Keputusan berbelanja sering kali dengan melihat harga yang paling murah. Padahal cara berbelanja yang pintar tidak hanya melihat harga tetapi memperhitungkan bagaimana nilai suatu barang itu selama masa pakainya.
Ya, salah satu pendekatan yang efektif untuk berbelanja bijak adalah dengan menghitung Cost per Use. Konsep ini bisa membantu kita memastikan setiap pengeluaran untuk pembelian barang memberikan manfaat yang optimal sesuai dengan fungsinya bagi keuangan pribadi.
Apa itu Cost-per-Use dalam membeli barang?
Cost per Use (CPU) adalah konsep untuk menghitung biaya yang dikeluarkan setiap kali kita menggunakan suatu barang yang sudah kita beli. Jadi, melihat murah atau mahalnya suatu barang bukan hanya dari harga pembelian saja, tetapi dibagi seberapa sering dan berapa lama suatu barang tersebut digunakan. Dengan begitu, barang yang tampak murah di awal, bisa saja menjadi lebih mahal bila tidak banyak dipakai atau hanya bertahan dalam jangka waktu yang relatif pendek.
Secara sederhana, CPU bisa menjadi alat untuk mengevaluasi keputusan pembelian berdasarkan efisiensi pemakaian dan durabilitas suatu barang bukan hanya dari harga. Prinsip ini sangat sejalan dengan seseorang yang ingin lebih bijak dalam mengelola keuangannya. Terutama di kalangan anak muda yang perlu lebih bijak melihat prioritas sebagai kebutuhan atau keinginan semata.

Mengapa Menghitung Cost-per-Use (CPU) Penting?
Ada beberapa pertimbangan kenapa menghitung Cost per Use itu penting.
a. Menghindari belanja secara impulsif
Membeli barang karena diskon atau tampak murah namun kualitas diragukan bisa mengakibatkan bila barang itu cepat rusak atau hanya sesekali saja digunakan. Dengan menghitung nilai manfaat dari penggunaan suatu barang kita menjadi lebih bijak dan berhati-hati sebelum membeli yang tidak benar-benar kita butuhkan.
b. Lebih selektif dalam memilih barang
Saat menggunakan konsep Cost-per-Use, barang yang memiliki harga lebih tinggi atau mahal bisa menjadi lebih hemat karena memiliki usia pakai lebih panjang dan penggunaannya yang lebih sering. CPU bisa membantu membandingkan dua barang yang mungkin tampak berbeda harganya tetapi memberikan value yang berbeda.
c. Menghindari pemborosan
CPU mengutamakan durabilitas dan frekuensi dari suatu barang digunakan, sehingga akan menahan kita untuk membeli barang baru, mencegah pemborosan penggunaan uang untuk berbelanja apalagi uang tersebut bersumber dari utang.
d. Meningkatkan awareness of value
Banyak barang yang memiliki fungsi sama namun harga berbeda karena adanya brand yang terkesan luxury. Dengan konsep CPI mendorong kita untuk lebih memahami bahwa setiap barang memiliki nilai penggunaan yang bisa dioptimalkan. Sehingga kita tidak mudah tergiur dengan luxury brand tanpa mempertimbangkan penggunaan secara nyata.
Cara Menghitung Cost-per-Use
Rumus praktis untuk menghitung Cost-per-Use adalah harga barang dibagi jumlah frekuensi
pemakaian.
Misalnya:
Roni membeli sepatu merek A seharga Rp2.500.000 dengan memperkirakan akan dipakai 3 kali seminggu selama 2 tahun.
Total pemakaian adalah 3 x 52 minggu x 2 tahun = 312 kali.
Maka, Cost-per-Use dari sepatu A adalah Rp2.500.000 / 312 = Rp8.012.
Sementara, ada sepatu lain merek B yang lebih murah seharga Rp1.500.000, akan tetapi hanya bisa dipakai selama 1 tahun. Maka Cost-per-Use sepatu B adalah Rp9.615.
Sehingga bila membandingkan sepatu merek A dan merek B, walaupun secara harga lebih tinggi merek A, namun merek A memiliki Cost-per-Use lebih murah.

Tips praktis menggunakan Cost-per-Use saat berbelanja
a. Membuat daftar kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder
Pisahkan barang yang benar-benar dibutuhkan dengan yang sekadar keinginan. Fokus dulu pada kebutuhan agar CPU menjadi efektif.
b. Estimasi jumlah frekuensi barang tersebut
Misalnya, jika jarang pergi olahraga, jangan anggap sepatu sport akan sering dipakai setiap minggu. Estimasi ini penting untuk menghitung CPU yang akurat.
c. Bandingkan alternatif barang
Hitung CPU dari beberapa produk yang kamu pertimbangkan. Pilih barang yang punya CPU paling rendah dan sesuai kebutuhanmu.
d. Evaluasi durabilitas dan perbaikan barang
Setelah melakukan pembelian, seperti perbaikan atau penggantian suku cadang. Usahakan selalu perbaiki dulu dari yang ada sebelum membeli baru.
Menghitung Cost-per-Use adalah strategi belanja yang lebih bijak dan berorientasi pada jangka panjang daripada sekadar harga murah. Dengan memahami biaya per penggunaan suatu barang, kamu dapat membuat keputusan belanja yang lebih bijak, menghindari impulsif, serta memaksimalkan penggunaan uang. Strategi ini sangat cocok diterapkan oleh anak muda yang ingin lebih bijak dalam pengelolaan keuangannya.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda