Kita baru saja melewati suasana libur Lebaran yang cukup panjang, dan sebentar lagi akan memasuki libur akhir pekan selama Tri Hari Suci Paskah. Libur terus, keluar uang terus nih? Hati-hati.
Libur panjang memang bisa menjadi momen yang menyenangkan. Anda bisa berwisata ke tempat menarik atau sekadar bersantai di rumah. Namun, pengeluaran biasanya akan lebih besar dibandingkan hari-hari biasa. Misalnya untuk akomodasi, makan di restoran, membeli oleh-oleh, belanja impulsif (impulsive shopping), belanja online, termasuk memesan makanan secara online, dan lain-lain. Akibatnya, pengeluaran menjadi lebih besar daripada pemasukan.
Jika tidak dikelola dengan baik, libur panjang juga dapat berakhir dengan kondisi keuangan yang tidak sehat. Oleh karena itu, berikut beberapa tips sederhana untuk mengatur arus kas selama Anda melewati momen libur panjang seperti saat ini.
Tips Mengatur Arus Kas Saat Libur Panjang
![]()
Arus kas adalah aliran uang masuk dan keluar. Uang masuk dapat disebut sebagai pendapatan, sedangkan uang keluar merupakan pengeluaran.
Arus kas yang sehat adalah kondisi ketika pendapatan lebih besar daripada pengeluaran.
Masalahnya, saat libur panjang, selalu ada godaan yang membuat Anda mengeluarkan uang lebih banyak dari pendapatan. Akibatnya, Anda bisa mengalami kesulitan keuangan setelah liburan berakhir.
Kondisi keuangan yang tidak sehat ini sebenarnya dapat dicegah jika Anda menerapkan cara mengatur arus kas selama liburan berikut ini.
1. Buat Agenda Kegiatan Liburan
Agar pengeluaran saat libur panjang tidak membengkak, Anda perlu membuat agenda liburan. Rencana liburan ini harus dibuat sedetail mungkin, tidak hanya destinasi liburan, transportasi, dan tempat menginap.
Agenda tersebut juga harus mencakup spot wisata dan tempat kuliner yang akan dikunjungi dan oleh-oleh yang akan dibeli. Selain itu, Anda mungkin perlu memasukkan rencana dekorasi dan acara keluarga ke dalam agenda untuk keperluan perayaan seperti natal dan lebaran.
2. Tetapkan Anggaran Liburan
Tips mengatur arus kas saat libur yang kedua adalah merencanakan anggaran liburan. Anggaran ini harus dibuat berdasarkan agenda yang sebelumnya telah disusun. Setiap pos sebaiknya memiliki alokasi pengeluaran yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Selain itu, pembuatan anggaran liburan perlu mempertimbangkan pemasukan. Ahli menyarankan agar anggaran ini tidak lebih dari 30% dari total pemasukan. Pastikan juga Anda dan keluarga mematuhi anggaran ini agar keuangan tidak boncos.
Pengeluaran liburan untuk konsumsi, akomodasi, dan transportasi umumnya memerlukan biaya besar. Oleh karena itu, Anda sebaiknya membeli tiket transportasi dan booking hotel jauh-jauh hari sebelum liburan. Pembelian tiket dan pemesanan hotel sebelum peak season biasanya lebih terjangkau. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan promo dan penawaran khusus liburan untuk menghemat budget.
Anda juga perlu menganggarkan dana darurat. Sehingga, Anda tidak akan kehabisan uang jika terdapat pengeluaran tak terduga saat liburan.
3. Kurangi Belanja Impulsif
Selama liburan, toko dan mall umumnya menawarkan banyak diskon. Akibatnya Anda bisa tergiur untuk membeli produk-produk diskon yang belum tentu diperlukan. Belanja impulsif ini adalah salah satu penyebab cash flow tidak sehat.
Sehingga, Anda yang ingin mengatur arus kas tetap sehat selama libur panjang sebaiknya mengurangi belanja impulsif. Salah satu cara menguranginya adalah dengan mengurangi frekuensi kunjungan ke mall selama liburan.
4. Terapkan Metode Amplop Digital
Amplop digital sangat membantu Anda dalam mengontrol emosi belanja. Dengan menggunakan amplop digital, Anda dapat mematuhi anggaran yang sebelumnya telah Anda buat.
Cara menerapkan metode amplop ini adalah dengan membuat 3 hingga 5 amplop digital dengan kategori yang beragam, misalnya belanja, konsumsi, dll. Selanjutnya, isi tiap amplop dengan nominal yang telah dianggarkan.
Saat liburan, belanjakan uang dalam amplop sesuai dengan kategorinya. Apabila uang dalam salah satu amplop habis, maka Anda tidak boleh menggunakan uang dalam amplop lain untuk keperluan diluar kategori amplop tersebut.
5. Bawa Bekal Sendiri Saat Liburan
Makanan di tempat wisata umumnya lebih mahal. Harga makanan ini akan semakin mahal jika liburan dilakukan di luar negeri. Untuk menghemat budget konsumsi, Anda dapat membawa bekal dari rumah.
Bekal buatan sendiri tidak hanya hemat tapi juga lebih sehat dan bersih. Sehingga, risiko keracunan makanan atau alergi makanan pun dapat diminimalisir. Khusus untuk liburan ke luar negeri, Anda dapat membawa rice cooker kecil, beras, dan lauk siap makan, contohnya abon.
Cara ini telah terbukti efektif untuk menghemat budget. Trik lain untuk mengurangi pengeluaran konsumsi saat liburan adalah lakukan research kecil guna menemukan resto murah tapi enak.
Alternatif: Cara Memulihkan Cash Flow Setelah Liburan
![]()
Karena hal-hal yang tak terhindarkan, cash flow setelah liburan mungkin saja tetap terganggu, bahkan setelah Anda berusaha menerapkan tips di atas. Nah, sebagai bantuan, berikut ini beberapa tips mengatur keuangan setelah lebaran atau libur panjang untuk membantu pemulihan arus kas Anda.
- Evaluasi Pengeluaran Liburan: Evaluasi pengeluaran liburan berguna untuk mengetahui apakah ada pos pengeluaran yang melebihi budget. Selain itu, evaluasi ini dapat dijadikan pembelajaran untuk perencanaan liburan selanjutnya.
- Buat Rencana Anggaran Setelah Liburan: Setelah liburan, pengeluaran perlu diperketat untuk memperbaiki cash flow. Oleh karenanya, anggarkan 50% pemasukan untuk kebutuhan utama, 30% pemasukan untuk kebutuhan non-esensial, dan 20% pemasukan untuk tabungan.
- Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting: Salah satu cara untuk memperbaiki cash flow setelah libur panjang adalah mengurangi pengeluaran non-esensial, contohnya makan di luar. Sebagai gantinya, Anda dapat memasak makanan yang lebih sehat untuk keluarga.
Rencana ke Depan: Buat Dana Liburan!
Ke depannya, Anda sebaiknya mengalokasikan dana khusus untuk liburan. Dengan adanya dana ini, cash flow Anda akan lebih sehat setelah libur panjang. Dana tersebut sebaiknya dikumpulkan beberapa bulan sebelumnya.
Untuk itu, alokasikan setidaknya 10% pemasukan tiap bulan untuk dana liburan. Dengan demikian, Anda akan memiliki dana yang cukup untuk berlibur saat libur panjang tiba.
Dana ini sebaiknya disimpan di rekening terpisah. Pemisahan tersebut dapat membantu pengeluaran liburan tetap on track dan tidak mengganggu pos kebutuhan lainnya.
Liburan memang menyenangkan, tapi liburan juga dapat mengganggu kesehatan keuangan jika tidak direncanakan dengan baik. Untuk menghindarinya, ikutilah tips mengatur arus kas saat libur di atas. Dengan tips tersebut, Anda dapat menikmati liburan tanpa takut uang habis.
Namun jika Anda merasa ada yang kurang dari artikel ini, Anda juga bisa membaca artikel usaha lainnya dengan mengunjungi artikel di daya.id dan mendaftarkan diri Anda di sini secara gratis.
Jika Anda membutuhkan bantuan lainnya terkait usaha anda juga dapat langsung berdiskusi secara gratis dengan menggunakan fitur Tanya Ahli di daya.id.
Sumber:
Berbagai Sumber
Berikan Pendapat Anda