Informasi Artikel

Dirilis

13 Oktober 2026

Penulis Artikel

Ariematea Kristiawan


Tag

Pengaturan keuangan sering menjadi sumber masalah dalam kehidupan pernikahan. Istri ingin gaji suami 100% diserahkan kepadanya meski ia memiliki penghasilan sendiri. Namun, suami belum tentu mau melakukannya. Lalu, bagaimana cara mengatur keuangan suami istri bekerja yang ideal? 

Pasangan suami istri harus memiliki komunikasi yang baik dalam hal pembagian keuangan rumah tangga. Mereka harus terbuka akan besaran gaji mereka. Selain itu, mereka harus mau berdiskusi dalam menentukan sistem pembagian keuangan rumah tangga. 

 

5 Cara Mengatur Keuangan Suami Istri Bekerja 

Di era modern ini, wanita umumnya tetap ingin bekerja meski mereka telah menikah dan memiliki anak. Dengan adanya penghasilan ini, rumah tangga mereka akan memiliki pondasi keuangan yang baik. Pondasi ini akan semakin kokoh jika suami istri yang bekerja mampu mengatur keuangan secara bijak. 
Pembagian keuangan suami istri bekerja dapat dilakukan dengan cara mengadopsi salah satu sistem di bawah ini. 

 

1.    Cara Tradisional 

Secara tradisi dan agama, pemenuhan kebutuhan rumah tangga merupakan kewajiban suami sepenuhnya. Sehingga, laki-laki yang mengadopsi cara pengaturan keuangan tradisional ini harus mau seluruh atau sebagian gajinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

Sementara itu, istri bertugas mengelola gaji suami dengan sebaik-baiknya agar seluruh kebutuhan rumah tangga terpenuhi. Jika istri memiliki penghasilan sendiri, ia tidak diharuskan membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga. 

Ia bebas menggunakan gajinya untuk ditabung atau membeli hal-hal yang disukainya. Dalam beberapa kasus pengelolaan keuangan tradisional, istri bahkan tidak perlu pusing mengatur keuangan.  

Suami lah yang berbelanja kebutuhan rumah tangga dan membayar tagihan. Sehingga, istri hanya akan memperoleh uang nafkah dari suami tanpa tahu jumlah gaji suami maupun besarnya pengeluaran rumah tangga.  

 

2.    Sistem Gabung Total 

Sistem gabung total adalah cara mengatur keuangan rumah tangga suami istri bekerja yang menggabungkan seluruh pendapatan suami dan istri dalam satu rekening. Dana dalam rekening ini kemudian digunakan untuk membiayai semua kebutuhan rumah tangga. 

Dana dalam rekening ini dikelola atau dibelanjakan oleh salah satu pihak atau kedua pihak. Namun, siapapun pengelolaannya atau yang menggunakan dana tersebut harus terbuka atas transaksi yang dilakukan. Jika tidak, maka konflik suami istri akan muncul. 
 
Dalam sistem ini, Anda tidak tahu seberapa besar bagian gaji Anda yang dipakai untuk kebutuhan pribadi pasangan atau keluarga. Cara tersebut cocok bagi suami istri yang ingin memiliki andil yang signifikan pada keuangan keluarga. 

 

3.    Sistem Hybrid 

Sistem hybrid hampir sama seperti sistem gabung total. Cara mengatur keuangan suami istri bekerja ini menggabungkan sebagian penghasilan suami dan istri dalam satu rekening.

Dana dalam rekening ini kemudian dikelola secara transparan oleh istri maupun pasangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan. Sementara itu, sisa penghasilan mereka dimasukkan ke rekening-masing-masing untuk ditabung atau memenuhi kebutuhan pribadi. 

Sebelum menerapkan sistem hybrid, suami istri harus berunding tentang persentase penghasilan masing-masing yang akan dimasukkan ke rekening bersama. Contohnya, suami memasukkan 80% gajinya untuk kebutuhan keluarga dan istri menutup kebutuhan sisanya. 

 

4.    Sistem Bagi Tugas 

Pembagian keuangan suami istri dapat dilakukan berdasarkan jenis kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi. Sebagai contoh, suami bertanggung jawab dalam membayar cicilan, spp anak, biaya makan sehari-hari, dan biaya transportasi. 

Sementara itu, istri bertanggung jawab untuk pos pengeluaran yang lebih ringan, contohnya asuransi kesehatan, hiburan, dan tabungan dana darurat/pensiun. Dengan demikian, suami maupun istri memiliki sisa penghasilan untuk diri sendiri. 

 

5.    Sistem Bagi Rata 

Sistem bagi rata mengharuskan suami dan istri memiliki andil yang sama dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Sebelum menerapkan sistem tersebut, pasangan suami istri wajib menghitung semua pengeluaran rutin bulanan. 

Selanjutnya, pengeluaran rutin tersebut dibagi dua sama. Masing-masing pihak selanjutnya memasukkan uang gaji mereka dalam jumlah yang telah ditentukan ke rekening yang sama.  

Dana yang berada di rekening bersama hanya boleh digunakan untuk kebutuhan yang telah dianggarkan. Sementara itu, sisa gaji suami dan istri dapat digunakan untuk investasi, kebutuhan pribadi, dan tabungan pribadi. 

 

Tips Mengatur Keuangan bagi Suami Istri Bekerja 

Cara mengatur keuangan jika suami istri bekerja tidak selalu mudah untuk dipraktikkan. Sistem yang ideal bagi pasangan lainnya, belum tentu ideal bagi Anda. Meski demikian, pembagian keuangan akan berjalan dengan baik, jika Anda dan pasangan dapat mengikuti tips di bawah ini. 

  • Pengelolaan Keuangan Transparan: Baik istri, suami, atau keduanya yang mengelola keuangan, transparansi tetap harus dijalankan. Pengelolaan keuangan yang transparan dapat menghindarkan pasangan dari kesalah pahaman. 
  • Jaga Komunikasi: Suami dan istri harus saling berkomunikasi mengenai keuangan pribadi maupun keuangan rumah tangga. Sehingga, pihak yang satu tidak merasa ada yang dirahasiakan dari pihak lainnya.  
  • Tentukan Tujuan Keuangan: Pasangan suami istri perlu memiliki tujuan keuangan yang sama. Oleh karenanya, mereka harus menentukan tujuan tersebut, contohnya nominal dana darurat, investasi, dan tabungan pendidikan yang harus mereka miliki. 


Baca Juga : Cara Membuat Anggaran Bulanan Sederhana

Cara mengatur keuangan suami istri bekerja yang ideal umumnya berbeda antara tiap pasangan. Beberapa pasangan mungkin merasa nyaman dengan pembagian keuangan yang sama rata. Namun, pasangan lain mungkin merasa sistem tersebut tidak cocok untuk mereka. 

jika Anda merasa ada yang kurang dari artikel ini,  Anda juga bisa membaca artikel keuangan lainnya dengan mengunjungi artikel di daya.id dan mendaftarkan diri Anda di sini secara gratis.

Jika Anda membutuhkan bantuan lainnya terkait usaha anda juga dapat langsung berdiskusi secara gratis dengan menggunakan fitur Tanya Ahli di daya.id.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Baru Menikah dan Gaji Habis Tanpa Jejak? Coba Metode Amplop
Tabungan

Baru Menikah dan Gaji Habis Tanpa Jejak? Coba Metode Amplop

06 Oktober 2026

4.0
Asuransi Pendidikan Anak: Perlukah?
Tabungan

Asuransi Pendidikan Anak: Perlukah?

15 September 2026

5.0
6 Kebiasaan Kecil untuk Bikin Tabungan Bertambah Lebih Cepat dibanding Sebelumnya
Tabungan

6 Kebiasaan Kecil untuk Bikin Tabungan Bertambah Lebih Cepat dibanding Sebelumnya

20 Agustus 2026

5.0
Penghasilan Naik Turun? Begini 6 Cara Mengelola Uang Saat Penghasilan Tidak Tetap
Tabungan

Penghasilan Naik Turun? Begini 6 Cara Mengelola Uang Saat Penghasilan Tidak Tetap

19 Agustus 2026

Berikan Pendapat Anda