Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar teknologi yang digunakan oleh perusahaan teknologi. AI kini mulai masuk ke berbagai pekerjaan, mulai dari administrasi, pemasaran, keuangan, layanan pelanggan, hingga pekerjaan kreatif. Perubahan ini menimbulkan pertanyaan penting, jika cara kita bekerja berubah, apakah cara kita mengelola uang juga perlu berubah?
Dan jawabannya adalah ya. Beberapa pekerjaan mungkin akan hilang karena adanya AI dan tentu hal ini akan berpengaruh juga pada kondisi keuangan kita karena pola pendapatan, kebutuhan keterampilan dan risiko karier dapat berubah semakin cepat.

AI Bisa Jadi Ancaman Sekaligus Peluang
Survei PwC Global Workforce Hopes and Fears 2025 terhadap 812 responden Indonesia menunjukkan dampak positif penggunaan AI generatif terhadap produktivitas, keamanan pekerjaan, dan kompensasi pekerja Indonesia terasa lebih kuat. Pekerjaan yang polanya rutin dan datanya terstruktur, seperti administrasi, entri data, dan layanan pelanggan dasar, memang paling cepat terdampak otomatisasi. Sedangkan pekerjaan yang membutuhkan empati, penilaian etis, dan kemampuan mengambil keputusan kompleks relatif lebih aman untuk saat ini.
Dengan kata lain, tantangannya bukan sekadar “apakah pekerjaan saya akan digantikan AI?”, tetapi juga “apakah keterampilan saya masih relevan ketika pekerjaan saya berubah?”
Ketidakpastian Pendapatan Menjadi Alasan Untuk Terus Adaptif
Perubahan pekerjaan akibat AI dapat membuat perjalanan karier menjadi lebih dinamis. Seseorang mungkin berpindah posisi, harus mengikuti pelatihan baru, bekerja secara freelance, atau menghadapi periode ketika pendapatannya menurun.
Kondisi seperti ini membuat dana darurat menjadi semakin penting. Jika sebelumnya seseorang merasa cukup aman dengan dana darurat untuk tiga sampai enam bulan pengeluaran, pekerja dengan pendapatan yang sangat bergantung pada industri yang cepat berubah mungkin perlu mempertimbangkan cadangan yang lebih besar
Investasi Pada Pengembangan Skill
Dalam dunia kerja yang berubah cepat kita juga perlu mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan yang kita miliki agar bisa meningkatkan penghasilan. World Economic Forum memperkirakan hampir 40% keterampilan inti yang dibutuhkan dalam pekerjaan akan berubah hingga 2030. Keterampilan teknologi seperti AI dan big data diperkirakan meningkat pentingnya, tetapi kemampuan manusia seperti kreativitas, ketahanan, fleksibilitas, dan kemampuan beradaptasi juga tetap dibutuhkan.
Oleh karena itu, buat anggaran khusus untuk sekolah lagi, mengikuti kursus, membeli buku, mengikuti pelatihan dan membeli perangkat kerja yang relevan. Hal ini bisa dikatakan sebagai investasi untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan menghasilkan pendapatan.
Diversifikasi Sumber Penghasilan
Kita sering mendengar “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang” untuk pengelolaan aset investasi. Prinsip yang sama bisa diterapkan pada sumber penghasilan. Jangan menggantungkan 100% pada satu pekerjaan atau penghasilan. Saatnya mulai mencoba membuka keran penghasilan tambahan. Penghasilan tambahan baik dalam bentuk freelancer (pekerja lepas), konsultasi, maupun usaha kecil selama TIDAK mengganggu pekerjaan yang utama.
Bisa juga dengan memiliki skill yang dapat digunakan di beberapa bidang seperti professional networking yang baik, kemampuan untuk adaptasi dan bekerja dengan teknologi baru bisa membuat kita menjadi lebih adaptif dalam kondisi pasar tenaga kerja yang cepat berubah.
Bagaimana Strategi Keuangan yang Perlu Disesuaikan?
Menghadapi perubahan akibat AI tidak berarti kita harus mengubah seluruh strategi keuangan secara drastis. Beberapa prinsip dasar justru semakin relevan:
- Perkuat dana darurat. Pastikan memiliki cadangan yang cukup untuk menghadapi periode tanpa pendapatan. Minimal 3 - 6 kali pengeluaran bulanan. Simpan pada instrumen yang stabil dan likuid seperti tabungan dan reksadana pasar uang.
- Kendalikan utang konsumtif yang berbunga tinggi seperti pinjol dan paylater. Semakin tidak pasti pendapatan, semakin berbahaya memiliki cicilan bulanan yang terlalu besar. Ketika mengalami PHK atau kehilangan pendapatan, cicilan masih akan terus berjalan.
- Sisihkan anggaran untuk meningkatkan keterampilan. Pilih pelatihan yang memiliki hubungan jelas dengan kebutuhan pekerjaan atau peluang karier.
- Diversifikasikan aset dan, jika memungkinkan, sumber pendapatan. Jangan terlalu bergantung pada satu sumber penghasilan atau satu sektor.
- Evaluasi rencana keuangan secara berkala. Jika pekerjaan dan pendapatan berubah cepat, rencana keuangan yang dibuat lima tahun lalu mungkin perlu disesuaikan.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda