Masa pensiun sering kali identik dengan masa istirahat dari dunia kerja. Namun, banyak orang justru melihat masa ini sebagai peluang untuk memulai bisnis yang telah lama diimpikan. Meskipun banyak karyawan juga terkadang bingung dengan apa aktivitas yang mau dilakukan.
Dan sayangnya, tak sedikit yang kesulitan mewujudkan rencana tersebut karena kurangnya modal dan pengetahuan. Maka dari itu, menabung secara strategis sejak jauh hari menjadi langkah yang sangat penting untuk memastikan ketersediaan dana saat memasuki usia pensiun.
Artikel ini membahas strategi menabung yang realistis dan efektif untuk membantu mengumpulkan modal bisnis jelang pensiun, sehingga masa pensiun bisa dinikmati dengan tenang sekaligus bahagia.
1. Tentukan Tujuan dan Estimasi Modal Bisnis
Langkah pertama dalam menabung untuk modal bisnis adalah memiliki tujuan yang jelas. Tentukan terlebih dahulu jenis bisnis yang ingin dijalankan dan kemudian lakukan riset awal mengenai kebutuhan modalnya. Misalnya, membuka kedai kopi rumahan bisa membutuhkan modal sekitar Rp50 juta, sedangkan toko online fashion mungkin membutuhkan lebih sedikit tergantung skala dan stok awal yang diinginkan.
Dengan mengetahui estimasi biaya, Anda bisa menetapkan target tabungan yang spesifik dan realistis dalam jangka waktu yang tersisa hingga pensiun.
2. Mulai Sedini Mungkin dan Manfaatkan Kekuatan Bunga Majemuk
Semakin awal Anda memulai, semakin ringan beban tabungannya karena Anda memiliki lebih banyak waktu untuk mengakumulasi dana. Salah satu prinsip penting dalam menabung jangka panjang adalah bunga majemuk (compound interest). Dana yang disimpan dan diinvestasikan akan menghasilkan bunga, dan bunga tersebut akan menghasilkan bunga lagi di periode berikutnya.
Contoh sederhana: Menabung Rp1 juta per bulan selama 10 tahun dengan bunga 6% per tahun dapat menghasilkan lebih dari Rp165 juta jika diinvestasikan dengan benar.
3. Gunakan Metode Tabungan Otomatis
Agar disiplin menabung, manfaatkan fasilitas auto-debit bulanan dari rekening gaji ke rekening tabungan atau investasi. Ini membantu menghindari godaan untuk menggunakan uang yang seharusnya ditabung. Prinsip utama Tabungan otomatis ini adalah “bayar diri sendiri terlebih dahulu” sebelum membelanjakan uang untuk kebutuhan lainnya.
4. Pisahkan Rekening Tabungan Bisnis dari Tabungan Umum
Buat rekening terpisah khusus untuk modal bisnis. Ini berguna agar dana yang disiapkan tidak tercampur dengan dana kebutuhan harian atau darurat. Pisahkan rekening sedini mungkin dan perlakukan dana tersebut sebagai "tidak bisa disentuh" kecuali saatnya tiba.
Rekening khusus ini juga akan memudahkan Anda dalam mengelola alokasi dana bisnis nanti karena sumbernya sudah jelas dan terdokumentasi.
5. Manfaatkan Instrumen Investasi yang Aman dan Bertumbuh
Untuk menabung dalam jangka menengah-panjang (estimasi waktu sekitar 5–10 tahun), menyimpan uang di rekening tabungan biasa mungkin tidak cukup karena bunga bank kalah oleh inflasi. Alternatifnya, Anda bisa mempertimbangkan dengan intrumen investasi berikut:
- Deposito berjangka: Cocok untuk profil risiko rendah, menawarkan bunga tetap dan relatif lebih tinggi dari tabungan biasa.
- Reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap: Cocok bagi Anda yang menghindari risiko tinggi tapi ingin imbal hasil lebih baik dari deposito.
- Obligasi ritel (ORI/SBR): Instrumen pemerintah yang aman dan memberikan bunga tetap yang bisa digunakan untuk keperluan bisnis nanti.
Hindari instrumen spekulatif menjelang pensiun seperti saham individual berisiko tinggi jika Anda tidak memiliki pengetahuan atau waktu untuk memantau pasar.
6. Lakukan Review dan Penyesuaian Rutin
Evaluasi tabungan Anda minimal setiap 6 bulan, dengan check-in lebih regular missal tiap bulan. Apakah Anda sudah on track menuju target modal atau belum? Apakah pengeluaran bulanan dapat ditekan untuk menambah jumlah Tabungan atau tidak?
Melakukan evaluasi rutin ini akan membantu Anda menyesuaikan strategi, terutama jika ada perubahan kondisi finansial atau rencana bisnis.
7. Potong Pengeluaran Konsumtif dan Alihkan ke Tabungan
Meningkatkan tabungan bukan hanya soal mencari pendapatan tambahan, tapi juga tentang mengurangi pengeluaran yang tidak penting. Contoh konkret:
- Mengurangi frekuensi makan di luar
- Berhenti langganan layanan digital yang tidak digunakan
- Menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai
Dana dari penghematan ini bisa langsung dialihkan ke rekening modal bisnis.
8. Manfaatkan Dana Pensiun dan Pesangon secara Bijak
Jika Anda mendapatkan dana pensiun atau pesangon, pertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian besar ke dalam bisnis yang telah direncanakan. Namun, pastikan bisnis tersebut sudah melalui studi kelayakan agar tidak berisiko tinggi.
Sebaiknya, pisahkan antara dana untuk kebutuhan hidup setelah pensiun dengan dana untuk bisnis. Jangan gunakan seluruh tabungan pensiun untuk modal bisnis, demi keamanan jangka panjang.
9. Tambah Penghasilan Jelang Pensiun
Jika memungkinkan, cari sumber penghasilan tambahan selama masa aktif kerja untuk mempercepat pengumpulan modal bisnis. Misalnya:
- Freelance atau konsultasi di bidang keahlian Anda
- Menjual produk digital
- Investasi kecil-kecilan yang menghasilkan passive income
Dengan begitu, Anda tidak terlalu bergantung pada gaji bulanan untuk menabung.
Membangun bisnis jelang pensiun adalah impian yang bisa diwujudkan jika Anda mempersiapkan modalnya dengan baik. Strategi menabung yang konsisten, cerdas, dan realistis menjadi kunci utama. Mulailah dari sekarang, tetapkan target, gunakan instrumen yang tepat, dan jaga kedisiplinan dalam menabung.
Dengan perencanaan yang matang, Anda bisa menjalani masa pensiun yang produktif dan bermakna, bukan hanya menikmati hasil kerja seumur hidup, tetapi juga menciptakan peluang baru melalui usaha sendiri. Selain itu meminimalisir kehidupan pension tanpa persiapan sehingga mengurangi masa-masa post power syndrome yang sebelumnya memiliki kesibukan Ketika bekerja.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda