Informasi Artikel

Penulis Artikel

Jenny Amanda

Bulan Ramadan sering kali dipenuhi dengan undangan buka puasa bersama (bukber), mulai dari teman lama hingga rekan kerja dan keluarga besar. Momen ini memang menyenangkan untuk reuni dan silaturahmi, tetapi tanpa disadari jadwal bukber yang padat bisa membuat pengeluaran membengkak dan keuangan menjadi kacau. Bahkan, semakin banyak bukber yang dihadiri, dompet bisa cepat menipis. Untuk itu, penting menyusun strategi pengelolaan keuangan agar tetap aman saat banyak bukber.

Baca Juga: Tips Mengelola Keuangan Saat Ramadhan, Ibadah Lancar dan Penuh Berkah

 

Tips Mengontrol Pengeluaran


 

1.    Rencanakan Anggaran Ramadan Secara Terperinci

Langkah pertama adalah membuat rencana keuangan yang mencakup seluruh kebutuhan selama bulan puasa. Alokasikan penghasilan untuk pos-pos wajib seperti biaya sahur, buka puasa, zakat, sedekah, tagihan listrik/air, dan juga uang jajan bukber. Dengan anggaran yang terperinci, kita dapat menghindari pembelian impulsif dan barang konsumtif. Bank Muamalat menekankan pentingnya “membuat rencana keuangan” setelah menerima gaji agar uang tidak cepat habis, sedangkan sumber lainnya menyarankan kita menentukan skala prioritas pengeluaran dengan bijak. Memiliki batas pengeluaran yang jelas sejak awal membantu menjaga keseimbangan finansial sepanjang Ramadan.
 
 

2.    Evaluasi Pengeluaran Bukber yang Sudah Terjadi

Catat dan tinjau kembali semua biaya yang sudah dikeluarkan untuk bukber sejauh ini. IDN Times menyarankan untuk “mengevaluasi pengeluaran bukber yang sudah terjadi” karena jumlah undangan bukber yang banyak dapat membuat biaya membengkak. Mulailah dengan menghitung berapa banyak uang yang telah keluar untuk setiap bukber dari makanan hingga ongkos transportasi dan biaya parkir. Dengan evaluasi ini, kita akan lebih sadar di mana letak pemborosan dan dapat mengantisipasi pengeluaran selanjutnya.

 

3.    Seleksi Undangan Bukber dengan Bijak

Tidak perlu menghadiri semua undangan. Pilihlah bukber yang benar-benar penting dan prioritas, misalnya bersama keluarga atau teman dekat. Jika semua acara diikuti, kantong bisa “jebol” seperti yang diingatkan di Suara.com. IntipSeleb menekankan agar kita “memprioritaskan bukber yang lebih penting”. Dengan membatasi jadwal bukber, biaya yang harus dikeluarkan tidak melonjak. Ingat, menolak beberapa undangan bukan berarti tidak mau bersosialisasi, tapi merupakan langkah menjaga kesehatan finansial.
 
 

4.    Kurangi Pengeluaran Konsumtif Lainnya

Selain bukber, tekan juga pengeluaran lain yang tidak mendesak. Setelah banyak bukber, saatnya mengerem keinginan belanja lain seperti beli baju baru atau nongkrong di luar acara bukber. Fokuslah pada kebutuhan primer. Bank Muamalat mengingatkan: “jangan membeli barang yang tidak diperlukan” agar tidak terjadi pemborosan. Bahkan Binadigital juga menegaskan pentingnya mengontrol diri agar “tidak membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan”. Dengan memangkas pengeluaran konsumtif, dana dapat dialihkan ke kebutuhan pokok dan anggaran bukber.

 

5.    Buat Pos Anggaran Khusus Bukber

Ciptakan rekening atau catatan khusus untuk biaya bukber agar lebih terkontrol. IDN Times menyarankan membuat pos anggaran tersendiri jika sebelumnya belum ada, dengan menentukan sisa budget yang hanya dialokasikan untuk acara buka puasa. Pembatasan seperti ini membuat kita lebih berhati-hati ketika membeli makanan atau minuman saat bukber. Anggaran khusus akan menjadi batas yang mencegah kita jajan di luar rencana, sehingga acara buka bersama tetap bisa dinikmati tanpa membuat keuangan berantakan.
 
 

6.    Manfaatkan Promo, Diskon, dan Potongan Biaya

Banyak restoran dan aplikasi makanan menawarkan promo khusus selama Ramadan. Suara.com mengingatkan pentingnya “memaksimalkan promo buka bersama” dan memilih menu hemat. Selain itu, perhatikan diskon di pusat perbelanjaan yang banyak tersedia saat puasa. Selain promo, pertimbangkan sistem patungan atau potluck. Ajukan bagi tugas kepada teman untuk membawa makanan sendiri; cara ini membantu meringankan biaya bersama. Bahkan, sebelum bukber mulailah berburu takjil gratis (misalnya di masjid atau pusat kota) sehingga dana takjil dapat dialokasikan ke pos lain. Dengan memanfaatkan promo, potongan, dan patungan biaya, bukber tetap seru namun tidak menguras kantong.

Baca Juga : Tips Berbagi Saat Bulan Ramadhan Tanpa Mengganggu Keuangan

Banyaknya agenda bukber memang dapat membuat pengeluaran cepat membengkak, namun bukan berarti keuangan tidak bisa diselamatkan. Kunci utamanya adalah disiplin dan perencanaan ulang anggaran. Dengan mengikuti tips di atas, keuangan akan lebih teratur dan kita bisa menghindari krisis finansial saat Ramadan. Pada akhirnya, menjalankan buka puasa bersama dapat tetap menyenangkan tanpa membuat dompet boncos, asalkan pengeluaran dikelola dengan bijak dan terpikirkan. Selamat mencoba dan selamat menunaikan ibadah puasa!

Jika Anda masih mempunyai pertanyaan yang lain, jangan ragu silahkan berkonsultasi dengan yang Ahlinya di Fitur Tanya Ahli untuk mendapatkan saran yang tepat. Daftar kan diri Anda segera dan Login di Daya.id untuk mendapatkan infomasi dan tips-tips yang bermanfaat secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Pengelolaan Dasar

10 Sumber Penghasilan untuk Meningkatkan Pendapatan

23 Januari 2026

4.9
Pengelolaan Dasar

Pasangan Muda, Sudah Tahu Tips Atur Pos Pengeluaran Ini Belum?

19 Februari 2023

5.0
Pengelolaan Dasar

Tips Menabung untuk Orang yang Sulit Menabung

22 Januari 2026

4.9
Pengelolaan Dasar

Cara Mengelola Penghasilan Tidak Tetap untuk Freelancer

19 April 2025

Berikan Pendapat Anda

5 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS