Informasi Artikel

Penulis Artikel

Lucky Lombu

Siapa juga yang mau kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)? Kemungkinan besar tidak ada. Karena PHK bisa berarti hilangnya sumber pendapatan. Tapi mengantisipasi risiko PHK bisa jadi langkah bijak untuk menjaga kompor di dapur Anda tetap menyala—apalagi jika tempat Anda bekerja makin hari makin mempelihatkan tanda bahaya.
 
Nah, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda siapkan sebagai langkah antisipasi. Selain dana darurat, mulailah untuk melunasi utang, dan siapkan rencana pendapatan alternatif. Kedua hal ini bisa jadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas hidup Anda.
 
Baca Juga: Usia 40-an Belum Punya Tabungan? Tips Praktis Pengelolaan Keuangan untuk Siapkan Dana Pensiun
 
 

Langkah Praktis Antisipasi Risiko PHK

Puluhan ribu orang Indonesia terkena PHK tahun ini. Kontan.co.id mencatat, pada paruh pertama tahun ini, 42.385 orang mengalami PHK, naik sekitar 32 % dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Masih dari Kontan, Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) mencatat, hingga Oktober 2025, sudah sekitar 65.000–70.000 pekerja terdampak PHK di berbagai sektor seperti digital, manufaktur, dan otomotif.
 
Sementara itu Antaranews.com mencatat hingga Mei 2025, Kementerian Ketenagakerjaan melaporkan 26.455 kasus PHK, dengan konsentrasi tertinggi berasal dari Jawa Tengah, Jakarta, dan Riau. Di sisi lain, Kompas.com mencatat, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mengungkap lonjakan klaim jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) hingga 52.850 sepanjang Januari–April 2025.
 
Pertanyaannya, apa yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi risiko tersebut? 
 
 

Menghadapi Risiko PHK: Ketika Pendapatan Tidak Pasti, Keuangan Jadi Rentan

Survei keuangan global menunjukkan hampir setengah pekerja tidak memiliki rencana keuangan tertulis, sehingga mereka mudah panik dan mengambil keputusan keliru saat kehilangan pekerjaan. 

Jadi masalah utamanya bukan hanya soal besar kecilnya gaji, melainkan bagaimana keuangan dikelola sejak masih memiliki penghasilan tetap.
Lalu, apa yang bisa dilakukan agar risiko PHK tidak langsung menjatuhkan kondisi finansial?

 

Solusi 1: Dana Darurat sebagai Fondasi Keamanan Finansial

Dana darurat merupakan pertolongan pertama saat pendapatan terhenti. Perencana keuangan umumnya merekomendasikan kita untuk memiliki dana darurat sebesar 3–6 bulan biaya hidup, mencakup kebutuhan pokok seperti makan, tempat tinggal, transportasi, dan tagihan rutin.

Mengapa dana darurat sangat penting? Karena orang yang memiliki dana darurat, cenderung lebih tenang dan rasional saat kehilangan pekerjaan. Mereka tidak langsung menjual aset, berutang, atau menerima pekerjaan apa pun karena terdesak.

Maka itu, coba segera miliki dana darurat. Anda bisa menyimpannya di instrumen yang aman dan likuid, seperti tabungan terpisah atau rekening khusus. Tujuannya bukan untuk mencari imbal hasil tinggi, tetapi memastikan dana bisa digunakan kapan saja saat dibutuhkan.

 

Solusi 2: Evaluasi Anggaran dan Siapkan “Mode Hemat”

Masalah lain yang sering muncul saat PHK adalah tentang gaya hidup yang tidak berubah. Pengeluaran gaya hidup masih sama, padahal pendapatan sudah berhenti. 

Inilah alasan mengapa evaluasi anggaran menjadi krusial. Mulai dengan memisahkan pengeluaran menjadi:

  • Kebutuhan wajib (makan, sewa, listrik, transportasi)
  • Pengeluaran non-esensial (hiburan, langganan digital, belanja impulsif)

Anda bisa menyiapkan anggaran darurat atau “mode hemat”. Ini adalah versi anggaran minimal yang bisa langsung Anda terapkan saat pendapatan terganggu. Dalam mode ini, pengeluaran gaya hidup bisa dipangkas sementara, untuk menjaga arus kas tetap aman.

Dengan cara ini, Anda tidak perlu berpikir ulang saat krisis datang, rencananya sudah siap.

 

Solusi 3: Kendalikan Utang agar Tidak Menjadi Beban

Utang, terutama yang berbunga tinggi seperti kartu kredit dan pinjaman konsumtif, bisa menjadi sumber tekanan besar pasca-PHK. Beberapa studi literasi keuangan menunjukkan bahwa utang adalah pemicu utama krisis finansial setelah kehilangan pekerjaan.

Selama masih memiliki penghasilan tetap, prioritaskan pelunasan utang berbunga tinggi. Semakin kecil kewajiban bulanan, semakin panjang “napas” finansial yang Anda miliki ketika pendapatan berhenti.

Ingat, tujuan utama bukan bebas utang seketika, tetapi menurunkan beban cicilan agar keuangan tetap fleksibel dalam kondisi darurat.

 

Solusi 4: Jangan Bergantung pada Satu Sumber Penghasilan

Ketergantungan pada satu sumber pendapatan membuat kondisi keuangan jauh lebih rentan. Itulah sebabnya banyak ahli menyarankan untuk mulai membangun sumber penghasilan tambahan sejak dini.

Bentuknya bisa beragam:

  • Freelance sesuai keahlian
  • Bisnis sampingan skala kecil
  • Penghasilan digital (konten, desain, kursus online)

Tren menunjukkan, karyawan dengan pendapatan ganda lebih mampu bertahan saat terjadi PHK, karena mereka masih memiliki arus kas alternatif, meskipun jumlahnya tidak besar. Setidaknya, penghasilan ini bisa membantu menutup kebutuhan dasar sambil mencari pekerjaan utama.

 

Solusi 5: Susun Rencana Keuangan Tertulis dan Realistis

Salah satu kesalahan paling umum adalah mengelola keuangan tanpa rencana yang jelas. Padahal, berbagai studi menunjukkan bahwa individu dengan rencana keuangan tertulis lebih disiplin menabung dan lebih siap menghadapi krisis.

Rencana keuangan sebaiknya mencakup:

  • Tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang
  • Strategi menghadapi gangguan pendapatan
  • Prioritas pengeluaran saat kondisi darurat

Perlu diingat, rencana keuangan bukan dokumen kaku. Ia perlu dievaluasi dan disesuaikan secara berkala mengikuti perubahan kondisi hidup dan ekonomi.

PHK memang tidak selalu bisa dihindari. Namun, dampaknya bisa diminimalkan dengan strategi keuangan yang tepat. Dana darurat, anggaran yang fleksibel, pengendalian utang, diversifikasi penghasilan, dan rencana keuangan tertulis adalah fondasi penting untuk menghadapi ketidakpastian.

Dengan persiapan yang matang, PHK tidak lagi menjadi ancaman yang melumpuhkan, melainkan tantangan finansial yang bisa dihadapi dengan lebih tenang, terukur, dan rasional. Mulailah menata keuangan sejak sekarang, karena perlindungan terbaik selalu dibangun sebelum risiko datang.
 
Baca Juga: Optimalkan Pertumbuhan Keuangan, Investasi dari Rp100.000 per Bulan

Jika Anda butuh saran lebih lanjut, Anda bisa berdiskusi dengan perencana keuangan pribadi di Tanya Ahli. Silakan daftarkan diri Anda di Daya.id untuk akses gratis ke Tanya Ahli.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Pengelolaan Dasar

Tips Mengatur Anggaran Bulanan agar Bisa Berinvestasi, Coba Sekarang!

05 Januari 2025

5.0
Pengelolaan Dasar

Jenis-jenis Reksa Dana, Cara Memilih Portofolio, dan Investasi Praktis di Digital Banking

25 November 2025

5.0
Pengelolaan Dasar

Harga Emas Bisa Naik dan Turun, Ini Penyebabnya

04 Juli 2022

5.0
Pengelolaan Dasar

Tips Penting Cara Memulai Investasi Rumah dan Keuntungannya

16 Januari 2021

Berikan Pendapat Anda

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS