Informasi Artikel

Penulis Artikel

Dian Savitri

Pernikahan adalah momen sakral yang menandai dimulainya kehidupan baru bagi pasangan suami istri. Dalam berbagai tradisi dan agama di Indonesia, ada ritual pemberian mas kawin atau seserahan yang menjadi bagian penting dari prosesi pernikahan. 

Di era modern ini, mas kawin dan seserahan tidak hanya dipandang sebagai tradisi atau kewajiban, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memulai perencanaan keuangan keluarga. Yang menarik, mas kawin di era modern tidak melulu berbentuk emas, bahkan ada yang berupa saham atau aset investasi lainnya. 

 

Jenis Mas Kawin dan Seserahan

Mas kawin dan seserahan adalah bentuk pemberian dari calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita (dan keluarganya) dalam prosesi pernikahan. Meskipun memiliki nama dan makna yang berbeda di berbagai tradisi, esensinya adalah sama: bentuk penghormatan, komitmen, tanggung jawab, jaminan dan keamanan financial.

Umumnya mas kawin dan seserahan ini telah disepakati terlebih dahulu oleh kedua belah pihak, baik bentuknya dan nominalnya. Berdasarkan bentuknya, mas kawin dan seserahan dapat berupa:

Di era digital dan modern ini, saham menjadi pilihan mas kawin yang semakin diminati oleh pasangan muda dari berbagai latar belakang agama dan budaya, khususnya mereka yang melek finansial. Hal ini tercermin pada beberapa tokoh publik yang telah memilih saham sebagai mas kawin dalam pernikahan mereka.

 

1.    Yudha Keling (Yudha Ramadhan) - Desember 2025

Komedian stand-up sekaligus konten kreator keuangan ini menikahi Fadhilah Eryanda dengan mas kawin 1.412.025 lembar saham GOTO (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk) senilai sekitar Rp93 juta, ditambah 44 uang real dan 14,12 gram emas.

Yudha menjelaskan “Sejak kenal dunia investasi di tahun 2020, hidup dan karier saya banyak berubah dan bertumbuh menjadi lebih baik. Di perjalanan hidup yang baru ini, saya ingin nilai itu ikut hadir.

 

2.    Ahmad Fajar Dwianto & Rosalina Simamora - Januari 2022

Pasangan investor pasar modal ini menikah dengan mas kawin 1.000 lembar saham SIDO (PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk) melalui PT Pilarmas Investindo Sekuritas.

 

3.    Salman Siregar & Tita Dwi Prastisca - November 2020

Salman memberikan mas kawin berupa 2.000 lembar saham (TLKM, KLBF, PGAS) dan 993 unit reksadana Mandiri Pasar Uang Syariah. Salman menyatakan “Kami ingin menyampaikan pesan bahwa instrumen investasi saham dan reksadana bisa jadi pilihan aset masa depan.

Jika dibandingkan dengan mas kawin bentuk lain yang lebih konvensional, saham memiliki kelebihan yaitu:  

 

1.    Potensi Capital Gain

Terdapat potensi keuntungan dari kenaikan harga saham yang bisa jauh lebih tinggi dibandingkan instrumen tradisional seperti emas atau deposito. Dalam jangka panjang (10-20 tahun), saham dari perusahaan berkualitas cenderung memberikan return yang mengalahkan inflasi.

 

2.    Pasif Income dari Dividen

Saham dari perusahaan yang rutin membagikan dividen dapat memberikan passive income kepada istri secara berkala. Dividen ini bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau diinvestasikan kembali untuk memperbesar portofolio.

 

3.    Mendorong Edukasi Finansial Sejak Awal Pernikahan

Menggunakan saham sebagai mas kawin mendorong pasangan untuk belajar tentang manajemen keuangan dan investasi sejak awal pernikahan. Ini membangun fondasi yang kuat untuk pengelolaan keuangan keluarga di masa depan.

 

4.    Dilihat dari sisi Liquidity

Saham dapat dengan mudah dijual dan dikonversi menjadi uang tunai jika diperlukan untuk kebutuhan mendesak. Namun, saham juga dapat ditahan untuk pertumbuhan nilai jangka panjang.

 

5.    Diversifikasi Aset Keluarga

Bagi pasangan yang sudah memiliki mas kawin tradisional seperti emas dari keluarga, menambahkan saham membantu diversifikasi portofolio aset keluarga.

 

Perbandingan Saham dengan Mas Kawin Tradisional Lainnya


Namun,tidak semua saham cocok dijadikan mas kawin. Karena ini adalah pemberian yang umumnya disimpan dalam jangka panjang, maka pemilihan emiten sahamnya memerlukan pertimbangan khusus. Pertimbangkan dalam memilih saham untuk mahar atau mas kawin antara lain:

 

1.    Fundamental Perusahaannya Kuat

  • Proses bisnis yang jelas dan mudah dipahami
  • Produk atau jasa yang akan tetap dibutuhkan minimal 10-15 tahun
  • Posisi kompetitif yang kuat (market leader atau top 3)
  • Manajemen yang kompeten dengan track record baik


 

2.    Pertumbuhan Perusahaan dengan Trend Konsisten

  • Pendapatan yang terus bertumbuh selama minimal 3-5 tahun terakhir
  • Laba bersih yang positif dan meningkat
  • Utang yang terkelola dengan baik


 

3.    Membagikan Dividen Secara Rutin

  • Perusahaan yang rutin membagikan dividen minimal 30% dari laba bersih
  • Konsistensi pembagian dividen selama minimal 3 tahun terakhir
  • Dividend yield yang menarik (minimal 2-3% per tahun)


 

4.    Kapitalisasi Pasar Besar (Blue Chip)

  • Market cap minimal Rp10 triliun (large cap)
  • Dapat memilih saham yang masuk indeks LQ45 atau IDX30


 

5.    Sektor yang Defensif dan Stabil

Biasanya yang lebih aman, memilih saham dari perusahaan yang sudah stabil, memiliki laba konsisten dan konsisten membagikan dividen. Sektor defensif yang direkomendasikan seperti Perbankan (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI).

Untuk dijadikan mas kawin atau mahar, setelah membeli saham yang diinginkan, perusahaan sekuritas akan mengirimkan trade confirmation melalui email. Lalu membuat desain sertifikat profesional dengan mencantumkan nama pemilik, kode saham, jumlah dan nilainya. Sertifikat ini dibingkai dan ditampilkan saat prosesi penyerahan mas kawin pada saat akad nikah berlangsung. 

Mas kawin dan seserahan adalah tradisi universal yang memiliki makna mendalam dalam pernikahan, terlepas dari agama dan budaya. Di era modern, penggunaan saham sebagai mas kawin mencerminkan evolusi tradisi yang memadukan nilai-nilai sakral dengan kecerdasan finansial. Dengan persiapan matang, pemilihan saham yang tepat, dan pengelolaan bijak, mas kawin saham dapat menjadi fondasi keuangan yang kuat untuk memulai bahtera rumah tangga. 

Disclaimer ya, investasi saham mengandung risiko. Nilai investasi dapat berfluktuasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Artikel ini untuk tujuan edukasi dan bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Bank SMBC Indonesia tidak memberikan jasa perdagangan saham.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

4.9
Pengelolaan Dasar

Jenis-Jenis Investasi untuk Mahasiswa yang Wajib Dicoba

30 Januari 2021

4.9
Pengelolaan Dasar

Perbedaan Investasi dan Menabung, Strategi Pengelolaan Keuangan Pribadi

20 April 2025

4.9
Pengelolaan Dasar

Cara Mengukur Risiko Investasi dan Mengambil Keputusan untuk Pemula

01 Juli 2024

Artikel Ahli
5.0
Pengelolaan Dasar

Sehat Fisik, Sehat Finansial: Tips Mengatur Budget untuk Olahraga Kekinian

16 Oktober 2025

Berikan Pendapat Anda

100 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS