Tunjangan Hari Raya (THR) sering terasa seperti “uang kaget”. Datangnya ditunggu, tapi habisnya kadang tidak terasa.
Sebagian orang menganggap THR sebagai uang bebas pakai, padahal tanpa perencanaan yang jelas, saldo bisa turun drastis hanya dalam hitungan minggu.
Supaya THR benar-benar memberi manfaat, alokasi sejak awal jauh lebih penting dibanding sekadar menahan diri saat belanja. Karena berdasarkan data riset yang dilakukan oleh YouGov tahun 2024, 58% responden menggunakan THR untuk menabung, dan di persentase yang sama sebanyak 58% responden menggunakannya untuk berzakat/berdonasi.
Kuncinya sederhana: begitu THR masuk rekening, jangan langsung dibelanjakan. Rencanakan terlebih dahulu, buat pembagian dan alokasi angka, lalu jalankan dengan disiplin.
Cara Alokasi THR
Berikut tahapan yang dapat dilakukan dalam mengalokasi THR:
1. Gunakan Skema 50 – 30 – 20 Sebagai Dasar
Metode ini paling mudah diterapkan karena fleksibel dan tetap memberi ruang hiburan.
50% untuk Kewajiban & Kebutuhan
- Bayar cicilan kartu kredit / paylater
- Zakat atau donasi
- Transport mudik
- Kebutuhan keluarga dan orang tua
- Belanja bahan makanan hari raya
30% untuk Tabungan / Investasi
- Dana darurat
- Reksa dana pasar uang
- Deposito
- Emas digital
- Top up tabungan jangka panjang
20% untuk Self Reward
- Pakaian baru
- Nongkrong atau makan di luar
- Liburan singkat
- Upgrade gadget kecil
Contoh sederhana. Jika Anda mendapat uang THR Rp8.000.000, maka alokasinya bisa sebagai berikut:
- Rp4.000.000 kewajiban
- Rp2.400.000 tabungan/investasi
- Rp1.600.000 hiburan
Dengan struktur ini, Anda tetap menikmati THR tanpa kehilangan kontrol.
Baca juga: Tips Penggunaan Uang THR untuk Milenial
![]()
2. Sesuaikan Skema Jika Punya Utang Besar
Jika utang masih tinggi, ubah komposisi menjadi 60 – 25 – 15. Artinya 60% untuk kewajiban, 25% tabungan, 15% hiburan.
Langkah ini membantu menurunkan beban bunga lebih cepat dan membuat keuangan lebih ringan di bulan berikutnya.
3. Kejar Target Dana Darurat
Idealnya, dana darurat berjumlah 3–6 kali pengeluaran bulanan.
Jika pengeluaran Anda Rp5 juta per bulan, artinya target minimal dana darurat yang harus dimiliki sejumlah Rp15–30 juta.
THR bisa menjadi “booster” untuk mengejar target ini. Bahkan menyisihkan 20–30% saja sudah sangat membantu dibanding menunda terus.
4. Tetapkan Batas Belanja Impulsif yang Tegas
Menjelang dan pasca-hari raya, diskon belanja dapat memicu euforia. Agar tidak kebablasan, buat batas maksimal 10–15% dari THR untuk belanja spontan.
Contoh: THR Rp6 juta, batas impulsif Rp600–900 ribu. Jika sudah menyentuh batas itu, berhenti. Ini cara paling efektif menjaga saldo tetap sehat.

5. Gunakan Metode “Tunda 24 Jam”
Apabila Anda memiliki keinginan untuk membeli barang non-kebutuhan di atas Rp300 ribu, beri jeda 24 jam sebelum membeli.
Jika setelah sehari masih terasa penting, maka Anda dapat membelinya. Cara ini terbukti menurunkan keputusan emosional dan meningkatkan pembelian yang lebih rasional.
6. Pisahkan Rekening THR
Jangan campur dengan gaji bulanan. Gunakan rekening atau e-wallet berbeda.
Pemisahan ini membantu Anda melihat sisa dana secara nyata dan mengurangi kecenderungan “merasa masih banyak”.
7. Sisihkan untuk Investasi Kecil tapi Konsisten
Tidak perlu langsung besar. Anda dapat memulai dengan nominal kecil.
Contoh angka realistis:
- Reksa dana pasar uang mulai Rp100 ribu
- Emas digital mulai Rp50 ribu
- Saham blue chip mulai Rp1 juta
Fokusnya bukan nominal awal, tapi kebiasaan. THR bisa menjadi momen memulai investasi rutin bulanan.
8. Siapkan Pos Sosial atau Keluarga
Banyak orang lupa bahwa THR juga sering dipakai untuk berbagi. Sisihkan 5–10% khusus untuk hadiah keluarga, angpao keponakan, atau donasi. Dengan pos khusus, pengeluaran sosial tidak akan mengganggu alokasi utama.
9. Buat Catatan Pengeluaran THR
Hal yang sangat penting adalah catat pengeluaran THR, tidak perlu rumit. Cukup mulai mencatat di notes ponsel atau file sederhana:
- Tanggal
- Nominal
- Kategori (kebutuhan / tabungan / hiburan)
Langkah kecil ini membuat Anda sadar pola pengeluaran dan mencegah kebocoran tanpa disadari.
10. Evaluasi Setelah 1 Bulan
Setelah hari raya berlalu, lihat kembali: berapa yang benar-benar tersisa?
Jika tabungan bertambah dan utang berkurang, berarti alokasi berhasil. Jika tidak, ubah komposisi di tahun berikutnya.
Ringkasan Cepat Alokasi THR
Sebagai ringkasan, berikut ini cara mengalokasikan THR yang bisa Anda pertimbangkan:
- Kewajiban & keluarga: 50–60%
- Tabungan/Investasi: 25–30%
- Hiburan: 15–20%
- Belanja impulsif: maks 15%
- Dana darurat target: 3–6x pengeluaran bulanan
THR seharusnya menjadi momentum finansial tahunan, bukan sekadar lewat lalu hilang. Dengan pembagian angka yang jelas, disiplin sederhana, dan sedikit kesadaran jangka panjang, Anda tetap bisa menikmati momen hari raya tanpa rasa khawatir melihat saldo menipis terlalu cepat.
Daftar di Daya.id untuk mengakses berbagai tips keuangan lainnya, atau jika Anda ingin berdiskusi langsung, manfaatkan fitur Tanya Ahli dan dapatkan masukan dari praktisi berpengalaman.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda