Informasi Artikel

Penulis Artikel

Dian Savitri

Mengapa Harus Mempertimbangkan Investasi di Mata Uang Asing?

Bagi banyak orang Indonesia, menyimpan aset dalam Rupiah terasa paling nyaman karena rupiah digunakan sehari-hari. Namun faktanya rupiah secara historis terus mengalami pelemahan terhadap mata uang utama dunia. Artinya, daya beli skala global tergerus diam-diam, bahkan ketika nominal di tabungan tampak bertambah.

Oleh karena itu investasi mata uang asing menjadi relevan bukan sekadar untuk spekulasi, tetapi sebagai strategi perlindungan nilai aset (hedging) dan peluang mendapatkan capital gain dari selisih kurs yang bergerak dari waktu ke waktu.

 

Grafik 1: Kurs Rupiah vs Dolar AS (USD/IDR)

Dolar AS adalah patokan mata uang global. Dari data di bawah ini, terlihat bahwa nilai tukar USD terhadap IDR meningkat dari rata-rata sekitar Rp 13.545 per USD (Januari 2020) menjadi sekitar Rp 16.793 (Februari 2026) atau pelemahan Rupiah sebesar +19,1% dalam 6 tahun. Bagi pemegang USD sejak 2020, ini berarti capital gain nyata tanpa harus melakukan apa pun.
 
 

Grafik 2: Kurs Rupiah vs Dolar Singapura (SGD/IDR)

SGD adalah salah satu mata uang paling stabil di Asia Tenggara. Dari tahun Januari 2020 hingga Februari 2026, nilai SGD terhadap IDR naik dari Rp 9.954 menjadi Rp 13.279 per SGD atau pelemahan rupiah -24,8%.

 

Grafik 3: Kurs Rupiah vs Euro (EUR/IDR)

Euro merepresentasikan kekuatan ekonomi gabungan negara-negara Eropa. Meski sempat berfluktuasi akibat krisis energi dan konflik geopolitik, EUR/IDR secara tren menunjukkan penguatan Euro yang signifikan +35,1%.

  

Grafik 4: Kurs Rupiah vs Ringgit Malaysia (MYR/IDR)

Menariknya, Ringgit Malaysia sempat mengalami tekanan yang cukup dalam beberapa tahun terakhir akibat masalah internal Malaysia. Namun pada 2024–2026, MYR kembali menguat signifikan setelah reformasi ekonomi Perdana Menteri Anwar Ibrahim, menjadikannya salah satu mata uang dengan momentum pemulihan terbaik di ASEAN. MYR/IDR naik dari Rp 3.326 ke Rp 4.316 (kenaikan +29,4%).

Keempat mata uang di atas secara konsisten menguat terhadap Rupiah dalam jangka panjang. Tren ini bukan kebetulan tapi mencerminkan perbedaan fundamental ekonomi, inflasi, dan kepercayaan pasar.

Investasi mata uang asing cocok bagi :

 

1.    Investor dengan kebutuhan global

Misalnya, orang tua yang menyiapkan dana pendidikan anak ke luar negeri, pebisnis yang rutin transaksi dalam mata uang asing, atau profesional dengan pengeluaran dalam mata uang asing.

 

2.    Investor dengan horizon menengah–panjang

Karena pergerakan kurs bisa fluktuatif dalam jangka pendek.

 

3.    Investor yang ingin diversifikasi risiko domestik

Jika seluruh aset berada di rupiah, maka ketika rupiah tertekan, seluruh portofolio ikut terdampak.

 

4.    Investor moderat hingga agresif

Karena nilai tukar dapat bergerak signifikan dalam periode tertentu.

 

Amankah Menabung dalam Mata Uang Asing?

Menabung dalam mata uang asing di Indonesia sangat aman, asalkan dilakukan melalui lembaga yang tepat dan regulasi yang berlaku seperti perbankan.

Berikut alasannya:

  1. Dijamin LPS dan diawasi OJK. Bila kita menabung dalam bentuk mata uang asing di perbankan di Indonesia, maka simpanannya dilindungi oleh LPS dengan catatan suku bunga yang diberikan sesuai dengan ketentuan penjaminan LPS. Selain itu, menabung dalam bentuk mata uang asing di perbankan di Indonesia sudah diawasi juga oleh OJK. 
  2. Tabungan mata uang asing memiliki sifat likuid sama halnya dengan tabungan dalam mata uang rupiah. Artinya tabungan valas pun bisa dicairkan kapan saja sehingga mudah untuk diakses saat dibutuhkan.


Namun, selain itu terdapat juga risiko dalam menabung dalam mata uang asing yakni risiko selisih kurs dan risiko selisih spread harga beli dan harga jual. Dengan menyimpan sebagian aset dalam valas, Anda melindungi kekayaan dari risiko depresiasi Rupiah, inflasi domestik, dan ketidakstabilan ekonomi lokal. 

 

Lima Mata Uang Asing yang Layak Dipertimbangkan

Tidak semua mata uang asing diciptakan sama. Berikut adalah lima mata uang yang paling relevan dan strategis untuk investor Indonesia perimbangkan untuk dimiliki :

 

1. USD – Dolar Amerika Serikat

  1. Mata uang cadangan dunia (reserve currency) yang digunakan dalam sebagian besar transaksi perdagangan dan komoditas internasional.
  2. Likuiditas tertinggi di dunia bisa dengan mudah dikonversi ke mata uang lain kapan saja dan di mana saja.
  3. Amerika Serikat memiliki ekonomi terbesar dunia dengan pasar keuangan yang sangat dalam dan transparan.
  4. Banyak aset investasi global (saham Wall Street, obligasi US Treasury, emas) didenominasi dalam USD.
  5. Cocok untuk semua jenis investor; mata uang pertama untuk dimiliki dalam portofolio valas.


 

2. SGD – Dolar Singapura

  1. Salah satu mata uang paling stabil di Asia Tenggara, dikelola ketat oleh Monetary Authority of Singapore (MAS) dengan pendekatan managed float.
  2. Singapura adalah hub keuangan utama Asia dengan regulasi ketat dan iklim bisnis yang sangat kondusif.
  3. SGD secara historis stabil atau menguat terhadap IDR sehingga memberikan perlindungan nilai yang andal.
  4. Akses ke pasar Singapura membuka peluang investasi di reksa dana, obligasi, dan produk wealth management kelas dunia.
  5. Cocok untuk investor yang mengutamakan stabilitas dan perlindungan nilai jangka menengah-panjang.


 

3. EUR – Euro

  1. Mata uang tunggal 20 negara anggota Uni Eropa sehingga mencerminkan kekuatan ekonomi kolektif dari blok ekonomi terbesar kedua di dunia.
  2. Euro memberikan diversifikasi geopolitik yang baik, terpisah dari dinamika ekonomi Asia-Pasifik.
  3. Suku bunga ECB yang kompetitif membuka peluang imbal hasil menarik dari deposito EUR.
  4. Relevan bagi pengusaha atau keluarga yang memiliki kebutuhan transaksi atau studi di kawasan Eropa.
  5. Cocok untuk investor yang ingin diversifikasi ke luar Asia dan mengakses pasar Eropa.

 
 

4. JPY – Yen Jepang

  1. Yen adalah mata uang safe-haven global, nilainya cenderung menguat saat kondisi pasar global bergejolak atau terjadi krisis.
  2. Jepang adalah ekonomi terbesar ketiga di dunia dengan industri manufaktur dan teknologi kelas dunia.
  3. Yen mengalami pelemahan signifikan pada 2022-2023, menciptakan entry point yang sangat menarik bagi investor yang ingin beli saat murah.
  4. Cocok untuk investor yang ingin proteksi saat pasar sedang tidak pasti dan mencari peluang rebound JPY.

 
 

5. MYR – Ringgit Malaysia

  1. Tetangga terdekat dengan fundamental ekonomi yang kuat: eksporter energi, kelapa sawit, dan semikonduktor.
  2. Setelah melewati tekanan besar di 2022-2023, MYR menunjukkan pemulihan signifikan.
  3. Nilai MYR masih relatif terjangkau dibanding mata uang regional lain, dengan potensi apresiasi jangka menengah.
  4. Relevan untuk pengusaha yang punya bisnis atau relasi dagang dengan Malaysia.
  5. Cocok untuk investor regional yang ingin eksposur ke ASEAN di luar Indonesia.


 

Sudah Punya Valas? Jangan Dibiarkan Tidur di Rekening!

Banyak orang berpikir cukup dengan membuka rekening valas dan membiarkan uang tersimpan di sana. Padahal, bunga tabungan valas biasanya sangat rendah bahkan di bawah 1% per tahun. Coba putar valas dengan program keuangan berikut agar produktif :

 

A. Deposito Valas

Deposito valuta asing adalah langkah pertama yang paling mudah dan aman. Beberapa keunggulan dibanding tabungan biasa:

  1. Imbal hasil lebih tinggi dari tabungan valas biasa, umumnya antara 2%-5% per tahun untuk USD, tergantung tenor dan kondisi pasar.
  2. Pilihan tenor fleksibel: 1, 3, 6, hingga 12 bulan. Sesuaikan dengan kebutuhan.
  3. Dijamin LPS dan diawasi OJK (keamanan setara deposito Rupiah).
  4. Anda tetap memperoleh capital gain jika kurs valas menguat saat jatuh tempo.


Tampilan jual beli mata uang asing pada aplikasi Jenius dari Bank SMBC Indonesia

 

B. Obligasi dengan mata uang USD (USD Bond)

Bagi investor dengan dana lebih besar, obligasi valas menawarkan imbal hasil yang lebih kompetitif dengan profil risiko yang terukur:

  • Obligasi Negara RI dalam USD (Global Bonds / Sukuk Global). Obligasi ini diterbitkan pemerintah Indonesia, kupon dalam USD, aman dan likuid. Imbal hasil berkisar 4%-6% per tahun.
  • Obligasi korporasi USD. Obligasi ini berisi perusahaan BUMN maupun swasta nasional sering menerbitkan obligasi berdenominasi dolar dengan yield yang menarik.
  • US Treasury Bills/Bonds obligasi pemerintah AS yang dianggap paling aman di dunia (risk-free rate), cocok sebagai fondasi portofolio valas.


 

C. Reksa Dana Valas

Reksa dana berdenominasi valas memungkinkan Anda berinvestasi di pasar global tanpa harus memilih aset satu per satu:

  • Reksa dana pasar uang USD yang memiliki karakeristik likuid, aman, imbal hasil lebih baik dari tabungan valas.
  • Reksa dana pendapatan tetap USD yang berisi portofolio obligasi valas yang dikelola manajer investasi profesional.
  • Reksa dana saham global yaitu reksadana yang berisi saham perusahaan multinasional kelas dunia seperti Apple, Microsoft, TSMC, dan lainnya.


 

D. Saham & ETF Global (melalui Reksa Dana atau Broker Internasional)

Pilihan paling agresif namun berpotensi memberikan return tertinggi:

  • Saham perusahaan global seperti Apple, Google, Amazon, atau indeks S&P 500 didenominasi dalam USD. Sehingga mendatangkan double benefit yaitu potensi kenaikan harga saham dan potensi kenaikan kurs USD.
  • ETF (Exchange Traded Fund) memberikan diversifikasi otomatis ke ratusan aset hanya dengan satu transaksi sehingga efisien dan berbiaya rendah.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Artikel Ahli
5.0
Distribusi Keuangan

Tips dan Strategi Investasi Perak

12 Desember 2025

5.0
Distribusi Keuangan

Tips Investasi untuk Calon Pensiunan

16 Desember 2025

5.0
Distribusi Keuangan

Kesalahan Orang Tua dalam Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

14 Oktober 2025

4.8
Distribusi Keuangan

Cara Mengoptimalkan Investasi dengan Asuransi Unit Link

16 Maret 2025

Berikan Pendapat Anda

0 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS