Bagi Anda yang bekerja sebagai seorang pegawai, menerima bonus tahunan atau Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali menjadi momen yang paling ditunggu. Masalahnya, jumlah total pendapatan dalam sebulan yang lebih besar dari penghasilan rutin, kerap memunculkan keinginan untuk membelanjakannya tanpa banyak pertimbangan. Namun hati-hati, tanpa pengelolaan yang tepat, bonus atau THR Anda justru bisa habis dalam waktu singkat tanpa memberikan dampak positif bagi kondisi keuangan jangka panjang Anda.
Padahal, penghasilan tidak rutin seperti bonus dan THR seharusnya bisa Anda manfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan, bukan sekadar meningkatkan konsumsi sesaat. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami cara mengelola bonus atau THR secara bijak dan terencana.
Mengapa Bonus dan THR Perlu Dikelola dengan Cermat?

Bonus dan THR termasuk penghasilan tidak rutin, artinya tidak diterima setiap bulan. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah saat Anda memperlakukan THR atau bonus seperti “uang tambahan bebas pakai”, padahal fungsinya bisa jauh lebih strategis.
Beberapa alasan mengapa pengelolaan bonus dan THR perlu dilakukan dengan cermat antara lain:
- Kesempatan bagi Anda untuk memperbaiki kondisi keuangan: bonus dan THR dapat digunakan untuk menutup kekurangan keuangan yang selama ini tertunda, seperti melunasi utang atau menambah tabungan Anda.
- Mencegah lonjakan konsumsi: peningkatan konsumsi Anda saat menerima THR sering kali tidak diikuti dengan perencanaan, sehingga keuangan Anda kembali tertekan setelah momen hari raya berlalu.
- Menjadi fondasi tujuan keuangan jangka Panjang: dana ini dapat Anda alokasikan untuk tujuan besar seperti dana darurat, investasi, atau persiapan masa depan.
5 Langkah Mengelola Bonus atau THR dengan Bijak
1. Bedakan Bonus/THR dengan Gaji Bulanan
Langkah pertama yang penting Anda lakukan adalah tidak mencampur bonus atau THR dengan gaji bulanan. Secara fungsi keduanya berbeda, misalnya Anda membedakan gaji bulanan: untuk kebutuhan rutin dan bonus/THR: untuk kebutuhan strategis dan non-rutin. Pemisahan ini membantu Anda lebih disiplin dalam mengelola arus kas dan menghindari pemborosan karena merasa memiliki “uang lebih”.
2. Lunasi Utang Konsumtif Terlebih Dahulu
Jika Anda masih memiliki utang konsumtif seperti kartu kredit, paylater, cicilan tanpa atau aset produktif, maka bonus atau THR sebaiknya digunakan untuk melunasi atau mengurangi utang tersebut. Utang konsumtif biasanya memiliki bunga tinggi dan berpotensi membebani keuangan Anda dalam jangka panjang.
3. Sisihkan untuk Dana Darurat
Dana darurat adalah salah satu pilar utama keuangan sehat. Idealnya, dana darurat yang bisa Anda siapkan setara dengan:
- 3–6 bulan pengeluaran untuk Anda yang lajang
- 6–12 bulan pengeluaran untuk Anda yang sudah berkeluarga
Jika dana darurat Anda belum tercapai, bonus atau THR adalah momentum terbaik untuk Anda menambahkannya tanpa mengganggu kebutuhan bulanan.
4. Alokasikan untuk Tabungan dan Investasi
Setelah utang dan dana darurat terkendali, langkah berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah menyimpan dan mengembangkan dana. Bonus dan THR bisa menjadi modal awal atau tambahan untuk investasi.
Beberapa pilihan instrumen investasi yang relatif aman bagi Anda misalnya saja tabungan berjangka, deposito, atau reksa dana. Pemilihan instrumen investasi ini sebaiknya Anda sesuaikan dengan profil risiko Anda terlebih dahulu.
5. Tetapkan Porsi Konsumsi yang Wajar
Pada dasarnya saat Anda mengelola THR atau bonus dengan bijak bukan berarti Anda tidak boleh menikmati hasil kerja keras. Anda tetap bisa melakukan konsumsi, asalkan Anda bisa menjaga konsumsi tetap proporsional. Sebagai gambaran, Anda bisa menggunakan pendekatan sederhana seperti:
- 50%–60% untuk kewajiban & tujuan keuangan
- 20%–30% untuk tabungan & investasi
- 10%–20% untuk konsumsi dan gaya hidup
Sebenarnya bonus dan THR bukan sekadar “uang tambahan”, melainkan alat strategis yang bisa Anda manfaatkan untuk memperbaiki dan memperkuat kondisi keuangan Anda. Dengan memisahkan dari gaji bulanan, melunasi utang, memperkuat dana darurat, menabung, berinvestasi, serta tetap menikmati konsumsi secara wajar, bonus atau THR dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan finansial Anda di masa mendatang.
Itulah 5 langkah mengelola bonus atau THR dengan bijak. Selain tips pengelolaan bonus dan THR, Anda juga bisa membaca tips keuangan lainnya di website daya.id. Tidak hanya membaca tips, Anda juga bisa konsultasi dengan ahli keuangan di fitur Tanya Ahli. Segera kunjungi website daya.id sekarang juga untuk merasakan manfaatnya. Caranya sangat mudah, yaitu hanya dengan daftar dan masuk ke website daya.id sekarang juga.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda