Minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat, terutama di kalangan pemula yang ingin mempersiapkan masa depan keuangan yang lebih baik. Namun, di sisi lain, banyak investor pemula justru merasa ragu, cemas, bahkan enggan memulai karena takut salah langkah atau gagal mencapai target yang ditetapkan. Kondisi ini sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan oleh penetapan target investasi yang tidak realistis sejak awal. Hal ini bisa saja didorong dari FOMO maupun maraknya influencer keuangan dan investasi di sosial media yang membagikan tampilan profit yang dihasilkan dari investasi pada instrumen tertentu.
Target investasi yang terlalu tinggi, terlalu cepat, dan tidak sesuai dengan kondisi keuangan sering membuat pemula kehilangan kepercayaan diri atau bahkan sebaliknya sering membuat investor pemula mengambil risiko terlalu tinggi tanpa melihat fondasi keuangan yang kuat.
Padahal, investasi seharusnya menjadi sarana untuk membangun keamanan finansial secara bertahap, bukan menjadi ajang balapan dan sumber tekanan baru. Oleh karena itu, pemahaman mengenai strategi menetapkan dan mencapai target investasi yang masuk akal menjadi sangat penting, khususnya bagi investor pemula.

Cara Menyusun Target Investasi untuk Pemula
Bagaimana caranya agar menyusun target investasi tidak terkesan mengawang-ngawang dan menjadi masuk akal untuk investor pemula?
1. Investasi dimulai dari tujuan yang jelas
Langkah awal dalam menyusun target investasi yang realistis adalah memahami tujuan investasi itu sendiri. Banyak pemula langsung berfokus pada angka imbal hasil atau nominal akhir tanpa mendefinisikan tujuan yang ingin dicapai.
Tujuan investasi dapat bersifat jangka pendek, menengah, maupun panjang. Seperti digambarkan berikut:
Setiap tujuan memiliki horizon waktu dan tingkat risiko yang berbeda. Dengan tujuan yang jelas, target investasi menjadi lebih terarah dan rasional. Tanpa tujuan yang spesifik, investasi cenderung dilakukan secara impulsif dan sulit dievaluasi keberhasilannya.
2. Menetapkan target berdasarkan progress bukan hasil
Kesalahan umum pemula adalah menetapkan target yang sepenuhnya bergantung pada hasil pasar, misalnya menargetkan tingkat keuntungan tertentu dalam waktu singkat. Padahal, pergerakan pasar tidak dapat dikendalikan oleh investor.
Sebaliknya, pemula disarankan untuk menetapkan target yang berbasis proses, yaitu aspek-aspek yang dapat dikendalikan secara langsung, seperti Konsistensi investasi bulanan, disiplin dalam menyisihkan dana, kepatuhan pada rencana investasi dan kesabaran dalam menghadapi fluktuasi harga.
3. Tidak melupakan ceklist sebelum berinvestasi
Investasi mengandung risiko. Semakin besar potensi imbal hasil yang diberikan suatu instrumen investasi maka resikonya juga semakin besar. Target investasi yang masuk akal harus disesuaikan dengan kondisi keuangan investor. Investasi tidak boleh mengorbankan kebutuhan dasar, kewajiban rutin, maupun stabilitas keuangan sehari-hari.
Sebelum investasi, pemula perlu memastikan bahwa ceklist berikut sudah terpenuhi yaitu:
- Memiliki dana darurat minimal 3x pengeluaran rutin bulanan
- Tidak memiliki utang konsumtif jangka pendek seperti pinjol, KTA, dan kartu kredit.
- Kebutuhan hidup sehari-hari dan juga kebutuhan nominal besar dalam jangka waktu dekat sudah disisihkan.
4. Menggunakan pendekatan yang bertahap dan terukur
Pemula sering kali tergoda untuk langsung menerapkan strategi investasi yang kompleks atau melakukan diversifikasi berlebihan sejak awal. Pendekatan seperti ini justru berisiko menimbulkan kebingungan dan kesalahan pengambilan keputusan.
Strategi yang lebih aman dan profesional adalah menggunakan pendekatan bertahap, seperti:
- Memulai dari instrumen investasi yang relatif sederhana dan sesuai profil risiko.
- Membangun pemahaman terhadap karakteristik instrumen tersebut.
- Membiasakan diri dengan fluktuasi nilai investasi.
- Menambah variasi instrumen secara bertahap seiring meningkatnya pemahaman dan kapasitas finansial.
5. Jangan membandingkan diri dengan yang lain
Salah satu tantangan terbesar bagi investor pemula saat ini adalah paparan informasi dari media sosial yang sering menampilkan hasil investasi besar tanpa konteks yang memadai. Hal ini dapat memicu perbandingan yang tidak sehat dan mendorong pemula menetapkan target di luar kemampuannya.
Penting untuk dipahami bahwa setiap individu memiliki latar belakang keuangan, tingkat pendapatan, dan tanggung jawab yang berbeda. Target investasi yang masuk akal adalah target yang sesuai dengan kondisi pribadi, bukan target yang ditentukan berdasarkan pencapaian orang lain.
Menghindari perbandingan yang tidak relevan akan membantu pemula tetap fokus pada rencana jangka panjang dan menjaga kestabilan emosi dalam berinvestasi.
6. Evaluasi secara berkala dan penyesuaian target dalam jangka panjang
Bagi pemula, keberhasilan investasi sebaiknya tidak diukur dari kecepatan memperoleh keuntungan, melainkan dari keberlanjutan strategi yang dijalankan. Indikator keberhasilan bisa saja dilihat dari kemampuan mempertahankan investasi dalam jangka waktu yang direncanakan, konsistensi dalam menyisihkan dana, tidak mengambil keputusan impulsif saat terjadi fluktuasi pasar, dan kesiapan untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi.
Target investasi bukanlah sesuatu yang bersifat permanen. Perubahan kondisi hidup, pendapatan, maupun prioritas keuangan dapat mempengaruhi target yang relevan yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, evaluasi berkala minimal satu tahun sekali perlu dilakukan untuk memastikan bahwa target investasi tetap sesuai dengan kondisi terkini. Penyesuaian target tidak dapat dianggap sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian dari proses perencanaan keuangan yang sehat dan adaptif.
Bagi investor pemula, strategi mencapai target investasi yang masuk akal bukanlah tentang mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat. Strategi tersebut lebih menekankan pada penyusunan target yang realistis, berbasis proses, dan sesuai dengan kondisi keuangan pribadi.
Target investasi yang tepat akan membantu pemula membangun kebiasaan yang konsisten, mengelola risiko dengan lebih baik, serta menjaga stabilitas mental dalam perjalanan investasi jangka panjang. Dengan pendekatan yang terukur dan profesional, investasi tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan, melainkan menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan yang berkelanjutan.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda