Informasi Artikel

Penulis Artikel

Anastasia Ekachandra

Memiliki tabungan tiga bulan bukan hanya soal menyimpan uang, tetapi soal membuat perlindungan finansial yang bisa digunakan saat kondisi tidak berjalan sesuai rencana. Tabungan ini dipakai untuk menyiapkan dana darurat, misalnya ketika penghasilan tertunda, ada biaya kesehatan, kendaraan rusak, atau kebutuhan keluarga yang tidak bisa ditunda. Dana seperti ini membuat seseorang tidak langsung bergantung pada pinjaman konsumtif ketika ada masalah. 

Baca juga: Strategi Menabung Otomatis Setiap Bulan untuk Karyawan Kantoran

Riset mengenai financial well-being, seperti ditulis Aubrey, M., Morin, A. J. S., Fernet, C., & Carbonneau, N. dalam Financial well-being: Capturing an elusive construct with an optimized measure. Frontiers in Psychology, menunjukkan bahwa rasa aman terhadap kondisi keuangan berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan saat ini dan menghadapi risiko ke depan.

Hal yang bisa dilakukan:

 

1.    Menentukan angka target secara jelas. 

  • Jangan memulai dari pertanyaan “berapa yang ingin saya tabung?”, tetapi dari “berapa pengeluaran wajib saya setiap bulan?”
  • Hitung biaya makan, transportasi, tempat tinggal, listrik, pulsa, internet, cicilan, kebutuhan keluarga, dan biaya rutin lain. Setelah itu, kalikan jumlah tersebut dengan tiga. Misalnya, jika kebutuhan wajib Anda Rp3.000.000 per bulan, maka target tabungan tiga bulan adalah Rp9.000.000. Cara ini lebih realistis daripada sekadar memilih angka besar tanpa dasar perhitungan.
  • Agar target tidak terasa berat, pecah angka besar tersebut menjadi target bulanan dan mingguan. Jika ingin mengumpulkan Rp9.000.000 dalam satu tahun, Anda perlu menabung Rp750.000 per bulan atau sekitar Rp187.500 per minggu. Jika pendapatan belum memungkinkan, jangka waktu bisa diperpanjang menjadi 18 bulan atau 24 bulan. 
  • Prinsip utamanya adalah konsisten, bukan memaksakan jumlah terlalu besar sampai kebutuhan pokok terganggu. Penelitian tentang tujuan menabung menunjukkan bahwa motif yang berasal dari kesadaran pribadi membantu seseorang lebih mampu bertahan menjalankan strategi menabung (Riddell et al., 2023).


 

2.    Buat rekening khusus agar dana tidak tercampur dengan uang belanja harian. 

  • Pemisahan rekening membantu Anda melihat perkembangan target dengan lebih jelas. Misalnya, gaji masuk ke rekening utama, sementara tabungan tiga bulan dipindahkan ke rekening lain yang tidak digunakan untuk transaksi harian. 
  • Cara ini sejalan dengan gagasan mental budgeting, yaitu membagi uang berdasarkan tujuan agar pengeluaran lebih terkendali. 
  • Dalam kehidupan sehari-hari, contoh sederhananya adalah membedakan uang transportasi, uang makan, dan uang tabungan agar tidak semua saldo dianggap bebas dipakai.


 

3.    Menyisihkan uang di awal, bukan menunggu sisa akhir bulan. 

  • Setelah menerima gaji atau honor, langsung pindahkan bagian tabungan ke rekening khusus. Jika menunggu akhir bulan, peluang uang habis untuk hal kecil akan lebih besar, seperti pesan makanan, kopi, ongkir belanja online, atau hiburan dadakan. 
  • Strategi ini juga bisa diperkuat dengan fitur transfer otomatis. Dalam riset perilaku keuangan, perilaku seperti membuat anggaran dan mengatur pembayaran secara terencana membantu membentuk kebiasaan finansial yang lebih sehat (Tan et al., 2025).


 

4.    Evaluasi pengeluaran kecil

Untuk mempercepat target, evaluasi pengeluaran kecil yang sering tidak terasa. Anda tidak harus berhenti menikmati hidup, tetapi perlu memilih mana yang bisa dikurangi. Misalnya, jika membeli kopi Rp 25.000 sebanyak empat kali seminggu, biayanya bisa mencapai sekitar Rp 400.000 per bulan. 

Jika frekuensinya dikurangi setengah, sebagian dana dapat dialihkan ke tabungan tiga bulan. Contoh lain, biaya langganan aplikasi yang jarang dipakai bisa dihentikan sementara. Penghematan yang paling mudah dijaga adalah penghematan yang tidak membuat hidup terasa terlalu tertekan, karena kebiasaan finansial perlu dibuat berkelanjutan; penelitian Sajid, M., Mushtaq, R., Murtaza, G., Yahiaoui, D., & Pereira, V berjudul Financial Literacy, Confidence And Well-being: The Mediating Role Of Financial behavior juga menekankan bahwa perilaku keuangan menjadi penghubung penting antara literasi, kepercayaan diri, dan kesejahteraan finansial.

Baca juga: Membuat Anggaran Bulanan untuk Gen Z

 

Bagaimana mencapai target Tabungan tiga bulan?

  • Kondisi Pribadi. Target tabungan tiga bulan juga perlu disesuaikan dengan kondisi pribadi. Orang yang masih tinggal bersama keluarga memiliki kebutuhan wajib lebih kecil dibandingkan orang yang membayar sewa, cicilan, atau menanggung anggota keluarga. 
  • Kondisi pekerja. Pekerja dengan penghasilan tetap bisa membuat target rutin bulanan, sedangkan pekerja dengan pendapatan tidak tetap dapat memakai persentase, misalnya 10% sampai 20% dari setiap pemasukan. Jika ada bonus, uang lembur, atau penghasilan tambahan, sebagian bisa langsung dimasukkan ke rekening target agar waktu pencapaian lebih cepat.
  • Selain mengumpulkan dana, penting juga menentukan aturan penggunaan. Tabungan tiga bulan sebaiknya hanya dipakai untuk keadaan mendesak, bukan untuk diskon belanja, liburan spontan, atau mengganti gaya hidup. Buat batasan sederhana, misalnya dana boleh digunakan saat kehilangan penghasilan, sakit, perbaikan penting, atau kebutuhan keluarga yang tidak dapat ditunda. Setelah terpakai, buat rencana pengisian ulang. Dengan cara ini, tabungan tetap berfungsi sebagai pelindung, bukan sekadar saldo sementara yang mudah habis.
  • Evaluasi target minimal sebulan sekali. 
  • Periksa apakah jumlah tabungan bertambah sesuai rencana, apakah ada pos pengeluaran yang bocor, dan apakah target masih sesuai dengan kondisi terbaru. Jika harga kebutuhan naik atau tanggungan bertambah, angka target juga perlu disesuaikan. Evaluasi ini tidak perlu rumit; cukup gunakan catatan ponsel, spreadsheet, atau aplikasi keuangan. Yang penting, Anda mengetahui posisi saat ini, kekurangan menuju target, dan langkah yang harus dilakukan bulan depan.


 

Kesimpulan

Membuat target tabungan tiga bulan bisa dimulai dari langkah kecil: hitung kebutuhan wajib, tentukan angka akhir, pecah menjadi target bulanan, pisahkan rekening, sisihkan di awal, dan evaluasi rutin. 

Tidak masalah jika jumlah awal masih kecil. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan menabung yang terukur. Dengan target yang jelas, tabungan tiga bulan dapat menjadi fondasi keuangan pribadi yang membantu Anda lebih tenang saat menghadapi kebutuhan mendadak.

Jika masih memiliki pertanyaan tekait informasi keuangan, jangan ragu berkonsultasi dengan ahlinya melalui fitur Tanya Ahli dan untuk mendapatkan saran yang tepat. Dengan mendaftar di daya.id, seluruh informasi terkait kesehatan dapat diakses dengan gratis dan mudah. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda di daya.id sekarang juga!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Pengelolaan Dasar

Tips Terhindar dari Jebakan Judi Slot

04 Maret 2024

4.9
Pengelolaan Dasar

Tips Mengelola Keuangan untuk Pasangan Muda Agar Lebih Tertata

18 November 2022

4.9
Pengelolaan Dasar

5 Cara Mengelola Keuangan di Rekening Bulanan Agar Tidak Boros

12 November 2022

5.0
Pengelolaan Dasar

Tips Negosiasi Gaji Untuk Fresh Graduate, Strategi Meningkatkan Nilai Diri di Pasar Kerja

17 Januari 2025

Berikan Pendapat Anda

0 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS