Dana pendidikan anak merupakan tujuan keuangan yang tidak bisa digeser jangka waktunya dan sudah bisa diprediksi sedari anak lahir, karena memiliki timeline yang sudah jelas. Misalnya anak lahir tahun 2020 maka di tahun 2026 kemungkinan akan masuk SD, 2029 masuk SMP, 2032 masuk SMA dan 2035 masuk jenjang kuliah. Oleh karena itu, dana pendidikan sering kali menjadi tujuan keuangan prioritas setelah dana darurat dan dana pensiun.
Sayangnya di Indonesia, biaya pendidikan anak merupakan komponen dalam rumah tangga yang inflasinya cukup tinggi. Di kota besar dan sekolah swasta, inflasi pendidikan anak bisa mencapai 8 - 15% setiap tahunnya.

Komponen Biaya Pendidikan Anak
Dalam mendukung pendidikan serta persaingan anak muda yang semakin ketat, orang tua sering kali menambahkan faktor tambahan sebagai booster untuk mendukung sekolah anak. Komponen biaya anak tidak hanya sekedar uang pangkal dan SPP tapi bila diperlukan ada komponen pelengkap seperti biaya les, antar jemput, buku-buku, extra curricular dan sebagainya.
Berdasarkan prioritasnya kita bagi menjadi:
1. Komponen biaya wajib yang tidak bisa dihindari, terdiri dari:
- Uang pangkal atau uang masuk sekolah anak
- SPP bulanan
- Seragam sekolah
- Buku pelajaran
- Biaya ujian dan administrasi
- Biaya daftar ulang tahunan
2. Komponen biaya butuh yaitu biaya yang penting untuk menunjang proses belajar namun tidak wajib secara formal, seperti:
- Les dan bimbingan akademik
- Kursus tambahan
- Biaya antar jemput dan catering harian
- Alat tulis dan perlengkapan belajar tambahan
- Internet dan gadget untuk belajar
- Kegiatan extra curricular
3. Komponen biaya ingin atau lifestyle yang bersifat pilihan tidak wajib dan tidak mendukung secara langsung pada proses belajar anak, seperti:
- Sekolah internasional namun tidak berencana kuliah di luar negeri
- Study tour ke luar negeri
- Kursus hobi
- Perayaan ulang tahun di sekolah

Realita Pendidikan Modern
Realita pendidikan saat ini, pendidikan bukan sekedar akses sekolah namun menjadi kompetitif yang lebih intens. Sekolah formal inti bukan menjadi satu-satunya penentu keberhasilan akademik dan masa depan anak. Di kota-kota besar standar performa akademik naik signifikan karena akses ke sekolah unggulan menjadi kompetitif. Seleksi masuk berbasis nilai, portofolio menjadi penting.
Implikasinya anak tidak hanya dituntut untuk sekedar lulus, tapi juga harus unggul. Salah satu caranya adalah dengan menambah komponen les untuk mendukung dan mengejar target yang ingin dicapai.
Jenis Les dan Biayanya Yang Bisa Dipertimbangkan
Terdapat beberapa kategori les yang biasanya para orang tua ambil untuk mendukung akademik, minat bakat dan hobi anak antara lain:
- Les akademik dan bimbingan belajar, seperti ruang guru, bintang pelajar, kumon, sakamoto dan sebagainya. Biaya untuk les akademik grup bimbel sekitar Rp300.000 - Rp1.500.000 per bulan. Sedangkan les privat sekitar Rp75.000 - Rp300.000 per jam. Dan ada juga bimbingan belajar intensif jelang ujian sekolah maupun ujian masuk universitas dengan biaya Rp5.000.000 - Rp30.000.000.
- Les bahasa asing, seperti persiapan TOEFL/IELTS, bahasa Jerman, bahasa Jepang, bahasa Arab, bahasa Mandarin dan sebagainya. Les bahasa asing biasanya mematok harga Rp2.000.000 - Rp5.000.000 per bulan. Beberapa kelas mendatangkan native teacher sehingga bisa lebih mahal atau belajar secara privat langsung kepada guru les bahasa dengan biaya Rp200.000 - Rp500.000 per pertemuan.
- Les di bidang kreatifitas seperti les musik dan menari, les art, les menggambar. Biaya untuk les ini biasanya kisaran Rp500.000 - Rp2.000.000 per bulan untuk group. Sedangkan private memanggil guru berkisar Rp300.000 - Rp1.000.000 per sesi. Untuk sekolah seni premium berkisar Rp2.000.000 - Rp6.000.000 per bulan.
- Les di bidang fisik dan olahraga seperti sepakbola, renang, basket, taekwondo dan sebagainya. Biaya les ini berkisar antara Rp300.000 - Rp1.500.000 per bulan. Untuk akademik olahraga mengikuti suatu klub tertentu biasanya lebih mahal berkisar di rentang Rp1.000.000 - Rp5.000.000.
- Les di bidang digital seperti STEM, robotik, coding dan multimedia. Biaya les coding berkisar Rp800.000 - Rp5.000.000 per bulan. Sedangkan untuk robotik berkisar Rp1.000.000 - Rp5.000.000 per bulan. Beberapa penyedia les juga menyediakan paket bootcamp singkat dengan biaya Rp2.000.000 - Rp10.000.000 per program.
Strategi Memasukan Biaya Les dalam Perencanaan Dana Pendidikan Anak
Sebagai orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak, namun kembali lihat pada kemampuan sehingga tidak memberatkan saat menjalaninya. Secara teori perencanaan keuangan seluruh komponen biaya sekolah anak saat ini maksimal 10% dari penghasilan bulanan apabila orang tua masih memiliki cicilan. Atau maksimal 20% dari penghasilan bulanan bila sudah tidak ada cicilan. Masukan pos pendidikan anak SPP bulanan dan biaya les sebagai pos kebutuhan primer.
Pemilihan les anak pastikan sesuai kebutuhan bukan hanya ikut-ikutan atau FOMO semata. Bila dikategorikan sesuai prioritas. Misalnya sewaktu usia 4 - 9 tahun pilih les mendukung tumbuh kembang seperti olahraga dan seni. Memasuki usia sekolah pilih les bahasa dan akademik pendukung. Kemudian, saat menjelang ujian dan memasuki universitas bisa didampingi dengan les intensif.
Untuk les akademik yang dirasa sangat butuh, terutama persiapan memasuki universitas, maka orang tua bisa memasukan komponen les intensif dalam perencanaan dana pendidikan anak jenjang kuliah. Sehingga total biaya pendidikan anak = uang pangkal + uang SPP + uang les + biaya pendukung. Kemudian pilih instrumen keuangan yang sesuai. Bila untuk jangka panjang bisa memilih reksadana saham atau campuran. Sedangkan untuk kebutuhan dekat bisa memilih reksadana pasar uang.
Contoh kasus
Komponen biaya les Rp15.000.000
Biaya pendidikan PTN: UKT Rp10.000.000 per tahun untuk 4 tahun menjadi Rp40.000.000. Uang pangkal Rp30.000.000. Asumsikan tinggal dengan orang tua, maka kebutuhannya menjadi Rp15.000.000 + 40.000.000 + Rp30.000.000 = Rp85.000.000.
Di dunia pendidikan modern saat ini, persaingan menjadi sangat ketat ditambah kemajuan teknologi sehingga mendorong orang tua merasa perlu membekali anak dengan les tambahan untuk mendukung akademik, tumbuh kembang, minat dan bakat serta kesuksesan di masa depan. Ada berbagai macam les anak, sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan. Tidak memberatkan apalagi sampai FOMO. Les anak merupakan bagian dari biaya pendidikan masa kini yang mana besarnya 10 - 20% dari penghasilan bulanan orang tua.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda