Sebuah video TikTok viral di pertengahan 2022, menampilkan seorang pemuda berkata tenang di depan kamera: "Kamu tidak harus resign untuk berhenti dari pekerjaan. Kamu cukup… berhenti melampaui ekspektasi." Jutaan penonton setuju dan lahirlah Quiet quitting.
Di satu sisi, fenomena ini terasa seperti tindakan masuk akal agar hidup lebih seimbang, menolak hustle culture yang memuja lembur tanpa batas. Di sisi lain, ketika dilihat dari kacamata keuangan pribadi dan karier jangka panjang, sebenarnya ada harga yang diam-diam harus dibayar.
Quiet quitting
Berikan Pendapat Anda