Belakangan ini, harga barang-barang terasa makin mahal bukan? Dari kebutuhan dapur sampai ongkos transportasi, semuanya seperti naik pelan-pelan tanpa disadari. Inilah yang disebut inflasi, dan sayangnya, kondisi ini tidak hanya bikin belanja terasa lebih berat, tapi juga bisa menggerus nilai uang yang sudah Anda tabung atau investasikan.
Kalau uang Anda hanya disimpan diam di rekening biasa, nilainya sebenarnya perlahan berkurang setiap tahun karena kalah cepat dibanding kenaikan harga barang. Karena itu, penting untuk tahu instrumen investasi mana yang cukup aman digunakan saat inflasi sedang tinggi, agar uang Anda tidak sekadar "diam", tapi juga tetap bertumbuh mengimbangi kenaikan harga.
Baca juga: Antisipasi Inflasi, Ini Cara Mengatur Keuangan Agar Hidup Tetap Tenang
Kenapa inflasi bisa menggerus nilai uang?
Sederhananya begini, kalau tahun ini Rp100.000 bisa membeli 10 bungkus mi instan, tapi tahun depan harga mi instan naik sehingga Rp100.000 hanya cukup untuk 8 bungkus, itu artinya nilai uang Anda sudah berkurang meski jumlah nominalnya tetap sama. Nah, kalau uang tersebut hanya disimpan di tabungan biasa dengan bunga yang sangat kecil, nilainya akan terus tergerus seiring waktu.
Untuk melindungi nilai uang dari kondisi seperti ini, uang perlu ditempatkan di instrumen yang hasilnya bisa mengimbangi atau bahkan melampaui laju inflasi, bukan sekadar disimpan tanpa berkembang sama sekali.
Instrumen yang Bisa Dipertimbangkan Saat Inflasi Tinggi
Berikut ini beberapa instrumen yang bisa Anda pertimbangkan.
1. Reksa dana pasar uang
Reksa dana pasar uang cocok bagi Anda yang ingin instrumen dengan risiko rendah namun tetap memberi hasil yang relatif lebih baik dibanding tabungan biasa. Uang Anda dikelola manajer investasi ke instrumen jangka pendek seperti deposito dan surat utang, sehingga cukup stabil sekaligus mudah dicairkan kapan saja jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
2. Surat berharga negara (obligasi pemerintah)
Surat berharga negara, seperti obligasi ritel yang diterbitkan pemerintah, bisa menjadi pilihan menarik karena menawarkan kepastian arus kas yang relatif stabil dari kupon atau bunga yang dibayarkan secara berkala. Instrumen ini cocok dijadikan "jangkar" dalam portofolio Anda, karena risikonya tergolong rendah dan dijamin oleh negara.

3. Emas
Emas dikenal luas sebagai pelindung nilai uang saat inflasi sedang tinggi, karena harganya cenderung ikut naik seiring kenaikan harga barang secara umum. Selain itu, emas juga relatif mudah dicairkan kapan saja, baik dalam bentuk fisik maupun tabungan emas digital yang kini bisa dimulai dari nominal yang sangat kecil.
4. Saham perusahaan yang fundamentalnya kuat
Meski punya risiko fluktuasi harga yang lebih tinggi dibanding instrumen lain, saham dari perusahaan dengan kondisi keuangan yang sehat berpotensi memberikan pertumbuhan nilai yang mampu mengimbangi bahkan melampaui inflasi dalam jangka panjang. Perusahaan yang kuat biasanya bisa menyesuaikan harga produk atau jasanya mengikuti inflasi, sehingga pendapatan dan labanya tetap terjaga.
5. Aset riil seperti properti
Nilai aset riil, seperti tanah atau properti, secara historis cenderung ikut naik mengikuti laju inflasi dalam jangka panjang. Meski begitu, instrumen ini membutuhkan modal yang jauh lebih besar dan kurang likuid dibanding instrumen keuangan lainnya, sehingga lebih cocok untuk tujuan investasi jangka panjang.
Baca juga: Susah Payah Menabung, Kalah Sama Inflasi, Kok Bisa?
Tips Berinvestasi Saat Inflasi Sedang Tinggi
Berikut ini tips berinvestasi saat inflasi sedang tinggi-tingginya:
- Jangan panik menjual seluruh aset hanya karena harga sedang berfluktuasi, karena naik turunnya pasar adalah hal yang wajar terjadi.
- Hindari menaruh seluruh dana hanya di instrumen dengan imbal hasil rendah seperti tabungan biasa, karena nilainya justru bisa tergerus inflasi dalam jangka panjang.
- Bagi dana ke beberapa instrumen sekaligus, jangan hanya mengandalkan satu jenis aset saja, agar risiko lebih tersebar.
- Sesuaikan pilihan instrumen dengan jangka waktu, kebutuhan, dan tujuan investasi Anda, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang ramai dibicarakan.
Inflasi memang bisa perlahan menggerus nilai uang jika dibiarkan begitu saja tanpa dikelola dengan baik. Dengan memilih instrumen yang sesuai, seperti reksa dana pasar uang, surat berharga negara, emas, saham perusahaan yang sehat, aset riil, Anda bisa menjaga nilai kekayaan tetap tumbuh, bahkan di tengah kondisi harga-harga yang terus naik.
Perlu diingat, setiap instrumen investasi memiliki risiko dan karakteristiknya masing-masing, sehingga pilihan yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tujuan pribadi Anda.
Jika masih memiliki pertanyaan tekait informasi keuangan, jangan ragu berkonsultasi dengan ahlinya melalui fitur Tanya Ahli dan untuk mendapatkan saran yang tepat. Dengan mendaftar di daya.id, seluruh informasi terkait keuangan dapat diakses dengan gratis dan mudah. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda di daya.id sekarang juga!
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda