Di tengah gejolak ekonomi, baik global maupun domestik, pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi risiko yang patut Anda perhatikan dalam perencanaan keuangan. Pekerjaan sebagai sumber pendapatan adalah fondasi utama dari seluruh upaya pengelolaan keuangan. Karena itu, mempertimbangkan kemungkinan terburuk bukan berarti Anda berpikir negatif, melainkan bagian dari perencanaan yang matang dan menyeluruh.
Mengapa Melunasi Utang Adalah Langkah Strategis?
Ketika risiko PHK meningkat, pelunasan utang menjadi strategi yang bijak untuk mengurangi beban keuangan. Jika pendapatan terhenti, kewajiban cicilan dan bunga dapat menekan kondisi keuangan rumah tangga. Bahkan, penundaan pembayaran dapat memicu denda yang membesar hingga berpotensi mengancam aset yang dijaminkan.
Melunasi utang terutama yang tidak sehat dapat membantu Anda mengurangi risiko efek domino finansial ketika pendapatan berkurang atau hilang.
Mengenali Berbagai Bentuk Utang
Agar dapat mengelola utang dengan baik, Anda perlu memahami bentuk-bentuk utang yang umum ditemui:
1. Pinjaman Tunai
Pinjaman tunai diberikan oleh lembaga keuangan seperti bank, koperasi, atau pegadaian dengan jaminan tertentu misalnya rumah, motor, atau kartu identitas. Dana yang diterima harus dikembalikan beserta bunga. Bila gagal membayar, aset jaminan berisiko disita.
Baca Juga: Tips Memanfaatkan Kartu Kredit untuk Belanja Pribadi Agar Lebih Untung
2. Kredit Pembiayaan
Bentuk utang ini bersifat non-tunai dan digunakan untuk membeli aset seperti rumah, kendaraan, atau barang melalui kartu kredit.
- KPR/KPM biasanya memiliki tenor panjang dengan bunga tetap atau mengambang.
- Kartu kredit harus dilunasi sebelum tanggal jatuh tempo untuk menghindari denda dan bunga tinggi.
Memahami jenis utang membuat Anda lebih waspada dan mencegah keberadaan utang yang tidak disadari.
Baca Juga: KPR di Usia Muda, Investasi atau Beban?
Ciri-Ciri Utang yang Sehat
Tidak semua utang identik dengan masalah. Ada utang yang justru membantu memperbaiki kondisi finansial Anda. Utang dapat dianggap sehat jika memenuhi dua kriteria berikut:
1. Utang Produktif
Utang produktif digunakan untuk menghasilkan pendapatan baru, seperti kredit usaha atau pembiayaan kendaraan yang mendukung aktivitas bekerja.
Sebaliknya, utang konsumtif misalnya pembelian barang tersier melalui cicilan tidak memberikan nilai ekonomi dan berpotensi menjadi beban jangka panjang.
2. Sesuai Proporsi Pendapatan
Porsi angsuran ideal berada pada kisaran 10–30% dari pendapatan bulanan. Jika lebih dari itu, utang dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan pokok dan mengurangi ruang gerak keuangan.
Apabila utang Anda saat ini tidak memenuhi kriteria utang sehat, segera rencanakan pelunasan secepat mungkin dan hindari pengulangan kesalahan yang sama.
Strategi Efektif Melunasi Utang
Anda dapat memilih dua pendekatan utama sesuai kondisi keuangan:
1. Mengangsur Secara Konsisten
Pembayaran angsuran membutuhkan disiplin tinggi. Prioritaskan kewajiban ini dalam pengelolaan keuangan bulanan. Alokasikan dana untuk cicilan sebelum pos pengeluaran lainnya agar pembayaran tetap lancar.
2. Melunasi Lebih Awal
Pelunasan dini dapat menjadi solusi untuk segera menutup kewajiban dan mengurangi beban bunga total. Meskipun membutuhkan biaya besar di awal, langkah ini sering kali lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Pastikan Anda memahami syarat dan ketentuan pelunasan cepat karena masing-masing lembaga memiliki kebijakan berbeda.
Demikian pembahasan mengenai pentingnya melunasi utang sebagai langkah antisipatif menghadapi risiko PHK. Semoga Anda dapat semakin bijak dalam mengelola keuangan dan lebih siap menghadapi berbagai perubahan ekonomi di masa mendatang.
Bersama-sama, mari kita bangun fondasi keuangan yang kuat, sehat, dan tangguh.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai pengelolaan utang atau topik keuangan lainnya, segera login ke Daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda