Informasi Artikel

Dirilis

13 Juni 2026

Penulis Artikel

Anastasia Ekachandra


Tag

Menjadi freelancer memang terlihat menyenangkan. Waktu kerja lebih fleksibel, bisa memilih proyek sendiri, dan tidak selalu terikat jam kantor. Namun, ada satu tantangan yang sering dirasakan, yaitu pemasukan yang tidak sama setiap bulan.

Ada bulan ketika pekerjaan datang berturut-turut. Uang dari klien masuk lebih besar dari perkiraan. Namun, ada juga bulan ketika proyek sepi, pembayaran terlambat, atau klien belum memberi kepastian kerja sama. Jika tidak diatur dengan baik, uang yang masuk saat proyek ramai bisa habis sebelum proyek berikutnya datang.

Karena itu, freelancer perlu punya anggaran bulanan. Anggaran ini bukan untuk membatasi hidup secara berlebihan, tetapi untuk membantu uang tetap terarah. Dengan anggaran, freelancer bisa tahu mana uang untuk kebutuhan harian, mana uang untuk tabungan, dan mana yang perlu disimpan untuk berjaga-jaga.

Baca juga: Freelancer, Pendapatan Tak Teratur Bukan Berarti Tak Bisa Diatur

 

Kenapa freelancer perlu punya anggaran?


 

1. Penghasilan tidak selalu pasti

Berbeda dengan karyawan tetap yang menerima gaji di tanggal tertentu, freelancer sering menerima pembayaran berdasarkan proyek. Ada klien yang membayar cepat, ada juga yang membayar setelah pekerjaan selesai dan dokumen tagihan dikirim.

Hal yang sering terjadi:

  • proyek sedang ramai, tetapi pembayaran belum masuk;
  • klien terlambat membayar;
  • bulan ini banyak pekerjaan, bulan depan lebih sepi;
  • kebutuhan harian tetap berjalan;
  • uang tabungan terpakai karena pemasukan belum cair.

Tanpa anggaran, kondisi seperti ini bisa membuat keuangan terasa tidak tenang. Karena itu, uang yang masuk perlu langsung dibagi agar tidak habis untuk kebutuhan yang kurang penting.

 

2. Pengeluaran tetap berjalan setiap bulan

Walaupun proyek sedang sepi, pengeluaran tidak ikut berhenti. Kebutuhan makan, tempat tinggal, listrik, internet, transportasi, dan alat kerja tetap harus dibayar.

Pengeluaran yang perlu disiapkan antara lain:

  • makan dan kebutuhan harian;
  • sewa tempat tinggal atau kos;
  • listrik, air, dan internet;
  • transportasi;
  • alat kerja;
  • kesehatan;
  • dana darurat;
  • tabungan.

Dengan anggaran, freelancer bisa lebih siap menghadapi bulan yang penghasilannya menurun. Uang dari bulan yang ramai bisa membantu menutup kebutuhan saat pekerjaan sedang sepi.

 

Cara membuat anggaran bulanan untuk freelancer


 

1. Hitung rata-rata pemasukan beberapa bulan terakhir

Langkah pertama adalah melihat pemasukan beberapa bulan sebelumnya. Jangan langsung memakai pemasukan tertinggi sebagai patokan, karena angka itu belum tentu datang setiap bulan.

Cara sederhana menghitungnya:

  • tulis pemasukan selama 3 sampai 6 bulan terakhir;
  • jumlahkan seluruh pemasukan;
  • bagi sesuai jumlah bulan;
  • gunakan hasil rata-rata sebagai dasar anggaran;
  • simpan pemasukan lebih besar sebagai cadangan.


Contoh:

  • Januari: Rp 4.000.000,-
  • Februari: Rp 6.000.000,-
  • Maret: Rp 2.000.000,-
  • Total: Rp 12.000.000,-
  • Rata-rata: Rp 4.000.000,- per bulan

Dari contoh ini, anggaran sebaiknya dibuat berdasarkan Rp 4.000.000,-, bukan Rp 6.000.000,-. Dengan begitu, saat pemasukan turun, keuangan tidak langsung berantakan.

 

2. Pisahkan kebutuhan utama dan keinginan

Setelah mengetahui rata-rata pemasukan, buat daftar kebutuhan utama. Kebutuhan utama harus dibayar lebih dulu karena berhubungan langsung dengan hidup sehari-hari dan pekerjaan.

Kebutuhan utama bisa meliputi:

  • makan;
  • tempat tinggal;
  • listrik dan internet;
  • transportasi;
  • alat kerja;
  • kesehatan;
  • dana darurat.

Sementara itu, keinginan bisa ditunda jika pemasukan sedang tidak stabil.

Contoh keinginan:

  • nongkrong terlalu sering;
  • membeli barang baru karena promo;
  • langganan hiburan yang jarang dipakai;
  • liburan mendadak;
  • membeli alat kerja baru padahal alat lama masih berfungsi.

Dengan memisahkan dua hal ini, freelancer bisa lebih mudah memilih mana yang harus dibayar sekarang dan mana yang bisa ditunda.

 

3. Buat dua jenis anggaran

Karena penghasilan freelancer naik turun, sebaiknya buat dua jenis anggaran: anggaran aman dan anggaran longgar.

Anggaran aman digunakan saat proyek sedang sepi. Isinya hanya kebutuhan penting.

Contoh anggaran aman:

  • makan: Rp 1.300.000,-
  • tempat tinggal: Rp 1.000.000,-
  • internet dan listrik: Rp 350.000,-
  • transportasi: Rp 250.000,-
  • dana darurat: Rp 250.000,-

Anggaran longgar digunakan saat pemasukan sedang baik. Pada kondisi ini, freelancer bisa menambah tabungan, membeli alat kerja yang dibutuhkan, atau mengikuti kelas untuk meningkatkan kemampuan.

Contoh anggaran longgar:

  • kebutuhan utama: Rp 3.000.000,-
  • tabungan: Rp 800.000,-
  • dana darurat: Rp 700.000,-
  • pengembangan kemampuan: Rp 400.000,-
  • hiburan: Rp 300.000,-

Dengan dua anggaran ini, freelancer tidak terlalu panik saat pemasukan turun dan tidak terlalu boros saat pemasukan naik.

 

4. Pisahkan uang kerja dan uang pribadi

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mencampur semua uang dalam satu rekening. Akibatnya, uang dari klien terasa seperti uang bebas pakai. Padahal, sebagian uang itu perlu disiapkan untuk kebutuhan kerja dan bulan berikutnya.

Agar lebih rapi, pisahkan rekening atau catatan untuk:

  • pembayaran dari klien;
  • kebutuhan kerja;
  • kebutuhan pribadi;
  • tabungan;
  • dana darurat.

Rekening kerja bisa dipakai untuk menerima pembayaran proyek, membeli alat kerja, membayar internet, atau menyimpan dana operasional. Rekening pribadi dipakai untuk makan, transportasi, hiburan, dan kebutuhan keluarga.

Cara ini membuat uang lebih mudah dipantau. Freelancer juga bisa tahu apakah pekerjaan bulan ini benar-benar menghasilkan keuntungan atau hanya terlihat besar karena belum dibagi.

 

5. Siapkan dana darurat lebih besar

Dana darurat sangat penting untuk freelancer. Jika proyek berhenti sementara atau pembayaran klien terlambat, dana ini bisa membantu menutup kebutuhan tanpa harus langsung berutang.

Cara membangunnya:

  • sisihkan uang setiap kali proyek dibayar;
  • mulai dari nominal kecil;
  • simpan di rekening terpisah;
  • gunakan hanya untuk keadaan mendesak;
  • tambah lebih banyak saat proyek sedang ramai.

Contohnya, setiap menerima pembayaran proyek, sisihkan Rp 200.000,- sampai Rp 500.000,- untuk dana darurat. Jika dilakukan rutin, jumlahnya akan bertambah dan bisa menjadi pegangan saat pemasukan menurun.

Baca juga: Bukan Pelit, Tapi Atur Prioritas: Tips Hidup Hemat Saat Kebutuhan Meningkat

 

Penutup

Membuat anggaran bulanan untuk freelancer bisa dimulai dari langkah sederhana:

  1. hitung rata-rata pemasukan;
  2. pisahkan kebutuhan utama dan keinginan;
  3. buat anggaran aman dan anggaran longgar;
  4. pisahkan uang kerja dan uang pribadi;
  5. siapkan dana darurat lebih besar.

Penghasilan yang tidak tetap bukan alasan untuk tidak punya rencana keuangan. Justru, freelancer perlu anggaran yang jelas agar uang dari proyek tidak cepat habis.

Dengan anggaran yang rapi, freelancer bisa lebih tenang saat proyek sedang sepi, lebih siap menghadapi pembayaran yang terlambat, dan lebih bijak saat pemasukan sedang besar.

Jika masih memiliki pertanyaan tekait informasi keuangan, jangan ragu berkonsultasi dengan ahlinya melalui fitur Tanya Ahli dan untuk mendapatkan saran yang tepat. Dengan mendaftar di daya.id, seluruh informasi terkait kesehatan dapat diakses dengan gratis dan mudah. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda di daya.id sekarang juga!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Tips Merencanakan Liburan Tanpa Khawatir Kantong Bolong
Tabungan

Tips Merencanakan Liburan Tanpa Khawatir Kantong Bolong

15 Mei 2026

5.0
Tips Mengelola Cicilan untuk Kelas Menengah: Bikin Finansial Lebih Stabil
Tabungan

Tips Mengelola Cicilan untuk Kelas Menengah: Bikin Finansial Lebih Stabil

05 Mei 2026

5.0
Hindari Pengeluaran Tidak Penting, Tips Keuangan Realistis untuk Pemula
Tabungan

Hindari Pengeluaran Tidak Penting, Tips Keuangan Realistis untuk Pemula

08 April 2026

5.0
Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit Saat Berbelanja
Tabungan

Cara Bijak Menggunakan Kartu Kredit Saat Berbelanja

20 Februari 2026

Berikan Pendapat Anda

1 dari 100 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS