Tahun baru datang membawa semangat dan harapan, serta tekad baru. Ada banyak resolusi yang menari di dalam kepala. Resolusi adalah keputusan, niat dan tekad untuk melakukan sesuatu.
Misalnya, ingin hidup lebih sehat dan janji tidak banyak makan junk food. Bertekad bulat ingin rajin olahraga. Ingin jalan-jalan ke negeri impian, ingin ganti laptop atau gadget. Ingin memiliki rumah. Janji mau mulai investasi, apalagi baca berita aset investasi terus melambung. Dan masih banyak lagi resolusi yang bertebaran.
Namun sayangnya resolusi hanya tinggal angan karena tidak diwujudkan menjadi satu langkah nyata. Karena aktivitas semakin menghimpit dan hari hari terasa lomba lari cepat, biasanya alasan “nanti saja” atau “akhir pekan saja dikerjakan selagi santai” berkumandang dalam hati. Ditengah gaya hidup dan biaya yang terus meningkat, resolusi sering berhenti tanpa rencana yang jelas. Rencana adalah kebutuhan, bukan pilihan.
Sebentar, adakah resolusi tahun lalu yang sudah tercapai? Adakah yang masih tertinggal atau malah belum mulai sama sekali?
Ada baiknya melihat resolusi tahun sebelumnya yang belum terjadi. Mulailah mengingat dan meneliti faktor penyebab resolusi belum tercapai. Apakah gaji bulanan sudah menguap sebelum habis bulan? Apakah terlalu banyak cicilan atau paylater? Apakah gaji sebagian besar habis untuk cicilan sehingga tidak ada alokasi sama sekali untuk dana darurat?
Tujuan refleksi bukan untuk mencari kesalahan dan menyalahkan diri sendiri, tetapi untuk memahami pola keuangan dan aliran uang pribadi. Dengan begitu, resolusi tahun baru bisa dibuat lebih realistis.
Resolusi dengan SMART
Fase hidup manusia secara umum meliputi bayi, anak-anak, remaja, dewasa awal, dewasa madya hingga lansia. Tiap fase punya tujuan yang berbeda. Tujuan keuangan remaja atau Gen Z mulai dari membangun kebiasaan diri menabung secara rutin, membangun dana darurat dan mulai investasi. Tujuannya membangun pondasi keuangan jangka panjang. Buat yang di fase dewasa awal tujuan keuangan biasanya lebih beragam seperti menambah aset, mempersiapkan dana pernikahan, meningkatkan nilai investasi. Sementara keluarga muda punya tujuan keuangan yang lebih kompleks, apalagi jika sudah ada anak. Mulai dari dana pendidikan anak, uang muka atau cicilan rumah hingga proteksi keuangan dengan asuransi. Supaya tujuan keuangan tidak macet dijalan, penting membedakan antara kebutuhan dan gaya hidup. Tujuan yang jelas akan memudahkan penyusunan strategi.
Prinsip SMART adalah metode untuk menyusun tujuan agar lebih jelas, realistis dan dapat dicapai. SMART merupakan singkatan dari Specific (Spesifik), Measurable (Terukur), Achievable (Dapat Dicapai), Relevant (Relevan), dan Time-bound (Batas Waktu). SMART memecah target besar menjadi langkah konkret dan terkelola sehingga meningkatkan peluang sukses.
- Specific: menentukan tujuan dengan jelas dan terperinci. Dengan tujuan secara spesifik dapat lebih fokus dan memiliki motivasi lebih tinggi dalam mencapai tujuan tersebut.
- Measurable: tujuan harus dihitung atau diukur sehingga dapat memantau dan mengawasi apakah tujuan telah tercapai.
- Achievable: tujuan yang realistis sesuai dengan kondisi keuangan, sumber daya, dan hal-hal lainnya. Dengan tujuan yang realistis dapat meyakinkan pribadi untuk dapat mencapai tujuan tersebut
- Relevant: Tujuan yang relevan sesuai kebutuhan dan prioritas hidup. Tujuan yang relevan membuat individu semakin termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut karena sadar bahwa yang dilakukan sejalan dengan yang seharusnya
- Time Bound: Tujuan harus memiliki tenggat waktu yang jelas dalam mencapainya. Sehingga memiliki dorongan dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan tersebut sesuai waktu yang telah ditentukan.
Contoh menggunakan prinsip SMART
- S - Spesific (Spesifik): Menabung investasi
- M - Measurable (Terukur): Punya aset investasi Rp30.000.000
- A - Achievable (Dapat Dicapai) : Alokasi investasi Rp2.500.000 per bulan
- R - Relevant (Relevan) : Mengurangi gaya hidup konsumtif
- T - Time Bound (Batas Waktu) : Aset investasi 12 bulan
Setelah tujuan keuangan ditentukan dengan prinsip SMART, langkah selanjutnya adalah dengan menyusun strategi untuk mencapainya. Strategi dapat disesuaikan dengan kondisi, penghasilan dan gaya hidup masing-masing. Langkah pertama dalam menyusun strategi adalah budgeting atau menyusun anggaran. Anggaran akan mengatur arus uang. Tentukan alokasi pengeluaran untuk kebutuhan rutin, tabungan, investasi, dan hiburan. Alokasi tabungan dan investasi dilakukan di awal, bukan dari sisa pengeluaran. Strategi yang baik adalah tentang konsistensi menjalankan rencana sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Setelah strategi dijalankan diperlukan evaluasi berkala sepanjang perjalanan. Karena kondisi keuangan bisa berubah karena faktor pekerjaan, keluarga, atau kondisi ekonomi. Evaluasi dapat dilakukan setiap bulan atau setiap 4 bulan untuk melihat apakah strategi masih berjalan sesuai rencana. Jika terjadi perubahan, penyesuaian strategi dibutuhkan. Hal ini bukan berarti kegagalan, tetapi untuk membantu menjaga tujuan tetap realistis dan dapat dicapai.
Resolusi finansial jadi lebih bermakna ketika diubah menjadi goal yang SMART dengan strategi nyata. Di fase manapun kehidupan anda, semua tujuan dapat tercapai asal dimulai dengan langkah pertama dan konsisten menjalani. Tahun baru bukan soal rencana sempurna, namun keberanian untuk memulai dan disiplin menjaga arah. Ini waktunya mimpi finansial diwujudkan menjadi aksi nyata.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda