Perlu Anda Lakukan?

06 Agustus 2026

5.0
Tips Investasi untuk Karyawan Berpenghasilan UMR
Investasi

Tips Investasi untuk Karyawan Berpenghasilan UMR

25 Juli 2026

5.0
Hadapi Dampak Kenaikan Harga BBM: Strategi Keuangan Pribadi, Usaha, dan Investasi
Investasi

Hadapi Dampak Kenaikan Harga BBM: Strategi Keuangan Pribadi, Usaha, dan Investasi

18 Juni 2026

Berikan Pendapat Anda