Pernahkah Anda pergi ke supermarket hanya ingin membeli sabun, tetapi pulang membawa camilan, minuman, dekorasi rumah, hingga barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan? Atau ketika iseng-iseng membuka marketplace, eh malah checkout beberapa produk karena tergoda promo dan gratis ongkir.
Kalau pernah, artinya Anda mengalami belanja impulsif atau impulse buying.
Belanja impulsif adalah keputusan membeli sesuatu secara spontan tanpa perencanaan yang matang, biasanya dipicu oleh emosi, promosi, atau dorongan sesaat, bukan karena kebutuhan. Kalau terjadinya hanya sesekali, tentu tidak menjadi masalah. Yang masalah kalau sering terjadi bahkan menjadi kebiasaan, uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan penting, dana darurat, atau investasi justru habis untuk barang yang kurang bermanfaat. Duh, apa kabar isi dompet dan rekening?
Berdasarkan berbagai penelitian dari American Psychological Association (APA), Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), serta edukasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kebiasaan belanja impulsif dapat dikurangi dengan menerapkan strategi pengendalian diri.

Cara Mengurangi Belanja Impulsif
Berikut beberapa cara mengurangi belanja impulsif yang dapat Anda lakukan :
1. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan
Sebelum memutuskan membeli sesuatu, coba tanyakan beberapa pertanyaan sederhana berikut:
- Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?
- Apakah saya sudah memiliki barang yang fungsinya sama?
- Apakah saya tetap ingin membelinya jika tidak sedang diskon atau promo?
- Apakah barang ini masih akan saya gunakan enam bulan ke depan?
- Apa yang akan terjadi jika saya tidak membelinya hari ini?
Jika sebagian besar jawabannya adalah "tidak", artinya pembelian tersebut hanyalah keinginan sesaat.
2. Buat daftar belanja dan patuhi
Salah satu penyebab utama belanja impulsif adalah berbelanja tanpa rencana. Makanya, biasakan membuat daftar sebelum pergi belanja. Pastikan barang yang ada didaftar tersebut adalah barang kebutuhan dan kendalikan diri untuk hanya mengambil barang yang ada didaftar Anda.
Sama halnya Ketika Anda berberbelanja online. Masukkan barang yang ingin dibeli ke wishlist terlebih dahulu, sebelum checkout. Nah, saat checkout pilihlah hanya barang-barang yang benar-benar Anda butuhkan.
3. Terapkan aturan : menunggu sebelum membeli
Belanja impulsif sering terjadi karena keputusan diambil terlalu cepat. Untuk mengatasinya, buat aturan menunggu sebelum membeli barang. Misalnya:
- Tunggu 24 jam untuk barang dengan harga relatif murah.
- Tunggu 3 hari untuk barang dengan harga menengah.
- Tunggu 30 hari untuk pembelian bernilai besar.
Selama masa tunggu tersebut, Anda memiliki waktu untuk berpikir lebih rasional. Biasanya, keinginan membeli akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Jika setelah masa tunggu Anda masih merasa barang tersebut benar-benar dibutuhkan dan sesuai anggaran, barulah lakukan pembelian.
4. Hindari pemicu belanja impulsif
Setiap orang memiliki pemicu belanja yang berbeda-beda. Ada yang mudah tergoda ketika melihat tulisan "Flash Sale", ada yang sulit menolak notifikasi marketplace, sementara yang lain justru tergoda berbelanja ketika sedang stres atau bosan.
Nah, cobalah mengenali apa yang paling sering membuat Anda berbelanja tanpa rencana. Setelah itu, Anda bisa mengurangi permicu tersebut dengan beberapa cara, misalya :
- Matikan notifikasi aplikasi belanja.
- Unfollow akun yang terlalu sering menawarkan promo.
- Hindari membuka marketplace ketika sedang tidak berniat membeli sesuatu.
- Jangan menjadikan belanja sebagai cara menghilangkan stres.
- Batasi penggunaan kartu kredit jika sulit mengontrol pengeluaran.
Semakin sedikit godaan yang diterima, semakin mudah Anda mengendalikan kebiasaan belanja.
5. Buat anggaran belanja dan catat setiap pengeluaran
Tentukan batas pengeluaran yang jelas setiap bulan. Misalnya, Anda menetapkan anggaran belanja kebutuhan rumah tangga sebesar Rp2.500.000 dan anggaran hiburan sebesar Rp500.000. Ketika batas tersebut sudah tercapai, tunda pembelian hingga bulan berikutnya.
Selain itu, catat setiap pengeluaran agar bisa mengevaluasi pengeluaran mana yang paling banyak dan mana yang bisa dikurangi dan segera memperbaikinya. Saat ini, pencatatan sederhana tidak hanya menggnakan ponsel atau spreadsheet, sudah banyak juga aplikasi pencatat keuangan yang bisa Anda coba untuk memudahkan proses tersebut.
Mengapa Belanja Impulsif Sulit Dihentikan?
Belanja impulsif bukan hanya soal kurang disiplin melainkan ada faktor psikologis yang ikut berperan. Ketika membeli sesuatu yang diinginkan, otak melepaskan hormon dopamin yang memberikan rasa senang. Inilah yang membuat seseorang merasa puas setelah berhasil checkout atau membawa pulang barang baru.
Masalahnya, rasa senang tersebut biasanya hanya sementara. Setelah itu, akan muncul keinginan untuk membeli lagi agar mendapatkan sensasi yang sama. Tidak heran jika banyak orang akhirnya terjebak dalam siklus belanja impulsif. Karena itu, mengurangi belanja impulsif bukan berarti menghilangkan semua kesenangan. Yang perlu dilakukan adalah membangun kebiasaan baru agar keputusan membeli didasarkan pada kebutuhan dan kemampuan finansial.
Berikut ini beberapa manfaat mengendalikan kebiasaan belanja impulsif:
- Keuangan lebih stabil
- Tabungan dan dana darurat lebih cepat bertambah
- Mengurangi risiko utang akibat penggunaan kartu kredit atau layanan paylater
- Membantu mencapai tujuan keuangan seperti membeli rumah, kendaraan, atau biaya pendidikan
- Mengurangi stres akibat kondisi keuangan yang tidak terkendali
- Lebih tenang karena setiap pengeluaran dilakukan secara sadar dan sesuai prioritas
Menahan godaan di era belanja online dengan promo melimpah memang sangat menantang, makanya pengendalian diri harus dilakukan lebih ekstra agar Kesehatan keuangan tidak terganggu. Mengendalikan diri dari belanja impulsif tentunya tidak bisa dilakukan dalam 1 hari. Bangun kebiasaan dan konsistenlah melakukannya.
Masih ada yang pertanyaan? Diskusikan dengan ahli keuangan kami di kolom Tanya Ahli! Daftarkan juga diri Anda di daya.id untuk tahu berbagai tips dan info menarik lainnya.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda